Syahbandar Larantuka Tak Bisa Larang Kapal yang Tidak Menerapkan Aturan

MAUMERE, FBC – Pihak Syahbandar Larantuka tidak bisa menerapkan aturan sesuai standar operasional prosedur dan melarang kapal pengangkut penumpang maupun barang untuk berlayar dengan rute dermaga Larantuka, Solor, Adonara maupun Lembata. Standard yang benar-benar layak masih sangat kurang apalagi kabupaten Flores Timur dan Lembata merupakan daerah kepulauan dan kultur masyarakatnya juga berbeda.

Selain itu, sumber daya manusia ( SDM ) anak buah kapal dan kapten kapal masih sangat minim sehingga agak sulit bagi Syahbandar untuk mengambil tindakan agar kapal yang memenuhi aturan baru bisa berlayar.

Iptu Erna Romakia, Kasubag Humas Polres Flotim. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Iptu Erna Romakia, Kasubag Humas Polres Flotim. (Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Waktu kejadian terbakarnya kapal pengangkut bahan bakar minyak ( BBM ) bulan Februari 2015, sebelumnya pihak Syahbandar Larantuka sudah menyampaikan dan berusaha agar semaksimal mungkin aturan itu dijalankan. Tapi bila pihak Syahbandar tidak mengingatkan dan pengawasan sudah mulai kendor maka kapten dan para ABK akan kembali melanggar aturan

Hal ini disampaikan Jansen Marten Telahaturuson pelaksana harian kepala Syahbandar Larantuka kepada FBC yang menemuinya Jumat ( 01/05/2015 ). Dikatakan Marten, jika dilihat, kapal cepat Ina Maria memiliki alat safety yang sudah lengkap semua tapi namanya musibah semua kita tidak tahu kapan akan terjadi. Mungkin ada human error tambah Marten tapi pihaknya masih menunggu untuk memeriksa para ABK dan kapten kapal.

“ Dari awalnya sudah kita usahakan tapi memang masyarakat disini yang agak susah, kesadarannya masih kurang. Contoh data penumpang saja kita minta kalau bisa didata sesuai kartu tanda penduduk tapi kadang mereka hanya copy paste saja sehingga data penumpangnya sama dengan yang kemarin,“ ujarnya.

Kapal cepat penumpang Ina Maria milik Keuskupan Larantuka rute Larantuka - Lewoleba PP saat terbakar di pesisir pantai perairan Tanjung Gemuk Adonara. ( Foto : Dokumentasi Polres Flotim )

Kapal cepat penumpang Ina Maria milik Keuskupan Larantuka rute Larantuka – Lewoleba PP saat terbakar di pesisir pantai perairan Tanjung Gemuk Adonara. ( Foto : Dokumentasi Polres Flotim )

Sehingga penumpang Solor, Adonara dan Lembata sebut Marten nama orang – orangnya sama saja. Kadang ABK dan kapten mereka foto copy data dan kolom tanggal dikosongkan dahulu sehingga saat dilaporkan baru ditulis. Ini yang membuat nama penumpang selalu sama serta nama penumpang juga diisi nama panggilan.

Saat ditanyakan FBC berapa jumlah penumpang yang diangkut kapal motor ( KM ) Ina Maria, Marten menyebutkan, di manifest penumpang tercatat 36 tapi usai kejadian diketahui jumlah penumpang melebihi manifest.Apa diperbolehkan membawa sepeda motor, Marten mengatakan, ini sudah tradisi, pihak Syahbandar melarang tapi mereka katakan sudah terbiasa jadi kami juga tidak bisa melarang.

Human Error

Iptu Erna Romakia, kepala sub bagian hubungan masyarakat (Kasubag Humas ) Kepolisian Resort ( Polres ) Flotim kepada FBC yang menemuinya, Kamis ( 30/04/2015 ) menjelaskan, Polres Flotim sementara melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi dan juga para ABK serta kapten kapal. Dari keterangan saksi terang Erna, bisa disimpulkan bahwa kecelakaan ini karena human error.

“ Kita masih menunggu pemeriksaan lanjutan, jika terbukti bersalah akan diancam dengan hukuman penjara selama 5 tahun “ jelasnya.

Pasal yang dikenakan sebut Erna, yakni Pasal 188 KUHP dan pasal 360 ayat 2. Dalam pasal 188 dikatakan, “ Barang siapa karena kesalahan ( kealpaan ) menyebabkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah, jika karena perbuatan itu timbul bahaya umum bagi barang, jika karena perbuatan itu timbul bahaya bagi nyawa orang lain, atau jika karena perbuatan itu mengakibatkan orang mati,” serta pasal

Kapal Ina Maria kata Erna, mengangkut 6 anak-anak, 25 laki – laki dewasa termasuk 3 ABK, 15 wanita dewasa termasuk tiga ibu hamil dan 6 sepeda motor. Semua penumpang selamat hanya lanjut Erna kerugian materil yang terjadi sekitar 1,5 miliar rupiah. Terkait dengan keluhan penumpang, ungkapnya, tadi malam, Kamis (30/04/2015 ) sekitar jam 7 malam pemilik kapal sudah menemui para penumpang dan siang jam 14.00 wita mereka juga sudah mengirimkan makanan. (ebd)

Penumpang Kapal Ina Maria Kecewa Tidak Dijenguk Pemilik Kapal

Next Story »

Terbakarnya Kapal Ina Maria, Keuskupan Terima Sebagai Musibah

One Comment

  1. amaran
    May 3, 2015

    Mebaca peryataan kabag humas.polres flotim..saya melihat agak rancu.kalau segala sesuatu kejadian perkara di lihat dari kuhp apa tdk ada uu lain dan coba lihat kronologis jgn terlalu cepat memberikan peryataan.

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *