Rp 400 Miliar Untuk Pengembangan 14 Bandara di NTT

Pembangunan Bandara Komodo, Labuan Bajo (Foto : Dokumentasi Ian Bala)

Pembangunan Bandara Komodo, Labuan Bajo (Foto : Dokumentasi Ian Bala)

KUPANG. FBC- Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2015 mengalokasikan dana sekitar Rp 400 miliar untuk pengembangan 14 bandar udara (Bandara) di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Ada 14 bandara yang dikembangkan tahun ini dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) melalui Kementerian Perhubungan RI sebesar Rp 400 miliar,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTT Ricard Djamidi yang dihubungi di Kupang, Rabu, 10 Juni 2015.

Empat belas bandara yang dikembangkan tahun ini yakni Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur dengan nilai kurang lebih Rp 40 miliar dengan pekerjaan pelapisan landasan pacu. Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya yakni pengembangan gedung administrasi dengan nilai Rp 15 miliar.

Kadis Perhubungan NTT, Ricahrd Djami  (Foto: FBC- Bonne Pukan)

Kadis Perhubungan NTT, Ricahrd Djami (Foto: FBC- Bonne Pukan)

Adapun Bandara Frans Seda di Maumere Kabupaten Sikka dengan nilai Rp 35 miliar untuk pelebaran landasan pacu. Bandara Frans Sales Lega di Ruteng Kabupaten Mangarai senilai Rp 35 miliar untuk pengembangan gedung terminal. Bandara Hj Aroeboesman di Ende nilai Rp 10 miliar untuk pengembangan apron dan taxi way.

Bandara Mali di Kalabahi, kabupaten Alor nilai Rp 28 miliar untuk perpanjangan landasan pacu. Kabir di Pulau Pantar dana Rp 42 miliar untuk pembangunan bandara tahap II. Bandara Gewayang Tana di Larantuka Kabupaten Flores Timur Rp 3 miliar. Bandara Komodo, Labuan Bajo dengan nilai Rp 70 miliar untuk pelebaran landasan pacu.

Bandara Turelelo, Soa di Bajawa kabupaten Ngada senilai Rp 16 miliar untuk pelebaran apron. Bandara D.C Saudale Rote Ndao dengan nilai Rp 30 miliar untuk pelapisan landasan pacu. Bandara Terdamu di kabupaten Sabu Raijua Rp 12 miliar pelapisan landasan pacu. Bandara Wunuiito di Lewoleba Kabupaten Lembata senilai Rp 25 miliar untuk pelapisan landasan pacu.

Tahun ini, menurut dia, NTT mendapat alokasi dana untuk perhubungan dari APBN murni sebesar Rp 1 triliun lebih, dan perubahan sebesar Rp 4 miliar lebih. “Totapl dana pengembangan transportasi di NTT mencapai Rp 1,4 triliun lebih,” katanya.

Menteri perhubungan Ignatius Jonan saat berkunjung ke Kupang akhir pekan lalu mengatakan pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan semua bandara di NTT. “Indonesia Timur menjadi fokus pembangunan,” katanya. (Oni)

Festival Seni dan Budaya Lamaholot Hadir di Jakarta

Next Story »

DPD RI Bangun Gedung Aspirasi Rakyat Senilai Rp 21 Miliar

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *