Ribuan Warga Sikka Turun ke Jalan Sambut Azizah

Ribuan warga masyarakat yang menyambut kedatangan Azizah di pasar Geliting.( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Ribuan warga masyarakat yang menyambut kedatangan Azizah di pasar Geliting.( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

MAUMERE, FBC - Puluhan ribu warga masyarakat kabupaten Sikka, Sabtu (30/05/2015) memadati pasar eks pasar bongkar Geliting dan sepanjang jalan Achmad Yani, Raja Centis dan komplek pertokoan kota Maumere guna melihat dari dekat Azizah, salah satu putri kabupaten Sikka yang masuk empat besar kontes dangdut Indonesia ( KDI ). Bukan hanya melihat Azizah, warga juga ingin melihat dari dekat sosok Berta salah satu dewan juri KDI.

Ibu Else (45)salah seorang Warga Orinmude desa Kokowahor kecamatan Kangae yang datang bersama anak dan seluruh sanak keluarganya saat ditemui FBC, di pinggir jalan pasar Geliting mengatakan, dirinya bersama keluarga selama ini hanya menonton Azizah di televisi saja. Setelah mendegar lewat radio Azizah akan disambut di Geliting dirinya hadir dan ingin melihat Azizah secara langsung dari dekat.

“ Saya senang karena Azizahbisa memperkenalkan kabupaten Sikka dan mempromosikan Maumere “ ujarnya bangga.

Hal senada juga disampaikan Siti Daviah (36) warga desa Geliting kecamatan kewapante yang ikut hadir bersama belasan ibu-ibu tetangga rumahnya. Kehadirannya di Geliting sebut Siti karena setiap malam selama Azizah tampil mereka selalu menontonnya sehingga penasaran ingin melihat wajah Azizah langsung. Dikatakan Siti warga di desanya tiap malam begadang terus menonton penampilan Azizah.

“ Warga sudah bersiap diri kalau sudah jam 7 malam. Yang di kebun saja jam 4 sudah pulang ke rumah. Warga yang tidak punya televisi menonton di rumah tetangga jadi suasananya ramai,“ tuturnya.

Hampir setiap hari lanjut Siti yang biasa berjualan ikan di sekitar pompa bensi Waipare, warga selalu berbicara tentang Azizah. Di mana-mana orang selalu omong tentang penampilan Azizah malam sebelumnya.

Azizah sambungnya sudah seperti artis saja meski belum menjuarai KDI. Hadirnya Azizah ungkap Siti, bisa mempersatukan semua warga masyarakat kabupaten Sikka.

“ Tak ada lagi yang ribut-ribut. Pencurian pun berkurang sebab semua orang menonton televisi sampai jam 2 subuh. Pesta pun sepi kalau Aziah mau tampil sebab semua orang jam 9 sudah pulang nonton televisi,” tambahnya.

Keributan Kecil

Disaksikan FBC ribuan warga sudah memadati pasar Geliting sejak pukul 13.00 wita. Azizah yang dijadwalkan tiba di Geliting jam 14.00 wita terlambat dan tiba sekitar pukul 15.00 wita.

Sejak tiba di bandara Gewayan Tana Larantuka, Azizah disambut ribuan orang bahkan sepanjang jalan sejak masuk di wilayah kabupaten Sikka tepatnya di kecamatan Talibura, mobil Azizah selalu dicegat warga.

Konvoi ribuan kendaraan sepanjang sekitar satu kilometer menyertai Azizah dan rombongan memasuki kota Maumere. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Konvoi ribuan kendaraan sepanjang sekitar satu kilometer menyertai Azizah dan rombongan memasuki kota Maumere. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Saat tiba di Geliting, rombongan dari panitia sukses Azizah sudah menyiapkan acara penyambutan yakni sapaan adar dan Huler Wair yang dilanjutkan dengan pengalengan selendang untuk Azizah dan Bertha serta rombongan oleh kepala sekolah SMK Yohanes XXIII.

Sebelumnya Azizah disambut oleh tarian oleh teman sekolah Azizah. Namun oleh pihak management Azizah dan manager yang duduk di kap atas mobil pick up tidak diperkenankan turun oleh managementnya.

Warga masyarakat, pihak sekolah dan panitia sukses Azizah sempat bersitegang dengan mangement. Warga bahkan tidak memberikan jalan bagi mobil Azizah untuk lewat sebelum dilakukan ritual Huler Wair.

Situasi sempat tegang, teriakan dan umpatan kepada management dari warga masyarakat membuat suasana semakin gaduh dan tegang. Barisan warga pun semakin rapat dan menutupi jalan raya sehingga membuat aparat kepolisian kewalahan dan bekerja keras meminta warga membuka jalan. Akhirnya Azizah bersedia turun dari mobil dan setelah Huler Wair Azizah langsung ditarik management untuk menaiki mobil.

“ Kami semua warga Maumere ini baik panitia sukses Azizah dan pihak sekolah yang mendukung Azizah dengan membuat nonton bareng, memberi sumbangan dana dan mengirimkan sms dukungan. Banyak yang mendekat dan sok pahlawan saat melihat Azizah mulai sukses seolah mereka paling berjasa,“ gumam Hendrik salah seorang warga Geliting.

Tutup Jalan

Azizah terpaksa duduk di atas kap mobil pick up agar bisa menyapa puluhan ribu warga yang berjejer sepanjang ±10 kilometer sejak dari Geliting hingga kediaman Azizah di kampung Beru Maumere. Saat tiba di patung Teka Iku, Azizah dan rombongan kembali disambut dengan tarian oleh sanggar Bliran Sina dan sebelum measuki kediamannnya Azizah pun kembali disambut di depan jalan oleh musik kampung yang dimainkan warga Beru.

Ribuan sepeda motor dan puluhan mobil ikut mengarak Azizah keliling kota Maumere. Sepanjang jalan warga terlihat berdiri di pinggir jalan dan membuat jalan raya semakin sempit dan menyebabkan kemacetan hingga 3 jam.

Jalan negara trans Flores yang baisanya dua jalur hanya dipakai satu jalur saja akibat membludaknya kendaraan dimana lajur jalan ke arah timur ditutup. Begitu juga areal jalan sepanjang rute yang dilewati rombongan pun ikut ditutup satu jalurnya dan kendaraan dari jalur tersebut dipaksa menepi sementara.

Usai beristirahat sebentar di kediamannya, Azizah menuju sekolahnya SMK Yohanes XXIII untuk bertatap muka sekitar 15 menit. Ribuan warga pun sudah menunggu didepan jalan masuk ke komplek sekolah. Azizah yang turun berjalan dan memegang tongkat mayoret yang diberikan teman sekolahnya terpaksa dikawal ketat polisi.

Usai Azizah masuk, pintu gerbang sekolah langsung ditutup guna menghalangi masyarakat yang berebutan menyalami bahkan memeluk Azizah. Meski demikian satu dua orang masih lolos dan berebutan memegang tangan Azizah sebelum dihalau anggota polisi.

Azizah hanya mengucapkan sepata dua kata dan berpose bersama ketua yayasan, kepala sekolah dan para guru sesudah itu langsung dikawal ketat kembali ke rumahnya untuk berisitirahat.

Azizah dijadwalkan akan menghibur warga kabupaten Sikka jam 21.00 wita selama sekitar satu jam sebelum kembali ke rumah untuk beristirahat sebab keesokan paginya harus bersiap kembali ke Jakarta untuk pentas nanti malamnya. (ebd)

Warga Maumere Gembira Sambut Azizah

Next Story »

Mesti Bentuk Tim Khusus Pengelola Situs Bung Karno

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *