HUT Santa Ana Thomas Morus, Keluarga Perlu Tanamkan Nilai Solidaritas dan Tanggungjawab

Anggota dan pengurus Kongregasi Santa Ana paroiki Thomas Morus berpose bersama pastor paroki, Rm.Laurens Noi, Pr usai perayaan ekaristi. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary)

Anggota dan pengurus Kongregasi Santa Ana paroiki Thomas Morus berpose bersama pastor paroki, Rm.Laurens Noi, Pr usai perayaan ekaristi. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary)

MAUMERE, FBC - Kongregasi Santa Ana Paroki Santo Thomas Morus Maumere, Minggu ( 26/07/2015 ) merayakan ulang tahun kongregasi.

Perayaan ulang tahun diawali dengan perayaan ekaristi kudus jam 08.00 wita di Gereja Thomas Morus dipimpin pastor paroki Rm. Laurensius Noi, Pr dihadiri seluruh anggota Santa Ana beserta pengurus wilayah di paroki Santo Thomas Morus serta umat paroki.

Dalam perayaan ekaristi juga dilakukan pelantikan tiga anggota baru kongregasi yakni Olivia Yunita, Theodosia Emirensiana dan Yenista. Selain itu juga penyerahan medali perak sebagai wujud penghargaan kepada ibu Helena Ana yang sudah mengabdi selama 25 tahun.

Dalam kotbahnya, Romo Laurens meminta agar Santa Ana dan umat yang hadir khususnya para orang tua agar menanamkan 5 nilai dalam kehidupan keluarga Katolik.

Dalam keluarga sebut Romo Laurens, hendaknya selalu ada iman. Orang tua selalu menciptakan hubungan yang akrab dengan Tuhan dan mendidik anak untuk mencintai Tuhan. Juga kata Romo Laurens, harus ada tanggung jawab.

Orang tua diminta agar menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak seperti Santo Yohakim dan Santa Ana yang mendidik Bunda Maria.

“ Harus ada nilai solidaritas sosial dalam keluarga. Santa Ana dan Santo Yohakim mendidik Bunda Maria dan Bunda Maria mengajarkan hal ini kepada Yesus sang putera,“ pesan Romo Laurens.

Selain itu, nilai ketiga yang harus dimiliki dan diajarkan orang tua kepada anak, pinta Romo Laurens, yakni bertahan bila menghadapi kesulitan hidup serta nilai terakhir yang juga penting dimana orang tua harus mendidik anak membaca kitab suci sejak dini. Akhir kotbahnya kembali romo Laurens menekankan pentingnya Santa Ana dan orang tua memiliki spiritualitas memberi.

Ros Libu, ketua kongregasi Santa Anaparoki Thomas Morus saat memberikan kata sambutan perayaan ulang tahun di aula LK3I Maumere. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Ros Libu, ketua kongregasi Santa Anaparoki Thomas Morus saat memberikan kata sambutan perayaan ulang tahun di aula LK3I Maumere. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Refleksi Diri

Usai perayaan ekaristi syukuran hari ulang tahun diadakan di aula LK3I milik pastoran di sebelah utara gereja Thomas Morus. Dalam sambutannya ketua Santa Ana paroki Thomas Morus, ibu Ros Libu menekankan agar semua anggota jangan melihat perayaan ini sebagai sebuah kegiatan simbolik.

Menurut perempuan asal Adonara ini, para anggota hendaknya melihat perayaan ini sebagai sebuah ajakan untuk terus menerus menyelami, menghayati dan mewujudnyatakan semangat hidup yang sudah ditanamkan Santa Ana dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat maupun karya pastoral.

“ Kita harus melihat kembali keberhasilan dan kegagalan karya pelayanan kita selama setahun yang lalu dalam keluarga, serikat kita dan terlebih dalam menunjang karya pastoral dalam paroki kita “ pinta Ros.

Ros juga mengucapkan selamat bergabung kepada tiga anggota baru dan penghargaan yang tinggi kepada ibu Helena yang sudah berkarya selama 25 tahun bersama kongregasi Santa Ana.

Dipaparkan Ros, saat ini kongregasi Santa Ana di paroki St.Thomas Morus memiliki 53 anggota dengan rincian 20 anggota orang tua jompo serta sisanya merupakan anggota aktif.

Kepengurusan santa Ana paroki Thomas Morus seperti dipaparkan Agustina Ero (80) mulai ada sejak tahun 1972. Awalnya sebut Agustina, anggotanya hanya terdiri dari 7 orang termasuk dirinya dan dilantik tahun 1973. Kegiatan yang dilakukan sejak awal diantaranya mengikuti misa bersama setiap hari Jumat dilanjutkan dengan melantunkan doa penyerahan.

“ Dulu setelah itu ada shering kita suci, shering kehidupan dalam keluarga serta pendalaman iman. Semua anggota dibagi dalam 4 kelompok “ beber perempuan sepuh ini bersemangat.

Selain itu, Daniel Woda Pale mantan bupati Sikka dalam sambutannya meminta agar anggota Santa Ana tetap berkarya dan hidup dalam paroki ini.

Daniel mengisahkan kegigihan dan keaktifan sang ibu yang juga anggota Santa Ana dalam berdoa dan melakukan karya pastoral. Daniel diakhir sambutannya menyentil bapak-bapak yang hadir agar bersama membentuk organisasi kongregasi Santo Yohakim. Menurut lelaki yang tetap energik ini, seharusnya di paroki juga ada organisasi ini biar lengkap.

“ Saya tantang bapak-bapak agar kita bentuk kongregasi Santo Yohakim dan saya siap jadi anggota pertama.Kita harus malu dengan mama – mama ini yang tetap semangat berdoa bagi kita sekalian. “ pesannya.

Acara yang berlangsung hingga pukul 13.00 wita ini dimeriahkan dengan tarian Hegong, Dolo – Dolo ceritera lucu dan lagu yang dibawakan oleh para anggota kongregasi usai santap siang bersama.

Disaksikan FBC, selain pengurus dan anggota, tampak hadir mengikuti perayaan, mantan bupati Sikka, Drs. Daniel Woda Pale pastor paroki Thomas Morus, Rm.Laurens Noi,Pr, para pengurus wilayah dan komunitas basis di paroki Thomas Morus serta ketua kongregasi lainnya. ( ebd )

Mbero, Kampung Tua yang Masih Terisolasi

Next Story »

Jokowi: Pemerintah Sedang Menjawab Kebutuhan Air di NTT

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *