Meski Jumlahnya Minim, Dua Koperasi Produksi di Sikka Mampu Berprestasi

MAUMERE, FBC - Koperasi produksi yang ada di kabupaten Sikka masih sangat minim. Koperasi yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, serta perindustrian dan perdagangan tersebut saat ini jarang dibentuk di masyarakat. Banyak kelompok masyarakat yang lebih memilih membentuk Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi Serba Usaha dan dua koperasi ini berkembang pesat.

Meski jumlahnya minim, 2 koperasi produksi yang ada di kabupaten Sikka ini bisa menuai prestasi. Koperasi Nusa Loran di desa Wolonwalu, bergerak di penjualan komoditi kakao dan pengolahan biji kakao menjadi minuman. Selain itu, Koperasi Plea Puli yang ada di Nita juga berhasil mengumpulkan hasil pertanian dan perkebunan dan menjualnya kembali dengan harga tinggi. Koperasi milik kelompok tani ini cukup maju dan menjadi salah satu sekolah lapang petani di kabupaten Sikka yang menjadi mitra dari LSM.

Hal ini disampaikan kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Manengah kabupaten Sikka, Dra. Reyneldis Padji kepada FBC yang menemuinya, Rabu ( 29/07/2015 ). Dikatakan Reyneldis, koperasi kelompok Plea Puli saat ini sedang didampingi agar bisa menjual jambu mente yang sudah dikupas sehingga keuntungan yang didapat bisa lebih baik. Saat ini Dinas Koperasi dan UKM Sikka sedang melakukan pendampingan dan membantu dana agar dua koperasi produksi ini bisa lebih berkembang.

“ Dua koperasi yang awalnya merupakan kelompok tani ini sudah mendatangkan keuntungan dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya, “ ujarnya.

Lakukan Pendampingan

Reyneldis yang saat diwawancarai FBC didampingi Hilarius Liat Bura,SP kepala bidang (Kabid) Pembinaan Lembaga Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Sikka menambahkan, saat ini di Sikka terdapat 146 koperasi aktif dimana dari jumlah tersebut 37 koperasi dikategorikan tidak sehat.

Meski melakukan kegiatan kata  Reyineldis, namun koperasi ini tidak melakukan rapat anggota tahunan (RAT). Hal ini sambung salah satu dari 5 perempuan yang memimpin dinas dan badan di kabupaten Sikka ini, membuat dinas koperasi terus melakukan pendampingan agar koperasi tersebut sehat kembali dan tidak berhenti beroperasi.

Dipaparkan Reyneldis, dua koperasi kredit (Kopdit) besar di Sikka yakni koperasi Pintu Air dan Obor Mas menjadi koperasi yang masuk peringkat koperasi besar di Indonesia dengan aset ratusan miliar rupiah dengan puluhan ribu anggota.

Dua koperasi ini memiliki kantor cabang bukan hanya di Sikka saja tetapi di beberapa kabupaten di porpinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan selalu menerima penghargaan tingkat nasional. Selain itu banyak koperasi lainnya yang memiliki aset di atas satu miliar rupiah.

“ Kami harapkan ke depannya dua koperasi ini bisa menjadi bapak angkat bagi dalam hal pembinaan dan pendampingan bagi koperasi lainnya yang sedang tumbuh dan berkembang agar bisa mengikuti jejak mereka, “ pintanya.

Dinas Koperasi papar Reyneldis, bertugas membina dan mendampingi kelompok yang sudah ada dan dibentuk dinas-dinas lain. Dalam pembinanan ini jelasnya, Dinas Koperasi dan UKM akan menilai kelompok mana yang bisa ditingkatkan menjadi sebuah koperasi yang berbadan hukum sehingga terdaftar dan bisa mendapatkan kemudahan mengakses modal dari kementerian koperasi maupun lembaga keuangan lainnya.

Bantuan Dana

Saat ini di masyarakat kabupaten Sikka banyak beredar lembaga keuangan yang melakukan aktivitas peminjaman uang dan menagih pembayaran cicilan pinjaman setiap hari.

Saat ditanyai adanya koperasi harian yang banyak tersebar di kabupaten Sikka Reyneldis mengatakan, Dinas Koperasi membina kelompok yang memiliki nama dan alamat lengkap. Koperasi seperti tercantum di dalam Undang -undang Koperasi Nomor 25 tahun 1992 tidak ada yang namanya koperasi harian.

Koperasi bebernya, memberikan bunga pinjaman hanya 0,5 persen per bulan serta memungut pembayaran cicilan sebulan sekali.

Kadis Koperasi dan  UKM Sikka, Dra. Reyneldis Padji (kedua kiri) bersama Sekertaris dinas Petrus Herlewut ( kanan ) serta Kabid BLK,Hilarius Liat Bura ( kiri ) dan Kabid Bina Usaha Koperasi, Hendrikus Minggu. (Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Kadis Koperasi dan UKM Sikka, Dra. Reyneldis Padji (kedua kiri) bersama Sekertaris dinas Petrus Herlewut ( kanan ) serta Kabid BLK,Hilarius Liat Bura ( kiri ) dan Kabid Bina Usaha Koperasi, Hendrikus Minggu. (Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Diakui Reyneldis memang ada sebuah lembaga beralamat di kelurahan Wailiti yang sedang dalam pengawasan karena melakukan kegiatan mengatasnamakan koperasi. Selain itu pihaknya juga tambah Reyneldis selalu melakukan pemantauan dan menghimbau masyarakat agar berhati-hati dan melaporkan bila ada lembaga keuangan yang mengatasnamakan koperasi dan memberikan bunga pinjaman tidak sesuai ketentuan undang-undang.Masyarakat jangan tergiur oleh tawaran keuntungan yang besar dan tidak rasional.

“ Saya menghimbau masyarakat agar mendaftarkan diri menjadi anggota koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan meminjam uang disana, “ sambungnya.

Dinas Koperasi dan UKM Sikka juga, papar Reyneldis, memberikan bantuan modal bagi masyarakat guna mengembangkan usahanya. Namun tambahnya, sebelum bantuan diberikan, akan ada tim yang turun melakukan verifikasi guna mengecek apakah usaha tersebut pantas mendapat bantuan dana.

Memang tidak sulit tapi masyarakat sebutnya, tidak mau melewati prosedur dan persyaratan yang diberikan serta lebih memilih meminjam uang kepada renternir. ( ebd )

Kota Tidak Ditata, Kambing-Kambing Berkeliaran di Pasar Inpres Larantuka

Next Story »

Proyek Pansimas Gagal, Warga Desa Done Konsumsi Air dari Lubang Batu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *