Pemkab Sikka Usulkan Kenaikan Gaji dan Tunjangan Bupati, DPRD dan PNS

MAUMERE, FBC - Pemerintah Kabupaten Sikka (Pemkab) Sikka merencanakan kenaikan gaji dan tunjangan yang diperuntukan bagi bupati dan wakil bupati Sikka, Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Sikka serta aparat Pegawai Negeri Sipil di Pemkab Sikka di tahun 2016.

Usulan kenaikan gaji dan tunjangan ini termuat dalam Rencana Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Prioritas Plafon Sementara Anggaran (KUA – PPAS) Tahun Anggaran 2016.

Saat rapat paripurna DPRD Sikka dengan materi keterangan pemerintah terhadap pemandangan umum farksi-fraksi di Gedung DPRD Sikka, Sabtu (27/06/15) Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera kembali menegaskan maksud pemerintah tersebut. Menurut Ansar, pemerintah beralasan kenaikan ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja aparat agar lebih maksimal dalam pengabdian kepada masyarakat.

 Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka terkait keterangan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi – fraksi. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary)

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka terkait keterangan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi – fraksi. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary)

“ Semuanya tergantung kedisiplinan dan kinerja, namun honor akan dihilangkan,“ tegas Ansar

Dalam taggapan fraksi usai keterangan pemerintah dibacakan bupati Sikka, Fraksi PDIP tegas menolak rencana ini sementara fraksi Partai Golkar pada dasarnya mengatakan setuju namun perlu diterapkan dengan baik dan disesuaikan dengan kinerja aparat sehingga tidak salah sasaran.

Fraksi Gerindra meminta agar bila kelak jadi dinaikan penerapannya harus transparan biar masyarakat mengetahuinya. Senada dengan Gerindra, Fraksi Hanura pun setuju tapi dana yang dianggarkan sebesar 26 miliar rupiah ini harus disosialisasikan terlebih dahulu ke masyarakat.

Selain itu Fraksi PKPI meminta agar pemberian tunjangan bagi PNS harus melihat dengan beban kerja yang ada di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) sehingga dana yang dianggarkan sebesar 26 miliar rupiah bisa tercukupi.

Fraksi PAN yang diberikan kesempatan bicara menanggapi usul tersebut dengan mengatakan, kita tidak boleh menaikan tunjangan kinerja dahulu tapi menunjukan kepada masyarakat kinerja kita. Masyarakat tidak banyak menuntut tutur Philipus Fransiskus selaku ketua fraksi.

Sementara itu fraksi Nasdem meminta agar kenaikan tunjangan berbasis kinerja. Menurut Silfan Angi selaku ketua fraksi, Pemkab Sikka harus mengkaji terlebih dahulu kinerja para PNS. Hal ini tegas Silfan diperlukan agar nantinya penerapannya tidak salah sasaran.

“Jadi jangan sampai pegawai yang jarang mengikuti apel pun mendapat tunjangan yang sama dengan pegawai yang rajin dan memiliki kinerja bagus,” kata Silfan.

Usulan Kenaikan

Untuk diketahui, gaji dan tunjangan Bupati, Wakil Bupati dan DPRD untuk tahun 2016 termuat dalam pos belanja pegawai. Untuk tahun 2016 belanja pegawai diproyeksikan sebesar 493.982.354.580 rupiah atau 493,9 miliar rupiah naik sebesar 30.455.398.580 rupiah atau 30,4 miliar rupiah dari belanja pegawai tahun 2015 sebesar Rp 463.526.956.000 rupiah atau 463,5 miliar rupiah.

Rencana kenaikan sebesar 6,57 persen itu, menurut keterangan Bupati Ansar terdiri atas kenaikan belanja gaji dan tunjangan serta iuran jaminan kesehatan pegawai negeri sipil daerah maupun calon pegawai negeri sipil daerah sebesar 8,18 persen. Juga sebut Ansar terdapat gaji dan tunjangan DPRD sebesar 0,14 persen,serta gaji dan tunjangan bupati dan wakil bupati sebesar 12,27 persen.

Jika usulan ini diterima DPRD Sikka, maka bisa dipastikan di tahun 2016 bupati dan wakil bupati Sikka bersama para PNS serta DPRD Sikka akan mendapatkan gaji yang nilainnya lebih besar dari yang diterima mereka selama ini. Tentunya kenaikan gaji dan tunjang ini harus diimbangi dengan peningkatan kinerja, kedisiplinan seperti yang diungkapkan bupati Ansar.

Disaksikan FBC di gedung DPRD Sikka, rapat paripurna yang diselenggarakan tersebut dihadiri sekitar dua pertiga anggota dewan yang terhormat. Selain itu, terlihat banyak anggota yang terlambat datang. Tampak hadir mengikuti rapat, bupati dan wakil bupati Sikka beserta para pimpinan SKPD dan direktur RSUD TC Hillers Maumere.

Rapat juga dihadiri Kapolres Sikka, AKBP I Made Kusuma Jaya, SH, SIK, Danlanal Maumere, Kolonel Laut (P) Carmadi serta utusan dari Kodim 1603 Sikka. (ebd)

Tidak Dapat Bantuan Kapal Nelayan, Ali Curiga Ada Permainan Oknum DKP Flotim

Next Story »

Komisi II Sepakat Bangun Kantor Bupati Sikka, Fraksi PDIP Menolak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *