Tim Ekspedisi NKRI Temukan Kima Raksasa

Fosil Kima raksasa hasil temuan tim ekspedisi NKRI (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Fosil Kima raksasa hasil temuan tim ekspedisi NKRI (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

LABUAN BAJO, FBC-Tim Ekspedisi NKRI yang melakukan kegiatan penelitian di koridor wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur sejak 3 Februari 2015 lalu secara mengejutkan berhasil menemukan berbagai spesies jenis fauna dan flora yang tersebar di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. Salah satu temuan tim ekspedisi yakni kima raksasa berukuran panjang 105 cm dan lebar 75 cm. Kerang raksasa ini ditemukan tim peneliti di wilayah Kepulauan Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Hasil-hasil penelitian tim ekspedisi NKRI ini merupakan kerjasama antara TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara serta sejumlah Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Berbagai hasil temuan tim tersebut dipamerkan dalam acara puncak ekspedisi NKRI yang berlangsung di Pantai Nggurung Talo Labuan Bajo, Sabtu (6/6/2015).

Fosil kerang raksasa ditemukan oleh tim ekspedisi di dua lokasi berbeda di wilayah Kepulauan Alor yakni di Gunung Maru, Pulau Pura di atas ketinggian 140 mdpl dan di Pulau Buaya, Alor pada ketinggian 54 mdpl.

Di wilayah Gunung Maru, Pulau Pura, tim menemukan dua fosil kima dalam keadaan terbuka dan kondisinya menempel pada substrat berupa batuan sedimen yang berasal dari fosil terumbu karang dan batuan vulkanik.

Bebatuan unik yang ditemukan oleh tim peneliti ekspedisi NKRI. (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Bebatuan unik yang ditemukan oleh tim peneliti ekspedisi NKRI. (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Fosil yang ditemukan ini menurut tim, merupakan jenis tridacta maxima dan diduga spesies yang ditemukan adalah 5 individu tridacta maxima dan 1 individu tridacta gigas.

Fosil terumbu karang yang dijumpai di sekitar fosil kima adalah jenis genus tubipora (Alcyonacea atau stolonifica tubiporidae) Madreporania: Acriporidae) dan Favites (Sceleractinia atau Madreporania favildae).

Berdasarkan sejarah, hasil-hasil penelitian mengenai evolusi proses-proses geodinamika di Pulau Alor dan sekitarnya menunjukkan bahwa Pulau Alor dan wilayah Sunda Kecil (Lesser Sunda) secara umum merupakan dasar laut yang mengalami pengangkatan secara geologi. Pengangkatan tersebut berhubungan dengan proses-proses subduksi atau tumbuhan yang muncul antara lempeng Australia dan Eurasia termasuk back-arc thrusting.

Uniknya, proses pengangkatan dasar laut di Alor tersebut terjadi sangat cepat yaitu dua kali kecepatan dari proses pengangkatan yang juga terjadi di Pulau Atauro dan Sumba. Kecepatan pengangkatan di Alor adalah 1,0 -1,2 mm/tahun dan dimulai sejak 500.000 tahun yang lalu.

“Maka boleh dikatakan bahwa fauna dasar laut yang menjadi fosil di daratan Pulau Alor hingga lerengnya terjadi kira-kira 500.000 tahun yang lalu,”jelas Dyah N.H seorang peneliti.

Berdasarkan penelitian menyebutkan Kima dari genus Tridacna menempati habitat di zona litoral dengan menambat di dalam batu karang. Kima dari genus Hippopus berhabitat di area berpasir dan terumbu karang.

Pada umumnya, kima dijumpai pada perairan laut dangkal (hingga 20 M) yang jernih. Faktor cahaya sangat mempengaruhi karena simbiosis kima dengan fitoplanton Zooxanthella dari genus syimbiodinium.

Kima mandapatkan sebagian besar makanan dengan menyaring plankton dan air laut namun juga mendapatkan asupan nutrisi dari simbiosis fotosintetis zooxanthella.

Selain kima raksasa, berbagai jenis batuan ditemukan pula oleh tim ekspedisi NKRI seperti batu akik, pasir besi dan beragam fauna dan flora seperti bermacam jenis ular, sejumlah binatang liar endemic serta beranekaragam tumbuh-tumbuhan.

Kegiatan tim ekspedisi NKRI juga melakukan penelitian tentang kehidupan sosial budaya, tradisi dan ekonomi masyarakat di kawasan Bali dan Nusa Tenggara serta terkait dengan potensi bencana alam, pertahanan dan keamanan serta kawasan strategis lainnya untuk pengembangan ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan ke depan terutama di kawasan koridor Bali dan Nusa tenggara.(Kornelius Rahalaka)

Terjun Payung Meriahkan Acara Puncak Ekspedisi NKRI

Next Story »

Ebed de Rosary, Jurnalis Floresbangkit Juara I Lomba Foto Infrastruktur NTT

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *