Derita Panjang Warga Elar Selatan

BORONG, FBC–- Derita panjang warga Elar Selatan, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur seperti mazmur duka yang tak kunjung usai sejak zaman kemerdekaan Republik Indonesia.  Bahkan semakin hari semakin jauh dari perhatian pemerintah terutama lintasan jalan yang menghubungkan Elar menuju Borong Ibukota Manggarai Timur.

Padahal lintasan dari Paan Leleng hingga perbatasan dengan Kabupaten Ngada itu sangat sentral bagi masyarakat setempat. Lintasan jalan itu adalah jalan Propinsi NTT sehingga pemerintah daerah setempat tidak bisa berbuat banyak.

Kepada FBC, warga Elar Selatan diantaranya, Getrudis Nawu, Nikolaus Padu dan Hilarius Undur menceritakan, lintasan jalan utama menuju Elar Selatan selalu luput dari perhatian pemerintah daerah Propinsi NTT. Padahal lintasan jalan itu sangat vital bagi masyarakat terutama distribusi ekonomi masyarakat.

Hampir setiap ada kesempatan kunjungan pemerintah daerah masyarakat selalu keluhkan hal itu dengan menyampaikan kepada pemerintah, namun hingga detik ini aspirasi masyarakat itu belum ada tindak lanjut. Bahkan cendrung semata catat tanpa ada realisasinya. Akibatnya kondisi jalan itu semakin parah dan kritis.  Masyarakat Elar Selatan pun semakin terpuruk dan terkungkung dalam keterbatasan jalur transporasi.

Yang menyakitkan bagi masyarakat adalah pembayaran jasa kendaraan. Selain itu harus menghabiskan malam diperjalanan karena kendaraan bus kayu mulai keluar dari Elar sekitar pukul  24. 00 Wita agar bisa tiba di Borong pagi hari.  Apabila menggunakan jasa ojek harus siapkan uang Rp 300.000 bila hendak ke Borong.

” Entah kapan jalan ini bisa diperhatikan. Warga sudah jenuh karena sering keluhkan hal itu kepada DPRD Propinsi NTT maupun DPRD Matim, tapi hasilnya nihil,” papar Hilarius Undur.

Dia menjelaskan, masyarakat menjadi serba sulit entah kepada pemerintah yang mana lagi yang bisa memeperhatikan jalan menuju Elar. Sebab sejak zaman Bupati Manggarai, Drs. Gaspar Parang Ehok jalan itu tdak disentuh lagi oleh pemerintah. Karena itu masyarakat mengharapan di masa pembangunan ke depan ini pemerintah bisa perhatikan jeritan rakyat Elar Selatan.

Anggota DPRD Manggarai Timur, Gonis Bajang mengaku perjuangkan jalan itu agar bisa diperhatikan.
Untuk diketahui pemerintah daerah Manggarai Timur sudah memberi intervensi lintasan jalan itu dengan membuka jalur alternatif untuk mengatasi lintasan di Mokel yang rusak berat.

Foto Ilustrasi : Salah satu sumber air yang digunakan warga Desa Sisir, kecamatan Elar. (Foto : Dokumentasi FBC)

Foto Ilustrasi : Salah satu sumber air yang digunakan warga Desa Sisir, kecamatan Elar. (Foto : Dokumentasi FBC)

Tanah di lintasan itu sering anjlok dan tidak bisa dilintasi kendaraan. Pemerintah membuka jalur alternatif dari Mukun melalui Mbeling hingga Mbata. Namun jalan itu tidak bisa menolong banyak karena lintasan yang rusak parah dari Mbata hingga Elar masih menyisahkan puluhan KM.

Untuk diketahui wilayah Elar Selatan memilik potensi yang luar biasa. Produksi pertanian sangat membanggakan. Padi sawah, cengkeh, kopi dan tanaman unggulan lainnya ada di sana. Sayang jika potensi itu jadi mutiara yang tertanam dalam lumpur. Lebih miris lagi warga cendrung memasarkan hasil pertanian ke Ngada karena jalur jalan bagus. Hal itu sebenarnya rugi bagi Pemda Matim.

Laporan Kanis Lina Bana Kontributor FBC Borong

Anggota DPD RI Syafrudin Atasoge Usulkan NTT Dijadikan Provinsi Kepulauan

Next Story »

Lapak Pakaian Bekas di Pasar Tingkat Maumere Dibongkar

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *