Peringati Hari Lahir Pancasila, Menteri Pariwisata Kunjungi Ende

Sejumlah siswa siswi dari berbagai sekolah melintas area Taman Bung Karno yang telah terdapat di titik nol kota Ende usai mengikuti upacara bendera memperingati Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni. (Foto : FBC/Karolus Naga)

Sejumlah siswa siswi dari berbagai sekolah melintas area Taman Bung Karno yang telah terdapat di titik nol kota Ende usai mengikuti upacara bendera memperingati Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni. (Foto : FBC/Karolus Naga)

ENDE, FBC-Memperingati hari lahirnya Pancasila di Ende kali ini, Senin (1/6/2015), Menteri Pariwisata Arief Yahya bertindak selaku inspektur upacara di Lapangan Pancasila Ende. Menteri Arief Yahya didampingi Dirjen Pariwisata Indonesia Dadang Rizki.

Dalam amanah singkatnya, Menteri Arief Yahya mengatakan Ende merupakan daerah yang berperan penting tentang ideologi bangsa yang menjadi landasan utama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kota Ende merupakan kota konsep terhadap semua daerah di tanah air seperti amanah dalam butir-butir Pancasila yang dicetuskan oleh Soekarno.

“Hadirin, bila kita melihat sejarah, Ende memiliki peranan yang sangat penting dalam perjalanan Pancasila. Di kota Ende ini, Bung Karno menemukan perwujudan konsep dan gagasannya tentang bangsa dan tujuan negara,”kata Menteri Arief

Menteri Pariwisata sedang menerima Lambang Burung Garuda dari Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad di Pelabuhan Soekarno dan dilanjutkan parade darat. (Foto: FBC/ Ian Bala)

Menteri Pariwisata sedang menerima Lambang Burung Garuda dari Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad di Pelabuhan Soekarno dan dilanjutkan parade darat. (Foto: FBC/ Ian Bala)

Dihadapan peserta upacara, Menteri Arief menegaskan rakyat Indonesia diharapkan terus menjalani perjuangan yang telah dilakukan Bung Karno. Aktualisasi nilai-nilai Pancasila kiranya sebagai pedoman perjalanan bangsa dan negara Indonesia.

“Meskipun kita berbeda suku, agama dan adat istiadat kita bisa menjadi bangsa yang besar yang kuat dan maju dimasa yang akan datang,”ujarnya.

Ia menjelaskan acara refleksi Pancasila yang ke-70 tersebut diharapkan membawa perubahan dan perdamaian bagi masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai ideologi falsafah bangsa sebagai pilar atau pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tantangan yang kita hadapai semakin kompleks baik nasional, regional maupun global. Dengan ini maka kita harus memiliki solusi yang tepat sesuai perencanaan dan prasyarat dengan Pancasila sebagai pemandu arah bagi bangsa dan negara untuk hari ini, esok dan masa depan,”katanya.

Upacara Memperingati lahir Pancasila yang ke-70 ini memilih tema, “Pancasila Rumah Kita, Dari Ende Untuk Indonesia”. Upacara dihadiri sejumlah elemen masyarakat serta pelajar di Kabupaten Ende.

Usai memimpin upacara bendera, Menteri Arief yang didampingi Dirjen Pariwisata Indonesia Dadang Rizki, Kadis Pariwisata NTT Mariaus Jelamu, Bupati Ende Marsel Petu, Ketua DPRD Ende, Hery Wadhi serta sejumlah undangan lain menuju Taman Bung Karno untuk menanamkan pohon cendana yang dipandu oleh panitia.

Setelah itu, Menteri Arief bersama rombongan menerima peserta parade laut dari Pulau Ende yang didampingi Wakil Bupati Ende, Djafar Ahmad di Pelabuhan Soekarno. Mereka membawakan lambang burung Garuda dan spanduk yang betulis ” Pancasila Rumah Kita, Dari Ende Untuk Indonesia”

Acara kemudian dilanjutkan dengan parade darat menuju tempat-tempat persinggahan Soekarno masa pengasingan yaitu POM Ende, Rumah Pengasingan Bung Karno, Gedung Imaculata, Makam ibu Amsih dan berakhir di bawah pohon Suku Taman Permenungan Bung Karno. (Ian Bala)

Pembabatan Hutan Mangrove, Pemkab Mabar Harus Bertindak Tegas

Next Story »

Menteri Arief : “Potensi Pariwisata Besar, Namun Kurang Dipromosi”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *