Tim Gabungan Temukan Makanan Kadaluarsa

Minuman kadaluwarsa ditemukan petugas gabungan saat razia mendadak. (Foto : FBc/Ian Bala)

Minuman kadaluwarsa ditemukan petugas gabungan saat razia mendadak. (Foto : FBc/Ian Bala)

ENDE, FBC-Petugas Pemantau Lebaran yang merupakan gabungan dari  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ende, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Polisi Pamong Praja Ende, Polres Ende dan pihak Kodim Ende, Kamis, (18/6/2015) merazia makanan kadaluarsa.

Aksi mendadak dalam rangka menertibkan makanan pada bulan puasa ini dilakukan  bersama Wakil Bupati, Djafar Ahmad di area pertokoan Ende.

Seperti yang disaksikan di toko Budi Karya, Jalan Pasar No. 37 Ende, beberapa makanan ringan berupa biskuit dan snack yang sudah kadaluarsa masih dipajangkan untuk dijual. Tim gabungan hanya mengambil beberapa sampel makanan ringan tersebut kemudian memberi peringatan kepada pemilik untuk tidak menjual.

Lusiana Wanu sedang menunjukan makanan berupa biskuit kadaluwarsa di toko Budi Karya. (Foto : FBC/Ian Bala)

Lusiana Wanu sedang menunjukan makanan berupa biskuit kadaluwarsa di toko Budi Karya. (Foto : FBC/Ian Bala)

“Baru seminggu kirim dari Surabaya. Kami tidak sempat lihat masa berlakunya,”ujar Alo Parera, pemilik toko Budy Karya.

Makanan berkadaluwarsa sejak bulan Februari hingga Mei 2015 namun masih menjual. Alasannya karena tidak memperhatikan masa berlakunya.

“Iya, sebelum itu kami jual. Kami tidak melihat masa berlakunya,”ujar Alo lagi saat ditanya FBC.

Alasan yang sama terjadi di toko Sanjaya. Di toko ini ditemukan beberapa jenis minuman seperti big cola, ice, canava. Minuman tersebut ditemukan di lemari es dan beberapa dos di toko itu.

“Tidak sempat cek itu pak. Kami langsung jual,”ungkap Maria Goreti, pemilik toko Sanjaya kepada petugas.

Para petugas mendata semua jenis makanan dan meneliti satu persatu. Beberapa makanan yang telah melewati masa berlakunya diambil sebagai sampel pembuktian.

Lusiana Wanu petugas dari Dinkes Ende mengatakan sudah dua kali melakukan sidak makanan di tahun ini. Sidak sebelumnya mendapatkan beberapa jenis makanan berkadaluwarsa pada toko yang sama.

“Sebelumnya juga sidak dan kami temu di toko yang sama seperti di Budi Karya. Kami sudah memberi peringatan untuk tidak di jual lagi,”ujar Lusiana

Langkah Hukum

Wakil Bupati Ende Djafar Ahmad di sela-sela kegiatan itu mengungkapkan apabila para pengusaha masih melanggar peringatan dari petugas gabungan tersebut maka akan diselesaikan dan diberhentikan ijinan melalui jalur hukum.

Ia mengatakan selama bulan suci tersebut petugas gabungan secara rutin melakukan razia jenis makanan. “Kalau masih membandel maka akan tindak lanjut melalui langkah hukum. Tahap ini kita himbau dulu dan berikutnya lagi kita mulai berantas makanan kadaluawarsa”ujar Djafar. (Ian Bala)

Jangan Paksakan Pembangunan Hotel di Pantai Pede

Next Story »

DPRD NTT Intensifkan Komunikasi Pembentukan DOB

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *