Pemerintah Promosi Puncak Ile Lewotolok, Pos Pemantau Ingatkan Wisatawan

Kawah gunung Ile Lewotolok, daya tarik wisata sekaligus ancaman bahaya (foto FBC/Yogi Making)

Kawah gunung Ile Lewotolok, daya tarik wisata sekaligus ancaman bahaya (foto FBC/Yogi Making)

LEWOLEBA, FBC-Ile Lewotolok, atau gunung Ile Ape, menjadi destinasi andalan dan terus dipromosi dalam setiap ajang festival pariwisita Kabupaten Lembata. Selain karena Ile Lewotolok menampilkan pemandangan alam yang menawan, gunung dengan dengan ketinggian 1.450 meter itu memiliki kawah seluas lapangan bola kaki.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Longginus Lega, Kamis (11/6/2015) kepada FBC di kantor DPRD Lembata menjelaskan hal ini.

Menurutnya, trekking ke puncak Ile Lewotolok masuk dalam kegiatan utama di ajang festival Bahari Nuhanera yang terhubung dengan sail Indonesia juga ajang festival Budaya Lamaholot dan Tenun Ikat Kabupaten Lembata. Dua ajang promosi pariwisata kabupaten Lembata itu akan digelar bulan Agustus sampai September 2015 mendatang.

“Trekking ke puncak Ile Ape selalu kita tawarkan dalam setiap ajang festival prmosi pariwisata. Dalam beberapa bulan mendatang yakni pada 13 Agustus sampai 2 September 2015 akan di gelar vestifal Bahari Nuhanera yang terkonek dengan Sail Indonesia.

Sementata festival Budaya Lamaholot dan Tenun Ikat akan digelar pada 28 September sampai 1 Oktober 2015,” jelas Longginus.
Di jelaskan pula, dalam festival bahari Nuhanera, akan digelar lomba foto bawah laut yang mengambil fokus alam bawah laut di teluk Nuhanera, kecamatan Lebatukan. Dalam ajang ini akan diikuti oleh wisatawan asing dan wisatawan dalam negeri.

Terkait promosi wisata ke puncak gunung Ile Ape, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dalam sebuah kesempatan di Ile Ape sempat melempar ide untuk dilaksanakan ajang pertandingan sepak bola unik karena mengambil tempat didalam kawah gunung Ile Lewotolok. Ditanya tentang hal itu, Kadis Budpar Lembata Longginus Lega membantah.

“Tidak ada ajang sepak bola di puncak, tetapi trekiing ke Ile Lewotolok itu merupakan salah satu tawaran utama bagi pariwisata Lembata,” katanya.

Ancaman Gas Beracun

Semetara itu staf Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Petrus Tupen Taran dikonfirmasi media ini Senin (8/6/2015) mengingatkan setiap pendaki untuk tidak berlama-lama berada di dalam kawah gunung Ile Lewotolok.

Menurutnya, peringatan ini penting untuk diketahui oleh setiap pendaki karena selain sifat gunung yang sewaktu-waktu berubah, namun kawah bekas letusan di puncak Ile Ape itu pun mengandung bahaya gas beracun, terutama saat cuaca mendung juga saat kecepatan anggin yang lemah.

“Jangan pernah berpikir bahwa disitu adalah kawah mati, tidak ada kawah gunung berapi yang disebut dengan kawah mati. Area itu adalah area merah, yang terpantau dengan suhu udara rata-rata 100° c, disamping itu, kawah Ile Lewotolok adalah titik kegiatan solfatara yang mempunyai unsur utama adalah gas beracun dan belerang,” jelas Tupen Taran.

Ditambahkan lagi, kendati bersifat berat, namun gas beracun di kawah gunung Ile Ape itu cepat terurai oleh suhu panas dan kecepatan angin, karena itu, aktivitas apapun yang berhubungan dengan puncak Ile Lewotolok, hendaknya disesuaikan dengan kondisi cuaca dan selalu dikoordinasikan dengan pos pemantau gunung, agar terpantau dan bisa melakukan peringatan dini apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan status gunung.

“Status gunung itu tidak bisa diprediksi, sewaktu-waktu dapat berubah. Sekarang dalam kondisi normal, tetapi bisa saja satu jam berikut berubah. Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, kami berharap supaya setiap aktivitas apapun yang berkaitan dengan puncak gunung selalu dikoordinasikan dengan kami. Selain itu, saya perlu ingatkan pendaki untuk selalu sesuaikan dengan kondisi cuaca. Apabila mendung, dan kondisi angin yang lemah, sebaiknya aktivas ke puncak ditunda saja,” kata Tupen Taran mengakhiri perbincangan. (Yogi Making)

Pelindo Maumere akan Lakukan Penataan Pelabuhan Laurens Say

Next Story »

Poskesdes Mukureku Mubazir, Warga Minta Pemerintah Siapkan Tenaga Kesehatan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *