Cuaca Buruk, 400 Peserta Jambore Tertahan di Ende

ENDE, FBC-Rombongan jambore Pramuka dari wilayah Timor, Alor dan Rote Ndao yang diangkut dengan menggunakan KM Sirung tujuan Kupang, tertahan di Pelabuhan Soekarno Ende akibat cuaca buruk. Cuaca buruk yang melanda akhir-akhir ini, sangat berpengaruh bagi semua pelayaran di perairan selatan Flores.

 Rombongan Jambore asal Timor, Alor dan Rote Ndao tertahan di Pelabuhan Soekarno Ende dan dibatalkan berlayar ke Kupang akibat cuaca buruk. Rombongan kebanyakan anak-anak tingkat SMP sedang berbaring di ruang tunggu pelabuhan. (Foto : FBC/Ian Bala)

Rombongan Jambore asal Timor, Alor dan Rote Ndao tertahan di Pelabuhan Soekarno Ende dan dibatalkan berlayar ke Kupang akibat cuaca buruk. Rombongan kebanyakan anak-anak tingkat SMP sedang berbaring di ruang tunggu pelabuhan. (Foto : FBC/Ian Bala)

Informasi yang diperoleh, sebanyak 400 peserta jambore Pramuka yang baru selesai mengikuti kegiatan Jambore Daerah ke-8 di Malanuza Kabupaten Ngada itu berlayar dari Pelabuhan Aimere pada, Senin, (13/7/2015) pukul 23.00 wita dan pada akhirnya tertahan di Ende Selasa (14/7/2015) pukul 09.00 wita. Mereka terpaksa bertahan akibat gelombang laut Sawu yang dasyhat.

“Kami terpaksa bersandar di Ende karena gelombang tinggi di tengah laut. Kami tidak bisa lanjut berlayar ke Kupang,”ujar Ketua Rombongan, Yos Pangkur So’ong di ruang tunggu Pelabuhan Soekarno Ende, Rabu (15/7/2015).

Yos menjelaskan berdasarkan infomasi dari BMKG Kupang, ketinggian arus gelombang diperkirakan mencapai 5 meter. Kapal Motor dilarang untuk berlayar dan diarahkan untuk berlayar ke Ende.

“Tadi malam kami tidur di kapal. Dan tadi pagi dari pihak Pelindo menghimbau kami untuk turun dan berteduh di ruang tunggu pelabuhan,”kata Yos.

Dia menuturkan hari pertama tertahan di Ende, para rombongan dibantu PT. Flobamora pemilik Kapal untuk menanggulangi akomodasi makan dan minum. Rombongan yang kebanyakan anak-anak usia 12 tahun hingga 15 tahun itu bertahan selama sehari di KM Sirung.

“Kemarin dan sampai tadi malam, kami diberi makan oleh pihak kapal. Satu kali makan 15 ribu per orang. Jadi semua jatah makan ditanggung 45 ribu perorang oleh PT Flobamora. Hari ini kami gunakan uang dari kuartir jambore daerah NTT,”katanya.

Sementara itu, wakil ketua rombongan, Yan Bartels mengungkapkan pihak Pelindo telah membantu rombongan menyiapkan ruang untuk menampung peserta Jambore. Bantuan lain dari Dinas Sosial Kabupaten Ende berupa peralatan dapur dan air minum. Sementara akomodasi makanan pihak rombongan menyiapkan sendiri.

Manager Pelindo III Ende, Cjartea Sugmana saat ditemukan di ruang kerjanya. (Foto : FBC/Ian Bala)

Manager Pelindo III Ende, Cjartea Sugmana saat ditemukan di ruang kerjanya. (Foto : FBC/Ian Bala)

Ia mengatakan biaya makanan rombongan hanya bertahan hingga besok. Pihaknya masih mengharapkan agar Pemerintah dapat membantu cadangan makanan khusus untuk anak-anak apabila cuaca berlangsung lama.

“Makanan kami siapkan sendiri. Untuk sementara masih bisa diatasi. Anak-anak juga masih sehat-sehat,”katanya.

Manager Pelindo Ende, Cjartea Sugmana saat ditemukan di ruang kerjanya mengakui saat ini perlayaran diberhentikan sementara karena cuaca ekstrim. “Betul, semua belum bisa operasi. Kami masih menunggu informasi dari BMKG,”pungkas dia.

Sugmana memperkirakan informasi baru dapat diperoleh dalam waktu dekat ini jika semua kapal bisa beroperasi atau tidak. Ia mengharapkan para rombongan tidak dipaksakan untuk berlayar mendadak karena gelombang laut masih tinggi.

“Nanti kita informasikan kalau sudah bisa berlayar. Dan rombongan jangan dipaksa untuk berlayar,”kata dia.(Ian Bala)

Sambut Idul Fitri, Umat Muslim Ende Dapatkan Paket Sembako

Next Story »

Savana yang Mulai Kering, Ratusan Ternak Terancam Mati

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *