Anak-anak akan Dikenalkan dengan Olahraga Tradisional

ENDE, FBC-Olahraga tradisional yang dulu menjadi andalan nenek moyang kini perlahan mulai punah. Sementara anak-anak jaman ini selalu merasa asing bila diminta bermain permainan tradisonal itu.

Hal ini dikatakan Emanuel Taji, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Mudora), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ende kepada  FBC di ruang kerjanya, Selasa (1/07/2015).

Emanuel Taji, Kabid Mudora pada Dinas PPO Kabupaten Ende saat ditemui FBC di ruang kerjanya. (Foto : FBC/Ian Bala)

Emanuel Taji, Kabid Mudora pada Dinas PPO Kabupaten Ende saat ditemui FBC di ruang kerjanya. (Foto : FBC/Ian Bala)

“Anak-anak menjadi asing kalau bermain olahraga itu. Mungkin anak-anak di kampung-kampung yang masih terawat. Kalau di kota sudah jarang sekali,”kata Emanuel

Menurut Emanuel, upaya untuk melestarikan kembali pihaknya akan menyelenggarakan program dari Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Olahraga Kemenpora tentang permainan tradisional. Program tersebut bertujuan untuk menghidupkan berbagai jenis permainan tradisional warisan leluhur.

Selain itu, kata Emanuel,  olahraga tradisional diupayakan untuk sejajar dengan cabang olahraga lainnya agar dikenalkan kembali kepada peserta didik mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

“Olahraga tradisional ini adalah bagian dari warisan nenek moyang. Jadi kita upaya untuk melestarikan kembali,”ujar mantan Lurah Onekore itu.

Ia menjelaskan program tersebut akan berjalan pada akhir Agustus nanti. Beberapa jenis olahraga tradisional diantaranya permainan terompah panjang, lari balok, permainan egrang dan permainan dagongan.

Dia menuturkan, beberapa permainan lain seperti permainan gasing, permainan meriam bambu dan lainnya akan berkembang selanjutnya. Namun, katanya, sebelumnya akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya kepada peserta didik dan pemuda-pemuda lainnya.

“Kita lebih fokus kepada anak-anak karena ini adalah permainan mereka. Tapi nanti akan sosialisasi lebih dulu pada bulan depan,”katanya.

Dia menjelaskan permainan yang akan digelar bulan Ägustus nanti akan ditampilkan 25 sekolah dasar sekabupaten Ende. Masing-masing sekolah akan diutus 20 peserta. Saat ini pihaknya masih mengedarkan undangan ke setiap sekolah.

Dia mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk membangkitkan kembali olahraga tersebut. Ia pun berharap dukungan dari berbagai elemen budayawan Ende-Lio dan pihak akademisi.

Budayawan Ende  Albert Bhisa, saat dihubungi FBC melalui telepon,  budayawan Ende. Saat dihubungi melalui seluler, Selasa  (1/7/2015), menyatakan setuju dan mendukung upaya memperkenalkan kembali permainan tradisonal tersebut.

“Program ini saya sangat setuju karena untuk membangun kembali warisan leluhur. Kalau kita amati permainan ini sudah langkah dimainkan,”ujar Albert.

Dia mengharapkan program ini terus berjalan sehingga membangkitkan semangat-semangat tradisional. Dia menilai permainan tradisional dapat menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan solid.

“Semangat tradisional dapat membuat pribadi kita menjadi solid. Ini terbukti seperti kehidupan nenek moyang dahulu.”Katanya. (Ian Bala)

Surva Uran Terpaksa Tarik Keterangan, Pater Vande Diancam Polisi

Next Story »

Pedagang TPI Langgar Kesepakatan, Pasar Tengah Kota Kembali Dibuka

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *