Dinas PPO Flotim akan Lakukan Visitasi SMA Demon Pagong

Bangunan SMA Demon Pagong yang dibangun masyarakat secara swadaya. (Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Bangunan SMA Demon Pagong yang dibangun masyarakat secara swadaya. (Foto : FBC/Ebed de Rosary )

LARANTUKA, FBC - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Flores Timur (Flotim) Senin (22/06/2015) akan melakukan klarifikasi atau pemeriksaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Demon Pagong di desa Lewokluok guna memastikan apakah sekolah tersebut sudah bisa mendapatkan izin operasioanlnya dan terdaftar di dinas PPO kabupaten. Pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan bahwa segala persyaratan yang diwajibkan oleh pemerintah untuk dipenuhi pihak sekolah sesuai dengan syarat dan ketentuan undang-undang pendidikan.

Hal ini disampaikan kepala sekolah SMA Demon Pagong, Valentinus Malik Lein,Spd kepada wartawan yang menemuinya saat gelaran ritul adat di desa Lewokluok, Kamis (18/06/2015). Dikatakan Valens, pihak sekolah sudah mempersiapkan diri dengan melengkapi persyaratan yang diminta seperti tanah dan bangunan sekolah, jumlah siswa, sekolah pendukung, jumlah guru dan lainnya. Sejauh ini paparnya, dinas PPO kabupaten Flores Timur sangat mendukung niat baik masyarakat Demon Pagong untuk memiliki SMA sendiri.

“ Ada kerja sama yang baik antara sekolah dan dinas PPO sehingga dinas selalu mendesak kami untuk memenuhi segala persyaratam untuk klarifikasi awal nanti,“ sebutnya.

Visitasi

Sekretaris Dinas PPO Kabupaten Flores Timur, Flasidus Hiton Fernandez yang ditemui FBC di kantornya, Jumat (19/06/2015) mengatakan, tim dari dinas PPO akan melakukan visitasi, mengecek keadaan sebenarnya dari hasil evaluasi diri sekolah tersebut serta turun ke lapangan untuk melakukan klarifikasi.

Saat ditanya FBC apakah sebelumnya datanya sudah masuk, Diston sapaan akrabnya menyebutkan, datanya itu berdasarkan evauasi diri sekolah tersebut. Dinas PPO Flores Timur tambah Diston, sudah memberikan format untuk diisi berdasarkan 8 standar nasional seperti sarana pembiayaan, tenaga pengajar, sarana pra sarana, pengelolaan dan lainnya.

Sekretaris Dinas PPO Flores Timur, Flasidus Hiton Fernandz.( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Sekretaris Dinas PPO Flores Timur, Flasidus Hiton Fernandz.( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Dari evaluasi tersebut lanjut Diston, akan ada penggolongan sekolah beradasarkan kriteria sangat baik, baik, cukup dan kurang dilanjutkan dengan melakukan visitasi, cek kebenarannya. Bila nilainya baik tutur Diston, sekolah tersebut pantas mendapatkan izin operasional tapi bila nilainya cukup atau kurang maka sekolah tersebut harus dibenahi dahulu.

Kepala dinas beber Diston, mempunyai kewajiban mengeluarkan izin operasional untuk sekolah swasta sementara sekolah negeri dikeluarkan oleh bupati. Jadi bila sudah diberikan ijin operasional lanjutnya, sekolah tersebut dinilai pantas mendapatkan bantuan operasional oleh pemerintah. Bantuan bisa berupa dana untuk siswa maupun sarana dan pra sarana pendidikan seperti perbaikan bangunan maupun alat penunjang belajar mengajar lainnya.

“ Dengan adanya izin tersebut maka sekolah bisa mengajukan nomor pokok sekolah nasional. Bila ada nomor pokok sekolah maka sekolah tersebut berhak mengajukan bantuan dana operasional dari pemerintah,“ ujarnya.

Dititipkan

Ketika disinggung FBC mengenai adanya siswa sekolah tersebut yang duduk di kelas 3 apakah bisa mengikuti ujian nasional, Diston menyebutkan, hal ini tidak menjadi persoalan. Siswa-siswi kelas 3 di sekolah tersebut katanya, akan dititipkan di sekolah lain guna mengikuti ujian nasional. Tapi bila sudah ada izin operasional tapi sekolah tersebut belum diakreditasi urainya, sekolah tersebut belum bisa juga melaksanakan ujian nasional sendiri. Akreditasi papar Diston, dilakukan oleh badan akreditasi nasional di propinsi.

Visitasi yang akan dilaksanakan di SMA Demon Pagong ungkap Diston, merupakan tahap awal dan hasilnya akan disampaikan ke pihak sekolah. Bila masih ada persyaratan yang belum dipenuhi, pihak sekolah bisa membenahi diri dan meminta diadakan visitasi ulang bila syaratnya sudah dipenuhi. Waktu visitasi ulang pun sambungnya berdasarkan pengajuan dari pihak sekolah sebab hal ini terkait kesiapan pihak sekolah.

Diston menambahkan, sekolah yang belum ada izin operasionalnya maka dinas PPO belum memberikan guru berstatus pegawai negeri untuk mengajar di sekolah tersebut. Tapi lanjut Diston, dinas sudah mengetahui keberadaan SMA Demon Pagong dan selalu melakukan pengawasan.Sekolah diharapkan Diston, betul-betul memperhatikan syarat pembiayaan keberlangsungan sekolah tersebut. Banyak sekolah di Flores Timur paparnya yang terbentur dana dan tidak mampu membayar gaji tenaga pemgajar.

“ Pantia atau pendiri harus membenahi sekolah tersebut secara baik sesuai standar pendidikan nasional agar bisa segera mendapatkan izin. Sekolah juga harus mampu membayar gaji tenaga pendidik “ pintanya.

Untuk diketahui, meski sudah beroperasi selama 2 tahun namun SMA Demon Pagong tang berada di desa Lewokluok belum mendapatkan izin operasional dari dinas PPO. Kegiatan belajar mengajar diakukan sore hari meminjam ruang jelas SMP Pati Beda. Masyarakat sudah berswadaya sejak awal tahun 2015 membangun gedung sekolah sederhana bertiang dan berdiding bambu belah (Keneka ).

Masyarakat berharap pemerintah bisa segera memberikan izin operasioanl agar sekolah tersebut bisa diakui keberadaanya dan bisa menyelenggarakan ujian nasional sendiri di sekolah mereka. (ebd)

DPRD NTT Intensifkan Komunikasi Pembentukan DOB

Next Story »

Masyarakat Swadaya Bangun SMA Demon Pagong

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *