Mesti Bentuk Tim Khusus Pengelola Situs Bung Karno

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, kolam air yang terdapat di Taman Bung Karno kembali diisi air setelah sekian lama dibiarkan mengering dan dipenuhi sampah. (Foto : FBC/IanBala)

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, kolam air yang terdapat di Taman Bung Karno kembali diisi air setelah sekian lama dibiarkan mengering dan dipenuhi sampah. (Foto : FBC/IanBala)

ENDE, FBC-Yayasan Ende Flores (YEF) meminta pemerintah untuk membentuk tim pengelola sejumlah Situs Bung Karno, lebih khusus Taman Permenungan Bung Karno (TPBK) di Ende. YEF menilai, Taman Bung Karno pasca dilakukan pemugaran dua tahun lalu kini diterlantaran.

Demikian disampaikan H. Djamal Humris, selaku pengawas situs dari Tim YEF saat dijumpai FBC belum lama ini di kediamannya, Kelurahan Mbongawani, Ende.

Dalam perbincangan dengan FBC, H. Djamal Humris merasa prihatin dengan keadaan Taman Bung Karno sejak diserahkan dari pihak YEF pada Tahun 2013 kepada pihak Pemerintah Daerah karena tidak ada tim khusus untuk menjaga taman itu. Padahal Taman Bung Karno merupakan aset sejarah nasional yang harus dijaga dan dirawat secara baik.

H. Djamal Umris, Pengawas Taman Bung Karno dari YEF

H. Djamal Umris, Pengawas Taman Bung Karno dari YEF

“Ya, kami tentu prihatin dengan keadaan taman. Taman itu bagian dari perjuangan Bung Karno yang kita harus jaga dan rawat secara baik. Saya kadang melihat ternak (kambing) masuk secara bebas ke dalam taman dan tidak ada orang yang jaga,”ungkap H. Djamal.

Dia mengusulkan, tim pengelola Taman Bung Karno mesti terlepas dari lembaga pemerintah sehingga tidak mengganggu aktivitas kepemerintahan.

Menurutnya, banyak tenaga-tenaga luar yang masih membutuhkan pekerjaan dan itu merupakan peluang untuk dapat menempatkannya.

“Harus tim luar yang kelola itu. Sehingga Pemerintah tetap melakukan agenda-agenda lainnya. Saya harap Taman itu jangan dibiarkan begitu saja. Itu adalah wisata sejarah yang sangat manfaat bagi daerah,”kata H. Djamal yang juga Ketua MUI Kabupaten Ende.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Ende Flores (YEF) di Ende, Don Bosco M. Wangge kepada FBC di Kediamannya, Jalan Melati (29/5/2015) mengungkapkan rasa kecewanya karena keberadaan taman Bung Karno yang tidak dijaga secara berkala. Ia menilai pemerintah daerah saat ini hanya bersikap siaga pada momentum sejarah.

“Bukan pada saat acara memperingati sejarah, baru disikapi. Mestinya setiap saat diurus itu karena itu adalah tempat bersejarah. Jangan kita mengaku-ngaku sejarah dari daerah kita lalu tidak ada tindak lanjut. Taman itu kan sudah diserahkan YEF kepada pemerintah untuk mengelolah sejak diresmikan Pak Boediono pada masa saya itu, tetapi kok tidak ada perawatan,”kata Don Wangge, Bupati Periode 2009-2014.

Mantan Bupati Ende ini menjelaskan keberadaan taman tersebut perlu diperhatikan oleh seluruh rakyat Indonesia sebab di tempat itulah lahirnya ideologi-ideologi bangsa yang sudah dijalankan hingga saat ini.

Rakyat Indonesia yang lebih dekat dengan taman itu termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Ende, tambah Don Wangge, mesti lebih peka untuk mengurus dan merawat taman tersebut.

“Mestinya lebih peka dengan situasi ini. Kita harus jaga dan rawat dengan baik. Situs itu tidak sekedar restorasi atau revitalisasi tanpa ada tindak lanjut. Nah, ini harus bentuk tim sendiri untuk mengelolah itu.”tambah Don Wangge.

Bupati Ende, Marselinus Y.W.Petu saat dijumpai wartawan di sela-sela tes kompetensi dasar bagi segenap pegawai daerah di Aula SMKN 2 Ende (22/5/2015) mengungkapkan perencanaan pembentukan tim pengelola usai merevitalisasi 9 situs lainnya. Saat ini, pengelola sementara ditangani oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ende.

“Tahun ini sedang dibangun beberapa situs lainnya. Sampai saatnya sudah selesai baru kita bicarakan soal pengelolaan. Rencananya tahun 2014 sudah bentuk tetapi masih sementara tahap pembangunan,”Kata Bupati Marsel.

Bupati menjelaskan terkait pembentukan tim pengelola Pemerintah Daerah akan berkomunikasikan dengan Pemerintah Pusat yakni bidang pendidikan dan kebudayaan. Sementara ini, lanjut Bupati Marsel, Pemerintah Kabupaten Ende bukan sebagai pengelola tetapi tanggung jawab wilayah untuk memperhatikan itu sesuai dengan kemampuan keuangan Pemerintah Daerah.

Selian itu, lanjut Bupati kesadaran masyarakat akan keberadaan taman yang sangat memprihatinkan. Tetapi jika telah pada tingkat pengelola maka akan dilakukan pengawasan dan perawatan yang serius.

“Keprihatinan itu wajar tetapi kita tidak serta merta membalik telapak tangan. Kita harus melalui mekanisme dan prosedur yang ada. Kegiatan-kegiatan yang kita lakukan selama ini adalah bagian dari menumbuhkembangkan nilai-nilai akan kesadaran masyarakat,”kata Bupati Marsel kepada wartawan.

Pantauan FBC sebelum kehadiran Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani ke Ende pada hari memperingati Kebangkitan Nasional, sampah di Taman Bung karno tampak berserakan tak teratur. Beberapa tempat sampah yang disumbangkan relawan Taman Bung Karno tidak terisi sampah.

Selain itu, kolam di bawah patung Bung Karno kering tanpa air. Dedaunan kering pun berserakan di dalam kolam. Tidak ada tim pengawasan dari pemerintah yang menjaga taman itu sehingga sesuka hati masyarakat melakukan apa saja. (Ian Bala)

Ribuan Warga Sikka Turun ke Jalan Sambut Azizah

Next Story »

47 Pendamping PNPM di Sikka akan Diseleksi Jadi Pendamping Dana Desa

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *