Festival Seni dan Budaya Lamaholot Hadir di Jakarta

Penandatangan spanduk yang bertuliskan "Sukseskan Festival Seni & Budaya Lamaholot 2015" sebagai bentuk dukungan seluruh masyarakat diaspora kepada panitia  dilangsungkan saat Peluncuran Festival Lamaholot yang berlangsung di Jakarta, 6 Juni 2015  (Foto : Agus Muda)

Penandatangan spanduk yang bertuliskan “Sukseskan Festival Seni & Budaya Lamaholot 2015″ sebagai bentuk dukungan seluruh masyarakat diaspora kepada panitia dilangsungkan saat Peluncuran Festival Lamaholot yang berlangsung di Jakarta, 6 Juni 2015 (Foto : Agus Muda)

JAKARTA, FBC- Keragaman seni dan budaya masyarakat Flores Timur dan Lembata di ujung timur pulau Flores akan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga  Jakarta saat dilangsungkan Festival Lamaholot  yang berlangsung di Jakarta mulai 6 Juni 2015 dan puncaknya 5 September 2015.

Untuk itu, suksesnya kegiatan festival ini sangat bergantung dari partisipasi warga Lembata dan Flores Timur diaspora dalam memperkenalkan berbagai bentuk seni dan budaya, termasuk  menunjukan hasil karya kreatif dari masyarakat kedua kabupaten ini.

“Kita akui sejauh ini potensi seni dan budaya masyarakat kedua kabupaten ini belum dikelola secara baik sehingga belum menjadi daya tarik bagi wisawatan domestik maupun mancanegara.,”kata Ketua Kerukunan Keluarga Flores Timur (Tite Hena ) Thomas Soga Muri dalam sambutan saat peluncuran Festival Lamaholot di Jakarta, Sabtu 6 Juni 2015.

Menurut Thomas Soga Muri, kegiatan festival ini digagas  oleh Kerukunan Keluarga Flores Timur ( Tite Hena ) bersama  Paguyuban Keluarga Besar Lembata (KBL).

Flores Timur dan Lembata merupakan dua kabupaten yang memiliki kesamaan sejarah, budaya,dan bahasa  bahkan warganya memiliki jalin kekeluargaan yang sangat dekat. Kesamaan yang mempersatukan kedua kabupaten ini  sering dikenal dengan sebutan Lamaholot.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Lamaholot diaspora  untuk menggali  dan bersama-sama memperkenalkan potensi wisata Lamaholot baik alam maupun budayanya sebagai sebuah kekayaan yang dapat memberi nilai manfaat bagi kehidupan masyarakat,” kata Thomas Soga Muri.

Jou Hasyim Waimahing mewakili Keluarga Besar Lembata (KBL) dalam kesempatan yang sama memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada panitia yang telah menggagas kegiatan ini dan berharap bisa memberikan ruang yang sebesar-besarnya bagi anak muda Lamaholot untuk berkreasi.

Ketua  Keluarga Besar Lembata (KBL) Paulus  D. Ruing menyambut baik dilangsungkan kegiatan ini dan mengharapkan agar tidak saja berdampak keluar yaitu memperkenalkan Flores Timur dan Lembata ke masyarakat luas, tapi juga secara ke dalam dapat menemukan jatidiri dari masyarakat Lamaholot.

“ Festival adalah kegiatan yang baik, namun sangat diharapkan agar capaian nantinya dapat menemukan jati diri masyarakat Lamaholot sesungguhnya untuk menghadapai perubahan masyarakat yang tengah berlangsung saat ini,” kata Polce sapaan Paulus D. Ruing.

Ketua Panitia Festival Seni-Budaya Lamaholot, dr. Stefanus  Eke  mengungkapkan bahwa kegiatan ini bermakasud membantu pemerintah daerah lewat pemikiran yang konstruktif, ide-ide kreatif, kongkrit dan berkesinambungan dalam rangka menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak pendapatan asli daerah.

Kegiatan Festival Seni-Budaya Lamaholot secara khusus mengambil tema   Pesona Lamaholot dengan tag line “Ayo Ke Flores Timur & Lembata.  Rencannya, festival Lamholot ini akan disertakan dengan kegiatan pendukung  berupa dua  kali seminar yang mengambil tema Budaya Lamaholot,  dan Pariwisata.

Logo Festival Seni Budaya Lamaholot.

Logo Festival Seni Budaya Lamaholot.

Puncak dari festival ini direncakan terjadi  di Jakarta,  5 September 2015 , dengan menggelarkan aneka seni budaya masyarakat Lamaholot, visualisasi pembuatan tenun ikat secara tradisional, pemeran hasil kerajinan dan makanan Lamaholot serta pameran foto bertema “Pesona Lamaholot”

Pantauan FBC, kegiatan peluncuran festival ditandai dengan dengan penabuhan Gong oleh Umar Uli Lega sebagai sesepuh Tite Hena dan ketua KBL Paulus D Ruing, dilanjutkan dengan penandatangan spanduk yang bertuliskan “Sukseskan Festival Seni & Budaya Lamaholot 2015 ” sebagai bentuk dukungan seluruh masyarakat diaspora kepada panitia.  (Ben)

Menteri Jonan dan Menteri Saleh Husin Kunjungi Ende

Next Story »

Rp 400 Miliar Untuk Pengembangan 14 Bandara di NTT

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *