Studi Kelayakan Bandara Adonara, Pemprov NTT Alokasikan Rp. 1.1 Miliar

KUPANG. FBC- Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui APBD NTT Tahun Anggaran 2015 mengalokasikan dana Rp 1,1 miliar untuk membiayai kegiatan studi kelayakan pembangunan Bandara Adonara, Kabupaten Flores Timur. Sedangkan biaya pembebasan lahan menjadi tanggungan Pem

Kadis Perhubungan NTT, Richard Djami

Kadis Perhubungan NTT, Richard Djami

erintah Kabupaten Flores Timur.

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Richard Djami kepada wartawan di Kupang, Senin (25/5/2015) mengatakan, sesuai masa kontrak, studi kelayakan ini dilakukan selama tiga bulan terhitung Mei sampai Juli 2015.

Dia mengatakan, ada tiga lokasi yang akan disurvei yakni Lewobuto di Kecamatan Witihama, Ilebura di Kecamatan Ile Boleng, dan Waibao di Kecamatan Adonara Timur. Studi yang dilakukan pihak konsultan itu untuk mengetahui kecocokan lahan dari tiga lokasi alternatif yang disiapkan dimaksud. Setelah tim merekomendasikan satu dari tiga lokasi dimaksud, pemerintah melakukan pendekatan dengan pihak terkait terutama warga pemilik lahan terkait pembebasan lahan.

“Kita berharap masyarakat memberi lahannya untuk pembangunan bandara dan pemerintah secara arif menyikapinya. Kita juga berharap agar tidak ada spekulan yang memanfaatkan kesempatan itu terkait kebutuhan dan pembebasan lahan,” katanya.

Tentang kapan Bandara Adonara mulai dikerjakan, Richard Djami mengatakan, pemerintah maunya cepat dibangun. Tapi sebelum sampai pada tahap konstruksi, mesti ada studi atau survei lain yang harus dilaksanakan, seperti master plan, dan analisa dampak lingkungan (amdal). Diharapkan, agar semua tahapan yang harus dilalui seperti pembebasan lahan dan survei dilaksanakan sesuai tahapan yang ditetapkan.

Menyinggung kebutuhan lahan, dia sampaikan, untuk penerbangan perintis seperti Bandara Adonara, lahan yang dibutuhkan untuk landasan pacu sepanjang 900 meter. Namun sangat diharapkan agar lahan yang disurvei dan dibebaskan nanti harus seluas mungkin. Sehingga ketika ada kebutuhan perluasan bandara, tidak lagi disibukkan dengan pembebasan lahan. Selain itu, bandara yang ada bisa didarati pesawat hercules milik TNI bila ada bencana atau aspek terkait lainnya.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya beberapa waktu lalu di Adonara mengatakan, pihaknya akan memperjuangkan pembangunan bandara tersebut karena dampak positifnya sangat besar.

“Kita harus upayakan agar bandara itu dibangun karena dengan hadirnya bandara itu akan sangat membantu masyarakat setempat, roda perekonomian akan bergerak pesat,” katanya.

Sementara Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin juga mengakui, Pemkab Flotim memang berkewajiban untuk menyiapkan lokasi untuk pembangunan bandara di Adonara, Namun tentunya dilakukan bertahap. Pasalnya, Pemda Flotim juga masih memerlukan dana untuk memperluas bandara Gwayan Tanah Larantuka.

“Saat in lahan untuk Bandara Gwayan Tanah Larantuka baru seluas 35 hektar dan kita masih harus menambah lahan lagi seluas 15 hektar agar mencapai 50 ha. Ini perkerjaan berat memang tetpai harus kita lakukan,” katanya di Adonara beberapa waktu lalu. (Oni)

GMNI Desak Polres Manggarai Usut Mafia Anggaran di DPRD

Next Story »

Polres Flotim Lakukan Sweeping Senjata

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *