Pelabuhan Larantuka Rusak Berat, Syahbandar Hanya Diam

LARANTUKA, FBC - Kantor Kesyabandaran dan Otoriras Pelabuhan (KSOP) Larantuka diminta segera memperbaiki dermaga Larantuka yang mengalami kerusakan di beberapa bagian. Perbaikan ini penting sebab banyak bagian dermaga yang rusak dan mengancam keselamatan kapal yang akan sandar.

Demaga lama Larantuka yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dipergunakan kapal penumpang untuk bersandar. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Demaga lama Larantuka yang mengalami kerusakan sehingga tidak dapat dipergunakan kapal penumpang untuk bersandar. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Hal ini dikatakan Ali Usman salah seorang anak buah kapal yang ditemui FBC, Jumat ( 19/06/2015 ). Dituturkan Ali, pihak Syahbandar harusnya melihat bahwa banyak fasilitas seperti tempat menambatkan tali maupun bantalan dermaga yang sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan lagi.Kerusakan paling parah tuturnya, terjadi di dermaga yang berada di sisi tengah antara dermaga peti kemas dan dermaga kapal penumpang di sisi timur.

Selain dermaga yang rusak dan terlantar, Ali juga meminta agar syhabandar memperbaiki jalan di areal pelabuhan. Sudah sejak dahulu kala jalan ini tidak disemen dan masih merupakan jalan tanah. Meski sudah berlubang papar Ali, Syhabandar hanya melihat saja tanpa ada rencana perbaikan meski kepala Syahbandar sudah mengalami pergantian beberapa kali.

“ Kalau dahulu saat kepala Syahbandar dipegang pak Domi hal ini sudah dibicarakan dan memang ada rencana perbaikan namun setelah beliau pindah tak ada upaya untuk perbaikan “ ujarnya.

Tidak Tahu

Kepala Syahbandar Larantuka yang ditemui FBC, Jumat (19/06/2015 ) di kantornya tidak bersedia memberikan keterangan dan FBC diarahkan bertemu Wayan Adisucipto petugas lalu lintas angkutan laut. Wayan yang diwawancarai FBC terkesan tidak paham dan tidak mengetahui rencana kerja kepala Syahbandar yang baru menjabat sekitar 2 bulan. Saat ditanyai FBC apa ada rencana perbaikan dan pengembangan pelabuhan ke depannya, Wayan mengatakan tidak mengetahuinya.

Wayan Adisucipto, bagian lalu lintas angkutan  laut KSOP Larantuka. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Wayan Adisucipto, bagian lalu lintas angkutan laut KSOP Larantuka. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

“ Karena ada pergantian kepala dimana pak Domi dua kali diganti, terus terang saya juga kurang tahu program ke depannya “ kata Wayan.

Masalah lahan di areal pelabuhan sekarang ini sebut Wayan, sangat terbatas sehingga tidak mungkin dilakukan pengembangan di sisi barat. Ketika ditanyai FBC, ada rencana untuk pengembangan pelabuhan khusus bongkar muat barang di Lato yang berada di pantai utara, Wayan mengakui memang ada rencana seperti itu dan harus dibangun di luar kota tapi belum ada lagi konfirmasi ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akibat adanya pergantian pimpinan.

Perbaikan lantai pelabuhan papar Wayan, memang sudah ada rencana untuk diperbaiki tahun 2015 ini termasuk bantalan dan tempat mengikat tali kapal. Itu juga sebut Wayan merupakan sebuah keharusan. Jadi memang belum ada program pembenahan, Wayan menyebutkan program kepala syahbandar yang baru masih belum disusun dan dirinya belum tahu persis apa rencana ke depannya.

Lantai Berlubang

Disaksikan FBC, dermaga pelabuhan Larantuka mengalami berbagai kerusakan parah yang sangat menganggu kenyamanan dan keamanan kapal saat bersandar. Sisi timur dermaga peti kemas baru yang merupakan dermaga lama, temboknya mengalami kerusakan dimana batu – batu terlihat mencuat ke permukaan dermaga akibat lapisan semen tergerus air.

Kerusakan yang lebih parah terjadi di sebelah dermaga yang kerap dipergunakan kapal penumpang tujuan Lewoleba, Waiwerang maupun Tobilota. Tembok dermaga ambruk dan jatuh ke laut bahkan ada yang masih tertahan ditangga.Hal ini menyebabkan tangga tersebut tak bisa dipergunakan untuk naik turun penumpang saat air laut sururt.

Sisi dermaga kapal penumpang tujuan Adonara dan Lembata yang ambruk ke laut dan sebagian memenuhi bagian tangga. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Sisi dermaga kapal penumpang tujuan Adonara dan Lembata yang ambruk ke laut dan sebagian memenuhi bagian tangga. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Bantalan penahan kapal di sisi luar dermaga sudah tidak terlihat. Selain itu tempat menambatkan tali kapal juga ada yang sudah rusak dan tidak bisa dipergunakan. Beberapa yang masih berfungsi pun bernasib sama. Penahan bagian atasnya sudah tak ada lagi sehingga tali yang ditambatkan disana mudah terlepas.

Selain itu, lantai pelabuhan dipenuhi tanah dan berdebu. Lubang – lubang terlihat hampir di semua bagian dermaga khususnya dermaga kapal penumpang tujuan Adonara maupun Lembata. Aspal jalan terkelupas sementara itu lantai semen pun mengalami hal serupa. Selain bisa mengakibatkan kecelakaan,rusaknya beberapa fasilitas pelabuhan berpotensi memperlambat kelancaran bongkar muat barang dan penumpang serta menyebabkan ketidaknyamanan.

Demaga baru yang kerap dijadikan tempat bersandar kapal penumpang Pelni pun bernasib sama. Tembok semen di beberapa bagian sisi dermaga retak dan terlepas. Tambatan tali dan lantainya pun bernasib sama. Meski umur dermaga terbilang baru dibandingkan dengan pelabuhan lama, namun kondisinya hampir sama. Jika tidak segera diperbaiki, dermaga yang sering dipakai bersandar kapal penumpang milik Pelni berukuran besar ini suatu saat akan menimbulkan kecelakaan. (ebd)

FP2L: Desak Bongkar Kasus Laurens Wadu, Bukan Upaya Menjatuhkan Bupati Lembata

Next Story »

Polisi Sebut Video Pembunuhan Laurens Wadu Tidak Terbukti

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *