Tanam Padi

Tanam Padi
Tanam Padi
Tanam Padi
Tanam Padi
Tanam Padi
Tanam Padi
Tanam Padi
Tanam Padi
Tanam Padi
Tanam Padi

PARA petani di Mbay, Kabupaten Nagekeo mulai melakukan penanaman padi secara serentak akhir Mei 2015 lalu. Pemkab Nagekeo akan melakukan penutupan irigasi pada awal September 2015. Dalam setahun akan dilakukan penutupan irigasi selama tiga bulan.

Pola buka-tutup irigasi ini mulai dirasakan manfaatnya. Sejumlah petani mengaku, produksi padi mereka mulai meningkat di awal panen, setelah penutupan air di November 2014 lalu. Pada triwulan pertama tahun ini, rata-rata petani mampu memproduksi 15 ton-16 ton beras di atas lahan seluas 1 hektar dengan harga jual berkisar Rp.8.000 – Rp.9.500 per kg.

Alexander (54), petani di kawasan Nila, Kecamatan Aesesa-Mbay mengatakan, pada panen di awal April 2015 lalu, produksi berasnya mencapai 4 ton. Sebelumnya, dia hanya memanen 2 ton-3 ton di atas lahan sawahnya seluas 50 are.

Luas lahan persawahan di kota Mbay mencapai 6.500 hektar. Seluruh irigasi sawah mengandalkan Bendungan Sutami yang diresmikan oleh Ir. Sutami (mantan Menteri Pekerjaan Umum) pada tahun 1975. Sejak itu Mbay mulai dikenal sebagai salah satu lumbung padi bagi Provinsi NTT. (*)

Foto & Teks: Yanto Mana Tappi

Mencumbu Pasir Putih Pulau Meko

Next Story »

Krisis Air Terus Menghantui Warga Labuan Bajo

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *