Poskesdes Mukureku Mubazir, Warga Minta Pemerintah Siapkan Tenaga Kesehatan

Pos Kesehatan Desa atau Poskesdes Mukureku Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende saat ini dinonaktifkan atau mubazir akibat ketiadaan tenaga kesehatan. (Foto : FBC/Ian Bala)

Pos Kesehatan Desa atau Poskesdes Mukureku Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende saat ini dinonaktifkan atau mubazir akibat ketiadaan tenaga kesehatan. (Foto : FBC/Ian Bala)

ENDE, FBC-Pos Kesehatan Desa atau Poskesdes Mukureku Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende saat ini dinonaktifkan atau mubazir akibat ketiadaan tenaga kesehatan. Poskesdes ini hanya berjalan selama empat tahun sejak diresmikan pada tahun 2008.

Hingga kini, masyarakat yang notabene bertani itu harus menempuh perjalanan kurang lebih 6 kilometer menuju pusat kecamatan untuk memeriksa kesehatan mereka. Poskesdes yang sudah berusia tujuh tahun itu, tidak memiliki tenaga medis hingga manajemen didalamnya nampak lumpuh total.

Seperti yang disaksikan FBC saat berkunjung ke Desa Mukureku pada Sabtu (13/6/2015), pintu Poskesdes tertutup rapat tanpa pengoperasian. Bangunan itu tampak masih sangat mulus dan layak menjadi tempat pemeriksaan kesehatan. Hanya saja rumput di sekitar bangunan itu bertumbuh subur mengelilinginya.

Menurut informasi yang diperoleh dari Sekretaris Desa bahwa pihak Pemerintah tingkat desa pernah mengajukan permohonan tenaga kesehatan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Ende, namun hingga saat ini belum terealisasi. Selama ini, masyarakat memeriksa kesehatan di Puskesmas Kecamatan yang harus ditempuh dalam waktu yang cukup lama.

“Dari sini ke kota kecamatan cukup jauh. Masyarakat terpaksa periksa disana. Kami sudah mengajukan ke Pemda Ende, tapi sampai saat ini belum drop tenaga kesehatan,”ujar Sekdes Alosyius Geke di kampung Mukureku.

Selama ini, kata Alosyius pelayanan terpadu dilakukan di rumah-rumah warga. Masyarakat tidak menggunakan poskesdes dan mereka menganggap bahwa bangunan tanpa penghuni tersebut hanya menghabiskan anggaran tanpa ada petugas kesehatan.

“Memang masyarakat pernah mengadu ke kami. Kami sudah sampaikan itu kepada Pemda tapi hasilnya seperti sekarang ini,”kata Sekdes Alosyius.

Dengan topografi desa perbukit-bukit dan sulit dijangkau dari dusun satu dan lainnya, ia mendesak agar bisa mengakomodir permohonan tersebut. Dia mengharapkan Pemerintah tingkat Kabupaten dapat menempatkan satu atau dua orang petugas pelayanan kesehatan di desa itu untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat.

Keluhan lainnya pun diungkapkan beberapa warga setempat. Mereka menginginkan keberadaan petugas kesehatan tetap di Poskesdes tersebut.

“Kami sudah lama mengharapkan tenaga kesehatan. Selama ini kami periksa di puskesmas kecamatan dan menurut saya itu sangat jauh dan menyesatkan,”ungkap Maria Martina, salah seorang ibu dari desa Mukureku.

Maria dan beberapa ibu lainnya, saat ditemui FBC pada hari yang sama mengungkapkan kekesalannya keberadaan Poskesdes yang sudah tidak berlaku lagi. Tentang kesehatan, kata mereka merupakan sesuatu hal yang mesti diprioritaskan oleh Pemerintah sebab bersentuhan langsung dengan hidup dan mati.

Pembangunan infrastruktur lainnya, tambah Maria itu bagian dari pembangunan berikutnya. Baginya, kesehatan perlu diutamakan sehingga masyarakat tidak merasa cemas dan bisa beraktivitas bertani seperti biasanya.

“Disini banyak yang kena penyakit malaria dan muntaber, pak! Jadi kami harus lari jauh kesana puskemas kecamatan. Ini mungkin hal yang sulit buat kami disini. Kami sangat butuh tenaga kesehatan,”kata Maria.

Maria dan beberapa ibu itu meminta Pemerintah untuk sesegera mungkin menempatkan kembali tenaga kesehatan di Poskesdes sehingga tidak sekedar bangunan kosong. Mereka pun meminta Pemerintah Desa kembali berkomunikasi dengan Pemerintah tingkat Kabupaten.

“Sekali lagi, kami hanya minta tenaga kesehatan. Pemerintah desa mungkin bisa sampaikan lagi ke Bupati khusus tenaga kesehatan. Kami harap itu pak,”pungkas Maria dan beberapa warga setempat.(Ian Bala)

Pemerintah Promosi Puncak Ile Lewotolok, Pos Pemantau Ingatkan Wisatawan

Next Story »

Lima Pelabuhan Laut di Flores Timur dan Lembata Siap Layani Pemudik

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *