Warga Lembor Keluhkan Buruknya Infrastruktur Publik

LABUAN BAJO, FBC-Letak Kampung Tando, Wae Mata, Leweng dan Nangka di Desa Liang Sola, Kecamatan Lembor bukan terbilang wilayah terpencil. Kampung-kampung tersebut terletak tidak jauh dari jalur jalan raya trans Flores. Namun tengoklah kondisi infrastruktur seperti jalan, listrik dan air bersih sungguh memprihatinkan.

Jalan menuju Kampung Tando misalnya, pernah ditelfor pada masa kepemimpinan Bupati Fidelis Pranda (2005-2010), namun hingga kini tidak pernah diaspal. Sementara beberapa ruas jalan yang diaspal kini kembali hancur karena tidak dirawat atau ditingkatkan kualitas pembangunannya. Kisah sulitnya akses jalan di wilayah itu seolah sudah menjadi ceritra lama yang terus dituturkan secara berulang.

Hingga kini potret buram aksesibilitas pelayanan publik khususnya jalan sudah menjadi keluhan sebagian besar warga di wilayah ini. Pantauan FBC, beberapa waktu lalu, kondisi jalan serupa dialami oleh warga di Desa Wae Kanta dan Pong Majok.

Ruas jalan yang menghubungkan beberapa kampung di kawasan itu dalam kondisi rusak dan sebagian besar masih berupa jalan tanah padahal, kawasan tersebut merupakan salah satu kantong utama produksi beras dan tanaman perdagangan.

Selain jalan yang buruk, infrastruktur publik lainnya seperti fasilitas sekolah, tempat ibadah, listrik dan air bersih masih menjadi persoalan yang dihadapi lebih dari 5.000 warga di wilayah itu.

Gedung gereja yang nyaris ambruk termakan usia. (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Gedung gereja yang nyaris ambruk termakan usia. (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Kondisi sekolah di Kampung Nara Desa Wae Kanta misalnya, sebagian fasilitas sekolah dalam kondisi rusak dan masih sangat terbatas. Sejumlah fasilitas publik lainnya seperti gedung gereja pun kini nyaris ambruk lantaran termakan usia.

Kepala Sekolah (Kasek) SD Inpres Nara Yohanes Raman menyebutkan, saat ini beberapa fasilitas sekolah sudah tersedia namun belum memadai demikian pula dengan gedung sekolah.

”Kami berharap tahun ini ada perbaikan, terutama gedung yang rusak,”ujarnya.Selain fasilitas sekolah yang belum memadai, akses jalan juga masih cukup sulit. Beberapa ruas jalan belum diaspal dan sebagian besar masih berupa jalan tanah. Hal ini menyulitkan arus mobilisasi dan transportasi di wilayah itu.(Kornelius Rahalaka)

Dana Bos Tahap Pertama Belum Cair, Sekolah Terpaksa Pinjam Dana dari Pihak Lain

Next Story »

Terjun Payung Meriahkan Acara Puncak Ekspedisi NKRI

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *