Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Waigete

Untuk Sekolah Anak-anak Jangan Patah Semangat

Camat Waigete, GermanusGoleng ( kedua kiri ) usai menyerahkan piala dan penghargaan kepada juara lomba cerdas cermat tingkat kecamatan Waigete.( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Camat Waigete, GermanusGoleng ( kedua kiri ) usai menyerahkan piala dan penghargaan kepada juara lomba cerdas cermat tingkat kecamatan Waigete.( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

MAUMERE, FBC – Banyak anak-anak usia sekolah dasar dan sekolah manengah yang tidak mau bersekolah di pedalaman kabupaten Sikka yang belum mengecap pendidikan tinggi. Bukan itu saja, di kota Maumere, ibukota kabupaten Sikka saja, kita masih menjumpai anak-anak muda yang lebih memilih menekuni profesi pengojek sepeda motor atau pedagang ikan daripada melanjutkan pendidikan.

Anak-anak usia sekolah ini diminta agar tidak boleh patah semangat dan drop out karena kemauan sendiri. Mereka diharapkan untuk menatap masa depan, memiliki cita-cita dan harus menggapainya. Dengan begitu, mereka bisa melihat senyum di wajah orang tua.

Maria Oktavia Gale, siswi kelas II SMP PGRI 1 Egon, juara pertama lomba cerdas cermat tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kecamatan Waigete, kabupaten Sikka. Maria yang ditemui FBC, Sabtu (02/05/2015) usai penyerahan piala dan piagam saat pengumuman pemenang lomba mengatakan, melihat kebahagiaan di wajah orang tua itu merupakan impian terbesarnya.

“ Bagi yang drop out karena oang tua tidak mampu jangan putus asa, tetap kembali melanjutkan sekolah karena jika giat belajar kita bisa mendapat beasiswa dan kalau sudah sekolah jangan malas lagi supaya cita – cita bisa tercapai “ pintanya.

Demi Kebaikan

Untuk meraih prestasi, Maria harus giat belajar dan meraih cita-citanya meski bersekolah dalam keterbatsan. Saat ditanya FBC persiapan yang dilakukan sehingga bisa meraih juara, Maria dengan berseloroh mengatakan pertanyaan yang diajukan agak gampang sehingga mudah dijawab serta ada juga pertanyaan umum yang dirinya sangat menguasainya.

Maria Oktavia Gale, siswi kelas II SMP PGRI 1 Egon (kanan) bersama Agneta Angelina Odang teman sekelasnya usai menerima piala lomba cerdas cermat tingkat SMP se kecamatan Waigete kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Maria Oktavia Gale, siswi kelas II SMP PGRI 1 Egon (kanan) bersama Agneta Angelina Odang teman sekelasnya usai menerima piala lomba cerdas cermat tingkat SMP se kecamatan Waigete kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Mengenai Hari Pendidikan Nasional, Maria punya kesan sendiri. Menurut Maria, Hari Pendidikan Nasional dimaknai sebagai hari spesial untuk mereka anak-anak sekolah dan para guru. “Kami senang dan berterima kasih karena jasa Ki Hajar Dewantara sehingga kami bisa pakai seragam sekolah dan saat ini masih bersekolah,“ ujarnya.

Maria juga sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah mendirikan sekolah di daerahnya dan berharap agar daerah-daerah lain di pedalaman kabupaten Sikka bisa didirikan sekolah juga, sehingga anak-anak usia sekolah bisa bersekolah dan memiliki pengetahuan seperti dirinya.

Agneta Angelina Odang, teman kelas Maria juga mengucapkan terima kasih kepada para guru karena dukungan mereka. kelompok sekolah mereka bisa juara. Meski dididik secara keras sebut Agneta, dirinya yakin itu demi kebaikan para murid.

Menurut Agneta, jika para guru tidak keras bisa membuat para murid tidak takut dengan mereka dan malas-malasan serta suka melanggar aturan seperti bolos dan malas belajar.

“ Kalau buat orang tua, kami ucapkan terima kasih karena tanpa dukungan mereka kami tidak bisa juara satu. Kami bersekolah juga karena dukungan mereka sebab jika mereka bilang kami tidak boleh sekolah tentu kami juga tidak mungkin sekolah, ” terang Agneta.

Bisa Meningkat

Marianus Wodon, guru di SMAN 1 Waigete kepada FBC mengatakan, melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional bisa memacu para guru untuk bisa berbenah diri kira-kira sejauh mana yang sudah mereka berikan kepada anak didik.

Meski sudah sore, anak-anak sekolah dan masyarakat tetap antusias menanti pengumuman pemenang lomba secras cermat antar sekolah se kecamatan Waigete kabupaten Sikka. (Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Meski sudah sore, anak-anak sekolah dan masyarakat tetap antusias menanti pengumuman pemenang lomba secras cermat antar sekolah se kecamatan Waigete kabupaten Sikka. (Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Secara umum sarana dan pra sarana pendidikan di kabupaten Sikka ungkap Marianus masih mengalami ketimpangan. Beberapa sekolah favorit di kota Maumere sebutnya, memiliki sarana dan pra sarananya sangat memadai sementara yang jauh dari kota masih sangat minim.

Untuk itu pemerintah daerah pinta Marianus, bisa melengkapi sarana dan pra sarana sekoalh di pedalaman sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa berlangsung dengan baik. Sejauh ini lanjut Marianus, para orang tua di kabupaten Sikka sudah mulai sadar dan bayak anak-anak yang sudah mulai disekolahkan hingga ke jenjang sekolah manengah atas (SMA) tapi ke perguruan tinggi masih kurang dan ini merupakan tantangan. Marianus menduga mungkin terkendala uang.

“ Harapan saya semoga semakain banyak anak-anak yang mau sekolah dan para guru juga harus berbenah diri sehingga mutu pendidikan meningkat. Anggota masyarakat juga harus bekerja sama sebab pendidikan itu bukan tanggung jawab guru saja tapi kita semua,“ katanya.

Pendidikan, kata Marianus penuh dengan suka dan duka. Suka karena selama mengajar, saat diberikan pelajaran mereka mendengar dan belajar sehingga bisa mendapat nilai lebih baik. Sementara dukanya sambungnya, bila para murid acuh tak acuh dan mendapat nilai jelek.

Marianus yakin bila semua komponen bahu membahu dan dibantu dukungan pemerintah daerah khususnya dinas pendidikan, pemuda dan olahraga (PPO) kualitas dan kwantitas lulusan jenjang pendiikan dasar, menengah hingga atas semakin banyak dan berkualitas.

Peduli Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di wilayah pelosok dirayakan sangat meriah dan penuh semangat. Masyarakat sangat antusias dan berduyun-duyun menyaksikan aneka perlombaan yang digelar. Di kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, selain aneka perlombaan dan pertandingan sepak bola dan volly antar SD hingga SMA juga baru tahun 2015 ini digelar lomba cerdas cermat tingkat SD dan SMP.

Dalam sambutannya saat menutup peringatan Hardiknas di lapangan bola Waigete, Camat Waigete Germanus Goleng mengatakan, pendidikan dan kebudayaan sebagai gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila merupakan sebuah tema yang luar biasa di hari Pendikan Nasional. Dikatakan Goleng, semua orang yang hadir saat peringatan Hardiknas di Waigete merupakan orang-orang yang cinta dan peduli pendidikan.

Kegiatan yang dilaksanakan hari ini tutur Goleng, walaupun sederhana ini merupakan proses pembelajaran. Dirinya berharap ke depannya lomba cerdas cermat bisa lebih baik, meski banyak kekurangan namun sejak awal dirinya mengatakan dari pada tidak sama sekali lebih baik kita memulai dan hari ini kita sudah memulai. Goleng berharap agar semua orang yang hadir bisa memaknai ini sebagai proses pembelajaran bagi kita bersama.

“ Saya mengajak kita untuk membawa yang terbaik yang kita peroleh hari ini, dan saya harus katakan apa yang kita buat hari ini sudah terbaik yang kita berikan bagi bangsa ini. Terbaik yang kita berikan sebagai bukti terima kasih kita warga Waigete atas pendiikan yang sudah kita peroleh, bahwa kita adalah orang terdidik,“ tegasnya.

Disaksikan FBC di lokasi kegiatan, masyarakat kecamatan Waigete selain menyaksikan acara puncak peringatan Hardiknas dengan berbagai acara yang ditampilakan di panggung, juga antusias mengikuti perlombaan sepak bola dan bola volly. Pertandingan sepak bola sangat ramai dipadati penonton. Meski lapangan olahraga yang dipergunakan hanya berupa lapangan tanah dan berdebu, hal ini tidak menyurutkan semangat masyarakat menikmati hiburan gratis dan tertawa lepas. (ebd )

Penyaluran Raskin di Sikka, Banyak yang Tidak Tepat Sasaran

Next Story »

Nilai UN Bukan Satu-Satunya Penentu Kelulusan Siswa

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *