JK: Pemerintah Turunkan Bunga KUR untuk Bantu Koperasi

Waprs Jusuk Kalla di Kupang Ketika memimpin Puncak Peringatan Harkopnas ke-68, Minggu, 12 Juoi 2015 (Foto : FBC/Bonne Pukan)

Waprs Jusuk Kalla di Kupang Ketika memimpin Puncak Peringatan Harkopnas ke-68, Minggu, 12 Juoi 2015 (Foto : FBC/Bonne Pukan)

KUPANG. FBC - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, mulai tahun depan pemerintah akan menurunkan bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) hingga sembilan persen. Hal ini dilakukan karena pemerintah untuk menghidupkan kembali koperasi yang terus berkembang pesat saat ini di Indonesia.

” Sebelumnya bunga KUR sebesar 22 persen, tahun ini sudah turun menjadi 12 persen dan tahun depan kita turunkan lag menjadi tinggal sembilan persen,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di acara Peringatan Hari Koperasi (Harkopnas) ke – 68 di Kupang, Minggu (12/7).

JK hadir di Kupang bersama Ny. Mufidah Jusuf Kalla. Selain itu hadir jajaran menteri yakni Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, Menteri Koperasi dan UMKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, MenPAN RB, Yuddy Chrisnandi, Menteri Negara PPN/ Ketua Bappenas, Adrinof Chaniago, Menteri Perindustrian, Saleh Husin, Ketua DPR Setya Novanto dan Ketua Dekopin Nurdin Halid.

JK mengatakan, pemerintah akan mengambil resiko apapun untuk penurunan bunga KUR sebagai bentuk dukungan pemerintah atas usaha masyarakat khususnya berskala mikro. Namun, ia menyebut penurunan itu juga bisa berdampak negatif untuk koperasi.

“Ini bisa berdampak negatif bagi koperasi simpan pinjam yaitu bagaimana untuk bersaing dan menjaga efisiensinya,” sambungnya.

Dia menegaskan, pemerintah tidak mungkin mengikuti yang tinggi. Kita harus adil. Bank harus beri bunga rendah. Jangan hanya pengusaha besar yang diberi kemudahan, tapi pengusaha mikro juga.

Dia menuturkan, saat ini jumlah koperasi terus bertambah setiap tahun. Namun, tak memungkiri hanya 50 – 70 persen yang aktif.

“Ekonomi kita tidak secemerlang lima tahun lalu. Karena itu salah satunya caranya dengan menggiatkan usaha koperasi secara bersama. Pemerintah dari daerah hingga pusat bersama-sama warga bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Dalam kesempatan itu JK lebih menyoroti cara-cara untuk mengembangkan usaha mikro di daerah, salah satunya adalah koperasi. Menurutnya, ekonomi yang melemah tahun ini harus menjadi kesempatan meningkatkan penjualan produksi dalam negeri.

“Hari ini ekonomi melemah akibat melemahnya ekonomi dunia. Karena itu permintaan menurun sehingga daya beli menurun. Mudah-mudahan tahun ini berhenti. Meskipun kita memproduksi daging tapi kita tetap impor daging,” tambahnya.

Wapres Jusuf Kalla tiba di Kupang pukul 15.00 Wita, selanjutnya menuju rumah jabatan Gubernur NTT untuk memimpin langsung upacara Harkopnas sekitar pukul 16.00 Wita. Usai upacara, ada penayangan film perjalanan koperasi, penyematan setya lencana pembangunan dan satya lencana wirakarya oleh Wakil Presiden. Kemudian penandatanganan MoU antara Kementerian Sosial dan Dekopin, dan juga induk koperasi unit desa dengan pengusaha dari Tiongkok.

Selanjutnya akan ada penyerahan penghargaan bhakti koperasi secara simbolis oleh Menteri Koperasi dan UKM kepada lima orang, penghargaan koperasi berprestasi kepada 10 orang dan bantuan fasilitas peralatan untuk koperasi di Provinsi NTT kepada tujuh orang.

“Usai mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, Wakil Presiden beserta rombongan buka puasa bersama di Rumah Jabatan Gubernur NTT dilanjutkan dengan salat taraweh bersama umat Islam di Masjid Raya Nurusa’adah, Fontein. Setelah itu, Wakil Presiden rombongan kembali ke Jakarta dengan pesawat khusus yang sama.
Dukung Pabrik Semen Kupang III

Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada kesempatan itu meminta pemerintah pusat untuk mendukung rencana pembanguan Pabrik Semen Kupang III, sehingga menaikan kapasitas produksinya dari 400 ribu ton per tahun menjadi 2.000.000 ton per tahun.

Permintaan tersebut disampaikan Lebu Raya pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-68 yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa menteri kabinet kerja.

“Pabrik Semen Kupang adalah kebanggan kami dan menjadi salah satu penyokong perekonomian di Nusa Tenggara Timur (NTT). Jika kapasitas produksi ditambah maka bisa mendorong ekonomi setempat,” kata Lebu Raya.

Dia mengatakan, selama ini Semen Kupang diproduksi untuk kebutuhan domestik tapi juga dikirim ke kota-kota Indonesia bagian timur, Timor-Timur dan Australia. Dengan peningkatan produksi kelak, diharapkan akan semakin meningkatkan pendapatan daerah.

Mendengar permintaan tersebut, Jusuf Kalla (JK) yang duduk berdampingan dengan Ketua DPR Setya Novanto pun tersenyum.

Menanggapi hal itu, JK menjanjikan memudahkan pemberian kredit tambahan untuk memfasilitasi investasi pembangunan pabrik. Tetapi, pemerintah akan mempertimbangkan kemampuan internal perusahaan sebelum memberi pinjaman.

“Kalau kemampuan internalnya belum, pemerintah akan memberi kredit tambahan. Tapi kita lihat dulu bagaimana kemampuan pasarnya,” terangnya.

Sementara Menteri Perindustrian, Saleh Husin menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah NTT memperjuangkan pembangunan Pabrik Semen Kupang III, yang sudah dirintis dua tahun lalu.

“Pemerintah pusat past akan mendukung penuh, karena keberadaan Pabrik Semen Kupang, bisa menjadi penggerak roda perekonomian di daerah ini,” katanya. (oni)

Jalan Menuju Kapela Balawelin Rusak Parah

Next Story »

Sopir Mabuk, Mobil Sedan Tabrak Pagar Tembok Taman Doa Kristus Raja

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *