Ebed de Rosary, Jurnalis Floresbangkit Juara I Lomba Foto Infrastruktur NTT

Foto pelabuhan peti kemas Lauresn Say Maumere berjudul “ Jawaban Keterbatasan “ yang meraih juara pertama dalam lomba foto infrastruktur NTT. (Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Foto pelabuhan peti kemas Lauresn Say Maumere berjudul “ Jawaban Keterbatasan “ yang meraih juara pertama dalam lomba foto infrastruktur NTT. (Foto : FBC/Ebed de Rosary )

MAUMERE, FBC – Jurnalis Majalah Online Floresbangkit.com, Ebed de Rosary berhasil memenangkan lomba foto infrastruktur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikhususkan bagi para jurnalis di NTT.

Dengan judul foto “Jawaban Keterbatasan”, Ebed berhak atas hadiah uang tunai sebesar 3,5 juta rupiah dan hadiah tambahan dari Menteri Perhubungan sebesar 5 juta rupiah.

Menteri Perindustrian RI, Saleh Husein ( kiri ) bersama menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan ( ketiga kiri ) serta Gubernur NTT, Frans Lebu Raya ( kedua kanan ) pose bersama ketiga pemenang lomba. (Foto : Iatimewa )

Menteri Perindustrian RI, Saleh Husein (kiri) bersama menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan (ketiga kiri) serta Gubernur NTT, Frans Lebu Raya ( kedua kanan ) pose bersama ketiga pemenang lomba. (Foto : Iatimewa )

Bertempat di restoran Dapur Nekamese di Jalan Adi Sucipto, Penfui, Kupang, Sabtu ( 06/06/2015 ) pukul 15.00 wita diumumkan pemenang lomba foto infrastruktur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digagas Ketua Komisi V DPR RI Ir. Farry Djemi Francis, MMA.

Lomba foto ini melibatkan tiga orang juri yakni Helmy Faisal, fotografer professional yang juga mantan menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Palce Amalo, jurnalis Media Indonesia serta Wilson Therik, redaktur foto Satutimor.com.

Dalam lomba ini, dewan juri menetapkan 13 pemenang yang terdiri dari juara 1 sampai 3 dan 10 pemenang favorit. Pemenang 1 sampai 3 mendapat bonus tiket pesawat Kupang-Denpasar pulang pergi dan Denpasar-Jakarta pulang pergi serta sertifikat.

Pemenang 2 diraih Kristo Ngay, wartawan Trans7 dengan judul foto “ Lintas Selatan Timor “. Kristo menerima uang tunai sebesar 2,5 juta rupiah dan tambahan hadiah dari Menteri Perhubungan 3 juta rupiah.Sedangkan pemenang ketiga diraih Johanes Seo, wartawan Tempo dengan judul foto “ Kampungku ”.

Ia menerima hadiah uang tunai 1,5 juta rupiah dan tambahan hadiah uang dari Menteri Perhubungan 2 juta rupiah. Sedangkan 10 pemenang favorit masing-masing memperoleh sertifikat,baju kaos dan uang tunai masing-masing 500 ribu rupiah dan hadiah tambahan dari Menteri Perhubungan masing-masing sebesar 1 juta rupiah.

Pemenang favorit masing – masing Dedy Ndun (warga Kota Kupang), Joey Rihi Ga (wartawan seputar-ntt.com ), Sigiranus Marutho Bere ( wartawan Kompas.com), Erwin Yulianto ( wartawan Savanapradise.com ), Miranda Juanti Isna Lena (warga Kelurahan Pasir Panjang Kupang), Carles Kolo (wartawan Metro TV), Yulius Seran ( wartawan tabloid Likurai ), Laurens M Dadi ( wartawan Nttnews.com ), Kornelis Kaha (wartawan kantor berita Antara) dan Elyas Fhaids Lena (karyawan harian Pos Kupang ).

Berdasarkan Pertimbangan

Polce Amalo, salah seorang juri yang ditemui FBC usai lomba menjelaskan, dewan juri memilih 13 foto untuk ditetapkan menjadi pemenang dari ratusan foto yang masuk.

Dikatakan Polce, untuk menentukan 3 pemenang dewan juri melihat hasil foto dan menentukan berdasarkan pertimbangan. Untuk juara pertama beber Polce, pertimbangannya,foto ini memiliki kekuatan yang hidup,

Menteri Perhubungan RI, Iganisus Jonan saat memberikan sambutan usai memberikan hadiah kepada pemenang lomba foto infrastruktur NTT. (Foto : FBC/Ebed de Rosary)

Menteri Perhubungan RI, Iganisus Jonan saat memberikan sambutan usai memberikan hadiah kepada pemenang lomba foto infrastruktur NTT. (Foto : FBC/Ebed de Rosary)

Infrastruktur dermaga yang dibangun adalah kunci konektifitas bagi Propinsi NTT sebagai daerah kepulauan. Dari aspek fotografi lanjutnya, foto ini memiliki komposisi yang apik, angle yang baik dan masuk dalam kategori ” gambar berbicara “, a picture is more than a thousand words.

“ Foto ini sangat kuat dan genuine dengan tema lomba tentang infrastruktur dalam hal ini jembatan sebagai konektifitas,“ ujarnya.

Untuk foto yang meraih juara kedua kata Polce, foto ini berhasil menangkap faktor geografis yang sulit dijangkau, daerah pegunungan dan sungai yang kering adalah karakteristik NTT. Selain itu tambahnya, secara teknis fotografi baik dari aspek komposisi, angle, dan pencahayaan sangat bagus.Foto ini sambung Polce, menunjukkan suasana mulai terbukanya.

Infrastruktur dasar dengan membangun jalan – jalan baru yang akan sangat berguna bagi peningkatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat. Tema dan teknik fotografi bagus puji Polce.

Sedangkan untuk foto yang meraih juara ketiga beber Polce, menampilkan kebutuhan papan di kawasan NTT masih sangat membutuhkan bantuan pemerintah dimana foto ini berhasil merekam potret pemukiman penduduk.

Momentum yang serba apa adanya tutur Polce, menjadikan foto ini memiliki keaslianinfrastruktur lainnya seperti penggunaan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).Dari aspek teknik fotografi; komposisi, angle dan pencahayaan cukup baik.

“ Foto ini menunjukkan sarana dan prasarana perumahan yang layak huni masih harus dibangun “ paparnya.

Seribu Kata

Gubernur NTT Drs.Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengapresiasi lomba foto yang diselenggarakan bapak Farry Djemi Francis.

Menurut Lebu Raya, lomba foto dengan tema ini sangat menarik. Para panitia kata Lebu Raya, hendaknya jangan berpikir untuk menyelenggarakannya saat ini saja tetapi harus sering diselenggarakan. Dengan adanya pameran dan lomba foto serta memuatnya di media, hal ini bisa membuka mata pemerintah.

“ Selamat buat para pemenang dan mudah-mudahan ke depannya lomba foto terkait ifrastruktur semakin baik saja “ sebut ketua DPD PDIP NTT ini.

Menteri perhubungan Ignasius Jonan saat diberi kesempatan berbicara memaparkan, sejak awal tahun 2015 dirinya mencanangkan di kantor pusat kementrian perhubungan mulai eselon 3 ke atas sampai menteri setiap orang selama dua bulan sekali harus ke daerah melakukan tugas pengawasan.

Dengan demikian tegas Jonan, jika terjadi sesuatu maka pertolongannya pasti lebih cepat. “Bila pejabat dimaksud tidak melakukan tugas tersebut maka dirinya akan dipindahkan ke daerah tersebut biar lebih dekat,”  seloroh Jonan.

Jonan sangat merespon lomba foto ini. Bahkan Jonan meminta agar teman – teman media memasukan banyak foto infrastruktur yang masih kurang baik, perlu ditambah dan yang sudah usang karena Indonesia Timur harus lebih banyak dibangun.

Menurut Jonan, hal tersebut sangat penting, agar kesadaran secara nasional untuk pemerataan pembangunan bisa dilakukan. Tidak bisa hanya di wilayah Jawa dan Sumatera saja yang dibangun, sebut Jonan tetapi juga wilayah Indonesia Tengah dan Timur, termasuk juga di NTT.

“ Banyak masukan foto, jangan tulis berita saja, karena semua jurnalis percaya satu foto lebih dari seribu kata “ ungkap mantan direktur utama PT.Kereta Api. ( ebd/Ben )

Tim Ekspedisi NKRI Temukan Kima Raksasa

Next Story »

Menteri Jonan Janji Bangun 10 Bandara di NTT

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *