Pengebom Ikan Kuasai Pantai Selatan Sikka, Tim Gabungan Bangun Pos Pemantau

Perairan di kecamatan Lela, pesisir pantai selatan Sikka yang kerap dijadikan areal pengeboman ikan. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Perairan di kecamatan Lela, pesisir pantai selatan Sikka yang kerap dijadikan areal pengeboman ikan. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

MAUMERE, FBC - Aksi pengeboman ikan di pantai selatan kabupaten Sikka kian marak dari hari ke hari. Ulah komplotan tersebut dilakukan saban hari baik pagi, siang maupun malam hari.

Selain mematikan ikan-ikan kecil dan merusak terumbu karang, aksi pengeboman ikan ini menyebabkan nelayan yang mendiami pesisir selatan Sikka mengalami penurunan hasil tangkapan. Aksi pengeboman ini menimbulkan keresahan dan kegeraman di masyarakat desa Lela, Sikka, dan desa lainnya di pesisir.

Sekertaris Forum Masyarakat Peduli Laut Kita ( FORMAS PELAK ) kabupaten Sikka, Frederich Frans Baba Djoede kepada wartawan yang menemuinya di Lela, Kamis (25/06/2015) mengatakan, jika pemerintah daerah tidak mengatasi hal ini maka masyarakat akan bertindak tegas dengan melakukan penyerangan kepada kapal pengebom dan menindak pelakunya.

Frederich yang juga berprofesi sebagai nelayan ini menyebutkan, nelayan Lela sudah tidak tahan dengan aksi pengeboman yang dilakukan nelayan dari luar Lela tersebut. Saat ini sambungnya, sedang musim ikan Tembang dan nelayan pesisir selatan tidak bisa melaut jika diganggu terus dengan aksi pengeboman dari belasan kapal ikan setaip harinya.

Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Carmadi. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary)

Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Carmadi. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary)

“ Kemarin ada belasan kapal yang beroperasi sementara hari ini sudah masuk delapan kapal. Warga Lela sudah ancam akan melakukan penyerangan,“ ujarnya.

Tim Lakukan Patroli

Kepala dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) kabupaten Sikka, Ir.Lukman,Msi kepada FBC yang menemuinya di gedung DPRD Sikka, Sabtu ( 27/06/2015 ) membenarkan maraknya aksi pengeboman ikan. Dikatakan Lukman, berdasarkan laporan masyarakat, tim sudah melakukan pekerjaan dan sudah mengantongi data.

Saat ini sebut Lukman, tim gabungan beranggotakan DKP Sikka, Lanal (Pangkalan Angkatan Laut) Maumere dan Polair (Polisi Perairan) Polres Sikka akan kembali melakukan operasi setelah sebelumnya Sabtu ( 20/06/2015 ) melakukan rapat kordinasi.

Lukman juga memaparkan, tim gabungan telah juga melakukan patroli sejak Minggu (21/06/2015) hingga Selasa. ( 23/06/15 ).Hari Rabu dan Kamis (24/06/2015) saat tim istirahat patroli, pengeboman kembali terjadi. Hari Jumat ( 25/06/2015 ) tim kembali ke lokasi di Lela untuk melihat lokasi yang akan dijadikan base camp nantinya.

“ Para pengebom ini banyak mata dan telinga sehingga saat kita disana mereka tiarap dan saat kita pergi pengeboman berlangsung kembali.Pelakunya bukan dari daerah setempat tapi disinyalir dari Ndori, kabupaten Ende,“ bebernya.

Untuk sementara tim hanya melakukan pencegahan saja, jadi sebelum pengebom hadir ucap Lukman, tim sudah ada sehingga mereka tidak berani masuk mengebom di perairan selatan Sikka..

Dikatakan Lukman, ada 15 kapal kecil dan sebuah kapal penampung berukuran agak besar. Para pengebom melakukan aksinya di pesisir pantai untuk menyasar ikan karang dan di tengah laut untuk menangkap ikan Tuna.

“ Kita sudah bentuk Pokwasmas, kelompok pengawas masyarakat yang kita harapkan akan menjadi informan kita. Pantai utara Sikka juga ada pengeboman tapi karena sering dilakukan patroli, saat ini sudah hampir tidak ada lagi yang melakukan pengeboman “ paparnya.

Ditindak Tegas

Danlanal ( Komandan Lanal ) Maumere, Kolonel Laut (P) Carmadi yang ditemui FBC di tempat yang sama memastikan mulai Senin (29/06/2015 ) akan didirikan satu pos pemantau di Lela dan sudah mulai melakukan kegiatan pengamanan di sana.

Pihak Lanal bebernya, sudah menyiapkan dua perahu karet yang baru milik Lanal. Kegiatan pengamanan laut ini lanjut Carmadi, demi kebutuhan dan kepentingan kita semua khususnya masyarakat nelayan dimana masyarakat sangat menginginkan kehadiran aparat untuk melakukan pengamanan disana.

“ Kami tidak bisa jelaskan secara persis pelakunya dari mana sebab pemda Ende bilang dari Sikka sementara pemda Sikka bilang dari Ende, berita ini masih simpang siur. Kalau sudah ditangkap dan diproses baru bisa kita pastikan asal mereka “ ungakpnya.

Saat ditanyai FBC, apakah ada kerja sama antara pengebom dengan masyarakat sekitar, Carmadi menyebutkan belum bisa dibuktikan namun beberapa kali terjadi seperti itu. Beberapa hari lalu tambahnya, Lanal Maumere mendeteksi di Kolisia ada kapal yang menangkap kapal pengebom ikan. Saat pihaknya mau bergerak ke lokasi sesalnya, kapal pengebom sudah pergi. Memang sambung Carmadi, pihaknya mendapat info ada oknum yang menyuruh kapal tersebut pergi karena ada aparat yang akan datang, dan hal ini sedang diselidiki.

“ Bila ditemukan, oknum tersebut akan ditindak tegas karena ini demi kepentingan kita bersama.Saya berjanji bahwa siapapun yang menangkap pelaku pengeboman dan menyerahkan ke Lanal akan saya berikan uang sebesar 500 ribu rupiah dari kantong pribadi saya,“ katanya. (ebd )

Heboh, Sat Pol PP Pukul Pedagang di Taman Kota Lewoleba

Next Story »

Staf Kecamatan Gugat Bupati Flotim ke PTUN

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *