Siswa-Siswi Borong Tampilkan Aneka Tarian Meriahkan Hardiknas

Salah satu tarian yang dibakan siswa-siswi dalam perayaan Hardiknas.

Salah satu tarian yang dibakan siswa-siswi dalam perayaan Hardiknas.

BORONG, FBC-  Menghidupkan roh tarian budaya yang rawan terhadap ancaman kepunahan yang akhir-akhir kian mengancam kehidupan kita maka setiap ada momentum perayaan nasional selalu mementaskan tarian-tarian budaya.

Harapannya dengan semakin rutin menampilkan potensi ini, maka siswa-siswi memiliki rasa cinta terhadap kekayaan peradaban terwariskan itu. Karena itu dalam Hari  Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Manggarai Timur (2/5/2015) digelar aneka jenis tarian budaya setempat yang berpusat di lapangan sepak bola-Borong, Senin (4/5/2015).

Uniknya tarian yang ditampilkan pada kesempatan ini, bukan saja kekayaan budaya daerah setempat, tetapi juga tarian daerah-daerah lain yang ada di wilayah itu.

Pantauan FBC usai apel bendera dilanjutkan dengan pementasan aneka tarian. Mulai dari anak-anak pendidikan usia dini, TK, SD, SMP hingga SMA dan SMAK mementaskan aneka tarian.

Sebanyak 22 jenis tarian daerah khas Manggarai Timur ditampilkan. Suasana begitu ramai. Ada juga tarian daerah dikolaborasi dan tarian modern. Kemasan panto mimik misalnya, merujuk pada aspek pendidikan.

Tarian jai asal Ngada dan Gawi asal Ende ditampilkan juga. Ada pula kolaborasi tarian adat dan moderen. Juga tampil drumband sekolah sebagai kekhasan. Secara keseluruhan PPO berhasil menggerakkan sekolah-sekolah sehingga hampir semua sekolah di Borong bisa tampil.

Sekretaris Dinas PPO, Yuseph Durahi yang ditemui FBC menjelaskan, PPO Matim mempunyai orientasi membudayakan kekayaan tarian daerah yang ada di wilayah setempat. Karena itu kepada sekolah-sekolah atau gugusnya diberi kesempatan untuk menyiapkan satu jenis tarian daerah.

Diharapkan sekolah memilih tarian daerah khas sesuai kultur sekolah itu berada. Harapan itu terjawab karena dalam pelaksanaanya hampir semua sekolah yang ada bisa menampilkan tarian budaya.

“Sekolah-sekolah tampil prima sesuai persiapannya. Tarian daerah khas Matim bisa ditampilkan,” katanya.

Menyinggung, pelaksanaan Hardiknas  yang tidak terjadi pada tanggal 2 Mei, Durahi, mengaku ada hal teknis. Terutama pimpinan wilayah yang sedang ada di luar daerah. Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote, M.Si sedang tugas di Jakarta. Karena itu pelaksananya digeser ke Senin (4/5/2015). Semuanya berjalan aman dan sukses.

Harus Kerja Sama

Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote, M.Si dalama sambutan apel Hardiknas menegaskan, pembangunan pendidikan membutuhkan tanggung jawab bersama. Semua elemen terlibat sesuai kapasitas masing-masing.

Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia meliputi semua aspek kehidupan manusia. Aspek budaya merupakan bagian dari sarana pendidikan. Karena itu potensi budaya dihidupkan guna menanamkan nilai-nilai bagi pertumbuhan kehidupan manusia.

“Marilah kita hidupkan dan lestarikan budaya kita. Inilah kekayaan pendidikan kita,” katanya.

Laporan kontributor Borong, Kanis Lina Bana.

Nilai UN Bukan Satu-Satunya Penentu Kelulusan Siswa

Next Story »

Liput Hardiknas di Nubatukan, Dapat Bonus Jalan Rusak

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *