Validasi Data Penting untuk Tentukan Kelompok Sasaran Bantuan

Peserta validasi data serius mendengar informasi dan pengetahuan praktis pemutakiran data yang disampaikan BPS Matim.

Peserta validasi data serius mendengar informasi dan pengetahuan praktis pemutakiran data yang disampaikan BPS Matim.

BORONG, FBC- Validitas data sangat penting dalam mengorientasikan setiap kegiatan bantuan bagi masyarakat. Sebab data menjadi alasan menentukan taksasi anggaran bantuan yang harus disiapkan pemerintah.

Apabila data tidak akurat maka sia-sia sasaran yang hendak dicapai. Bantuan pun jatuh ke sasaran yang tidak tepat. Karena itu validitas data sangatlah penting bagi daerah. Pemerintah daerah menyambut baik kegiatan sosialisasi pemutakhiran data yang dilaksankan Badan Pusat Statistik (BPS) Manggarai Timur.

Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote, M.Si menyampaikan hal itu dalam sambutan pembukaan kegiatan di Aula Kantor Bupati Manggarai Timur, Rabu (20/5/2015). Hadir dalam kegiatan itu jajaran SKPD lingkup Setda Matim dan tenaga-tenaga teknis operasional di setiap dinas.

Bupati Yoseph Tote menegaskan, pemutakhiran data sangat mendukung tiga jenis kegiatan bantuan sosial bagi masyarakat. Tiga jenis kegiatan yang dimaksudkan adalah Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Program Indonesia Pintar (PIP), dan Program Indonesia Sehat (PIS).

Tiga item kegiatan ini bertujuan membangun keluarga produktif bagi masyarakat. Karena itu bagi pemerintah daerah pemutakiran data menjadi kegiatan awal sebelum distribusi tiga item bantuan itu dilakukan. Validitas data sangat penting agar publik mengetahui secara detail jumlah dan sasaran bantuannya. Selain ini memudahkan pemerintah daerah merumuskan kebijakan dan arah yang tepat.

“Bantuan akan tepat sasaran jika data cukup valid. Daerah sangat membutuhkan data valid itu,” katanya.

Bupati Tote mengatakan pemutakhiran data sangat penting agar bisa menjabawi rintihan masyarakat, terutama kelompok masyarakat yang merasa terbelenggu atau tidak berdaya. Di mana status berkekurangan yang sama dengan keluarga lain tetapi tidak mendapat bagian atas bantuan yang disalurkan. Hal itu disebabkan data yang diserahkan kepada pemerintah data.

Dia juga meminta kepada BPS, untuk perlu dilakukam manajemen yang valid untuk pengambilan daya miskin supaya tidak valid. Menyikapi hal itu maka sosialisasi yang dilakukan BPS merupakan langkah strategis meminimalisir persoalan data yang selalu menghantui kita selama ini ketika bantuan sosial hendak didistribusikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten Matim, Gabriel Suban Lein, mengatakan, sesuai hasil pendataan program perlindungan sosial (PPLS) Tahun 2011, rentan kemiskinan di Matim mencapai 40.558. Dia mengungkapkan pemutakhiran basis data terpadu (BDT) tahun 2015 sangat penting untuk tujuan pembangunan nasional, yakni meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Gabriel mengungkapkan kemiskinan itu ada karena belum meratanya tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal itu artinya tujuan pembangunan belum tercapai. Menurutnya, kegiatan pemutakhiran BDT dilakukan dalam rangka menyempurnakan dan memutakhirakan informasi rumah tangga dan indivindu yang terdapat dalam BDT .

Pemuktakhiran data digunakan untuk program perlindungan sosial tahun 2015-2019, di mana pemanfaatan bantuan sosial itu melalui kartu simpanan keluarga sejahtera (KSKS), kartu Indonesi pintar (KIP), dan kartu Indonesia sehat (KIS).

Sementara Kasubag tata usaha BPS Matim, Lorens Da Gomes, menjelaskan BDT itu merupakan salah satu bentuk basis data kemiskinan yang berisi daftar rumah tangga sasaran. BPS melaksanakan pemutakhiran BDT tahun 2015 sejak Mei sampai Juli.

Kegiatan Dibagi dalam dua tahap yakni verifikasi publik melalui kegiatan rembung desa/kelurahan berupa kegiatan forum konsultasi publik (FKB) dengan tujuan menetapkan rumah tangga sasaran. Tahap lain, kegiatan pendataan terhadap semua rumah tangga sasaran yang belum ditetapkan sebelumnya dalam FKP.

Laporan Kanis Lina Bana
Kontributor FBC Manggarai Timur

Pemkab Sikka Mulai Wujudkan Tekad Bangun “Sikka Innovation Center”

Next Story »

Polda NTT Simpulkan Tolis Ruing dan Bence Terlibat Dalam Kasus Laurens Wadu

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *