Romo Wili : Selama Masih Ada Kemunafikan, Keadilan Tak Pernah Datang

LEWOLEBA, FBC-Pastor Kepala Paroki Santa Maria Baneaux Lewoleba, Romo Wilibrodus Olabaga, Pr, mengajak seluruh warga Lembata untuk berbakti demi kebenaran, bukan berbakti untuk sebuah kepalsuan. Menurutnya, selama masih ada topeng kemunafikan, topeng kepalsuan, dan topeng kebobrokan maka kebenaran dan keadilan tak pernah datang di bumi Lembata.

Romo Wilibrodus Olabaga, Pr, Pastor Kepala Paroki Santa Maria Baneaux Lewoleba sedang menyampaikan orasi dalam Mimbar bebas dalam rangka mengenang 2 tahun kematian Laurens Wadu, (Foto : FBC/Yogi Making)

Romo Wilibrodus Olabaga, Pr, Pastor Kepala Paroki Santa Maria Baneaux Lewoleba sedang menyampaikan orasi dalam Mimbar bebas dalam rangka mengenang 2 tahun kematian Laurens Wadu, (Foto : FBC/Yogi Making)

Seruan moral Pastor Paroki Lewoleba yang akrab disapa Romo Wili itu disampaikan saat berorasi dalam mimbar bebas yang digelar Forum Penyelamat Lewotana Lembata (FP2L) di halaman depan bekas kantor Bupati Lembata, Senin (8/6/2015). Mimbar bebas yang digelar pada pukul 15.30 itu dalam rangka memperingati 2 tahun kematian almahrum Laurens Wadu.

“Selama topeng kepalsuan, topeng kemunafikan dan topeng kebobrokan masih terpatri dalam diri setiap orang yang berkuasa untuk menegakan keadilan, maka Lembata akan terus menangis. Berbaktilah demi kebenaran dan jangan berbakti demi kepalsuan. Berbaktilah demi Lembata, dan jangan berbakti untuk kemunafikan,” seru Romo Wili dari atas sebuah mobil pic up.

Romo Wili dalam orasinya juga mengatakan, kendati sudah berjalan dua tahun, namun misteri kematian almahrum Laurens Wadu, belum juga terungkap tuntas. Peristiwa kematian serupa pun kembali menerpa Lembata dan membuat warga Jontona berduka. Gaspar Molan, salah satu saksi dalam kasus kematian Linus Notan, harus meninggal di tempat yang seharusnya aman. Tempat dimana dia datang untuk mengamankan dirinya.

“Hari ini, warga Jontona masih berduka karena salah satu warganya, Gaspar Molan meninggal di tempat dimana dia datang mengamankan dirinya. Kenapa dia yang harusnya aman dalam penjagaan aparat kepolisian harus meninggal dengan cara tak wajar? Siapa sebenarnya yang menyembunyikan kebenaran dari tanah ini?,” tanya

Sementara itu, Alex Murin, salah satu pentolan FP2L yang kini sedang berpekara dengan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur atas tuduhan penghinaan kepada Bupati Lembata saat berorasi, mengaku telah melakukan investigasi mendalam terhadap skenario kematian almahrum Laurens Wadu.

Dia mengatakan, FP2L siap membantu pihak penyidik baik itu penyidik Polres Lembata maupun Penyidik Polda NTT untuk membongkar semua misteri pembunuhan berencana di hutan Keam pada Sabtu, 8 Juni 2013 silam.

Selain itu, Alex juga menghimbau agar setiap orang yang mengetahui informasi terkait pembunuhan misterius di hutan Keam itu, untuk bersaksi demi menegakan kebenaran dan keadilan di tanah Lembata.

“Hasil investigasi kami bahwa, sebelum hari pembunuhan ada pertemuan disini dan ada pertemuan disana, serta orang-orang yang hadir dalam pertemuan itu. Semua informasi itu sudah kami kantongi dan kami siap membantu penyidik untuk membongkar semua kemunafikan yang selama ini tersebunyi. Saya ajak siapa saja yang tau akan informasi pembunuhan Laurens Wadu untuk jangan takut bersaksi. Bersaksilah demi kebenaran dan keadilan,” kata Alex.

Pantauan langsung FBC, Ratusan massa terlihat hadir dalam acara dimaksud. Ita Wadu, istri terpidana Vinsen Wadu yang di vonis penjara seumur hidup, karena dituduh sebagai dalang dari pembunuhan kakak kandungnya Laurens Wadu tampak hadir menyaksikan mimbar bebas.

Sesuai agenda, selain melakukan pawai keliling kota Lewoleba dan menggelar mimbar bebas, FP2L juga direncanakkan menggelar doa bersama yang berlangsung di sepanjang jalan, terhitung dari jalan depan rumah jabatan Bupati hingga ke makam Laurens Wadu. Aksi simpatik mengenang 2 tahun kematian Laurens Wadu itu akan di lakukan pada malam hari pukul 16.30. (Yogi Making)

Gunung Batutara Masih Berstatus Normal

Next Story »

Warga Reka Ditemukan Tak Bernyawa di Tangga Alam

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *