Puluhan Tahun Bangunan KUD Talibura Dibiarkan Terlantar

MAUMERE, FBC - Bangunan kios dan gudang pupuk milik Koperasi Unit Desa ( KUD ) Talibura di desa Nebe kecamatan Talibura kabupaten Sikka dibiarkan terlantar puluhan tahun.

Bangunan yang sudah rusak tersebut dahulunya merupakan gudang pupuk dan kios yang dibangun sejak tahun 1980-an. Namun sejak tahun 1990-an bangunan ini dibiarkan terlantar dan tidak dipergunakan.

Herman Karel warga desa Nebe yang ditemui FBC Selasa (28/07/2015 ) di desa Nebe saat upacara penanaman jagung di areal sawah menyebutkan, sudah lama gedung KUD tersebut dibiarkan terlantar tanpa ada aktivitas di dalamnya.

Dulu saat KUD tersebut masih aktif sebut Karel para petani desa Nebe dan Bangkoor serta beberapa desa sekitar sering menjual hasil komoditi seperti kelapa, mente dan kakao ke KUD tersebut.

“ Kami menjual hasil komiditi di KUD karena lebih mahal daripada tengkulak. Waktu KUD masih aktif para petani merasa terbantu dan mendapatkan keuntungan, “ sebutnya.

Tapi saat ini para petani terpaksa menjual hasil komoditi kepada para pengepul dan penampung yang datang ke desa mereka memakai mobil pick up atau di kota maumere meski dengan harga yang murah.

Para pengurus koperasi tersebut kata Karel semuanya sudah meninggal dunia dan tidak ada lagi pihak yang mau menghidupkan kopersi ini lagi.Para petani berharap agar KUD ini bisa dihidupkan lagi.

Gedung KUD Talibura di desa Nebe kecamatan Talibura kabupaten Sikka yang terlantar dan tidak ada aktifitas sejak puluhan tahun. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Gedung KUD Talibura di desa Nebe kecamatan Talibura kabupaten Sikka yang terlantar dan tidak ada aktifitas sejak puluhan tahun. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Benediktus Labre warga desa Bangkoor serta Ferdinandus Seran yang mendampingi Karel juga mengamini hal ini. Dikatakan Labre, selain membeli hasil komoditi, KUD juga menjual dan mendistribusikan pupuk serta memiliki kios yang menjual aneka barang kebutuhan lainnya.

Harga jual di kios pun relatif murah sehingga sehabis menjual hasil komoditi lanjutnya uang yang diterima dipakai membeli aneka keutuhan di kios milik KUD tersebut.

Disaksikan FBC, bangunan KUD Talibura yang berada persis di sebelah selatan jalan negara trans Maumere – Larantuka ini bagian temboknya sudah banyak mengalami kerusakan dan tidak terurus. Atap sengnya pun banyak yang sudah berkarat dan bagian dalamnya dipenuhi sampah. Areal sekitarnya pun ditumbuhi rumput liar meski papan namanya masih berdiri kokoh meski dipenuhi coretan. ( ebd )

Kurangnya Pasokan Air di Larantuka Dapat Lahirkan Kemiskinan Baru

Next Story »

Rumah Terbakar, Seorang Siswa SMPK Ndao Ditemukan Tewas

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *