PDIP NTT Bertekad Menangkan Pilkada di 9 Kabupaten

KUPANG. FBC-  Menghadapi pemilu kepala daerah (Pilkada) sembilan kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  yang digelar 9 Desember 2015 mendatang, PDI Perjuangan bertekad akan sapu bersih kemenangan di sembilan kabupaten. Sedangkan Partai Demokrat sedikit merendah dengan memastikan peluang menang di empat kabupaten.

Hal ini dikemukakan Ketua Desk Pilkada DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa dan Sekretaris DPD Partai Demokrat, Jonathan Kana yang ditemui secara terpisah di Kupang, Rabu (22/7/2015). Sembilan kabupaten yang menyelenggarakan pilkada dimaksud yakni Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Sumba Timur, Sumba Barat, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), dan Sabu Raijua.

Yunus Takandewa: Ketua Desk Pilkada DPD PDI Perjuangan NTT

Yunus Takandewa: Ketua Desk Pilkada DPD PDI Perjuangan NTT

Yunus Takandewa mengatakan, surat keputusan (SK) dari DPP tentang penetapan paket calon bupati- wakil bupati sudah final. Bahkan SK yang ada sudah diberikan untuk pasangan calon Valens Parera- Siprianus Temu (Kabupaten Belu). Selain itu, paket calon Gusti Ch. Dulla- Maria Geong (Manggarai Barat), Heri Nabit- Adolfus Gabur (Manggarai), Kornelis Soi- Yoseph Bei (Ngada), dan Raymundus Fernandez- Alo Kobes (TTU).

“Empat kabupaten lainnya, paling terlambat Kamis, 23 Juli, sudah diberikan ke semua pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan,” kata Yunus.

Yunus yang juga anggota DPRD NTT ini menyebutkan, paket calon yang diusung PDI Perjuangan di empat kabupaten dimaksud yakni Stefanus Bria Seran- Daniel Asa (Malaka), Tobias Uly- Dominggus Yusuf Lado (Sabu Raijua), Gidion Mbilijora- Umbu Lili Pekuwali (Sumba Timur), dan Kedulere- Agus Dapawole (Sumba Barat).

“Dari semua paket calon yang diusung itu, baru satu paket yang telah deklarasi yakni paket Valens Pareira- Sipri Temu di Kabupaten Belu,” papar Yunus.

Ia berargumen, target sapu bersih kemenangan di sembilan kabupaten tersebut, tentunya ada hitungannya. Untuk pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2015 itu, persiapan yang dilakukan PDI Perjuangan sangat matang, jauh sebelum proses pilkada, dan internal partai sangat kondusif. Pengalaman di Pilgub 2013 dan pilpres 2014 akan dijadikan rujukan untuk meraih kemenangan yang sama di sembilan kabupaten.

“Apalagi parpol yang dibangun koalisi itu, memiliki semangat yang sama untuk memenangkan paket yang diusung,” tandas Yunus.

Yunus yang juga Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan NTT menyatakan, sebagian besar paket calon yang ada di sembilan kabupaten tersebut harus berkoalisi dengan partai lain. Namun dirinya belum menyebut partai koalisi sebab partai lain belum mengeluarkan SK penetapan calon. Daerah Pilkada yang berpeluang untuk mengusung calon tunggal adalah Kaupaten TTU.

Jonathan Kana: Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT

Jonathan Kana: Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT

Sekretaris DPD Partai Demokrat, Jonathan Kana mengatakan, Demokrat tidak bisa mengusung satu paket murni di sembilan kabupaten yang selenggarakan pilkada. Demokrat harus berkoalisi dengan partai politik (Parpol) lain untuk pemenuhan syarat pengusungan paket calon. Walaupun Demokrat tidak memiliki satu kursi pun di DPRD Ngada, tapi tetap berpartisipasi dalam pilkada dengan mengusung salah satu paket calon peserta pilkada.

“Paket calon yang diusung ada yang murni kader partai, ada yang melamar menjadi kader partai, dan yang dinilai memiliki kapasitas dan kapabilitas,” kata Kana.

Ia menjelaskan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) telah mengeluarkan surat keputusan (SK) pengusungan paket calon, kecuali Manggarai Barat. Jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung Tobias Wanus, maka Partai Demokrat mendukungnya. Apabila PKB mengusung paket lain, maka Demokrat mengusung paket lain.

“SK sudah ada, pada waktu dan moment yang tepat, akan diberikan kepada semua paket calon yang diusung,” ujar Kana.

Ia menyatakan, pada prinsipnya Partai Demokrat target menang di sembilan kabupaten penyelenggara pilkada. Tapi peluang kemenangan terbesar di lima kabupaten yakni paket Willi Lay- J. T Oseluan (Kabupaten Belu), Kornelis Soi- Yoseph Bei (Ngada), Stef Bria Seran- Daniel Asa (Malaka), Eusebio- Raymundus Loin (Kabupaten TTU), dan Marten Dira Tome- Nikodemus Rihi Heke (Sabu Raijua). (Oni)

Upaya Bupati Lembata Memenjarakan Ferdi Koda Bakal Tersandung

Next Story »

Mbero, Kampung Tua yang Masih Terisolasi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *