Pusara Pengingat

Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat
Pusara Pengingat

BAGI sebagian orang yang gemar melakukan perjalanan melintasi Jalan Trans Flores yang menghubungkan Labuan Bajo di sisi Barat hingga Larantuka di belahan Timur, akan menemui pusara maupun monumen di tepi jalan sepanjang 666 kilometer itu. Selain menawarkan kemewahan berupa pemandangan alam yang elok dengan bukit, kebun, dan sawah berbentuk jaring laba-laba (lingko), Trans Flores juga menawarkan ‘teror mental’ berupa jalan seribu kelok dan itu tadi, pusara korban kecelakaan di tepi jalan.

Pusara atau beberapa berupa monumen ini tentu sebagai pengingat bagi pengguna jalan agar berhati-hati melintas di Trans Flores yang penuh kelokan, dan minim rambu jalan. Belum lagi munculnya pengendara yang ugal-ugalan akibat pengaruh moke (tuak), dan beberapa ruas jalan yang tidak layak dilalui. Semoga pusara-pusara ini menjadi pengingat, bahwa sebagai pengguna jalan kita memiliki keluarga yang sedang menunggu kehadiran kita di tengah keluarga. (*)

Foto & Teks: Karolus Naga

Merekam Komodo

Next Story »

Tuhuk Kelewo

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *