Jokowi: Pemerintah Sedang Menjawab Kebutuhan Air di NTT

Masyarakat Manusak sangat antusias menunggu kedatangan Presiden Jokowi (Foto : Setda NTT)

Masyarakat Manusak sangat antusias menunggu kedatangan Presiden Jokowi (Foto : Setda NTT)

KUPANG. FBC- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, kebutuhan air di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan kebutuhan yang harus secepatnya dipenuhi. Karena itu pemerintah terus berusaha menjawabi kebutuhan air di daerah ini.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi ketika meninjau pembangunan Bendungan Raknamo di desa Manusak Kabupaten Kupang, NTT, Sabtu, 25 Juli 2015.

Kepala Negara ini mengatakan, salah satu pekerjaan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat antara lain membangun  berbagai infrastruktur pendukungnya, seperti  waduk ini.

Provinsi NTT memiliki masalah besar yakni air. Dengan kondisi lapangan seperti yang lihat sekarang ini, kalau tidak ada air segala sesuatu tidak bisa dilakukan dengan baik, Oleh sebab itu tahun ini kita bangun tujuh waduk bendungan di NTT, kita berharap 2-3 tahun bisa selesai,” kata Presiden.

Presiden mengatakan, pembangunan di berbagai sektor itu kuncinya ada pada air. Kalau sudah tersedia air baru bisa berbicara soal apa yang harus ditanam, dan ternak bisa hidup dengan baik dan segala kegiatan pembangunan bisa berjalan dengan baik.

“Kalau sudah ada air baru kita bicara mau tanam apa, tanam jagung, tanam surgum, tebu dan kemudian ternak bisa hidup karena ada air yang cukup baik untuk minum ternak juga pengembangan pakan ternak,” kata Jokowi.

Presiden mengatakan, bulan Desember tahun lalu sudah dilakukan dround breaking (peletakan batu pertama) pembangunan bendungan Raknama, karena itu dia datang ke Raknamo untuk melihat perkembangan pembangunan embung tersebut.

“Saya memang mendadak datang ke  Kupang untuk memastikan bahwa program ini berjalan, proyek ini berjalan dengan baik. Saya juga baru memberitahukan kedatangan saya ke Kupang kepada Gubernur itu iitu kemarin,” jelasnya.

Kunjungi Pabrik Semen Kupang

Selain meninjau pembangunan Bendungan Reknamo sebagai agenda utama, presiden juga berkesempatan mengunjungi Pabrik Semen Kupang. Saat kunjungan itu Presiden berjanji akan meningkat kapasitas produksi satu-satunya perusahan besar di daerah ini dari produksi sekarang hanya sebesar 300.000 ton per tahun menjadi 1,800,000 ton per tahun.

Presiden mengakui, peningkatan kapasitas produksi ini harus dilakukan untuk bisa mengatasi kekurangan pasokan semen Kupang di wilayah ini yang selama ini dipasok dari luar NTT.

Menurutnya, disini bahan bakunya juga sangat tersedia dan komplit, pasir besinya juga ada demiian juga gypsum. Karena itu peningkatan kapasitasnya bukan hanya sampai 1,5 juta ton per tahun tetapi mencapai 1,8 juta ton per tahun.

 Anak-anak dan kaum ibu mendapatkan buku tulis dan kaos dari presiden Jokowi (Foto: Humas Setda NTT)

Anak-anak dan kaum ibu mendapatkan buku tulis dan kaos dari presiden Jokowi (Foto: Humas Setda NTT)

Dia mengatakan, untuk menunjang peningkatan kapasitas produksi tersebut  harus ada suntikan modal tambahan. Soal besarnya suntikan tambahan modal itu harus dilakukan perhitungan dengan cermat- tepat dan benar oleh Menteri dan Dirut PT Semen Kupang.

Bagi-Bagi Buku dan Baju Kaos

Kunjungan Presiden Jokowi ke Kupang juga memberikan perhatian kepada anak-anak sekolah dengan membagikan buku-buku dan baju kaos kepada anak-anak sekolah juga orang tua yang menanti kedatangan orang nomor satu Indonesia ini sejak pagi hari.

.Ada pemandangan menarik ketika Presiden membagi buku-buku dan baju kaos tersebut. Anak-anak yang tidak mendapatkan buku dan kaos dari Presiden terus berteriak. Ada anak-anak yang berusaha mendekati mobil Indonesia 1, namun Paspampres dengan sigap menghalau mereka untuk tidak terlalu mendekat ke mobil Presiden.

Misalnya, Darito Fernando Gomez (10), sedang berkeringat berusaha maju ke depan, mendekati mobil Indonesia 1 yang diparkir persis di depan pintu gerbang Kantor Desa Manusak.

Murid kelas V SD Negeri Tatelek – Manusak ini menyelinap di bawah ketiak seorang anggota Paspampres berbaju batik coklat. Di depannya lagi para ibu dan remaja perempuan berebutan baju dan buku tulis yang dibagikan Presiden Jokowi dari dalam mobil kepresidenan. (Oni)

HUT Santa Ana Thomas Morus, Keluarga Perlu Tanamkan Nilai Solidaritas dan Tanggungjawab

Next Story »

Anggota DPD RI Syafrudin Atasoge Usulkan NTT Dijadikan Provinsi Kepulauan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *