Pesisir Pantai Pulau Konga Dipenuhi Sampah Plastik

Pulau Konga yang berada persisi di depan dermaga Waidoko  ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary)

Pulau Konga yang berada persisi di depan dermaga Waidoko ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary)

MAUMERE, FBC - Sampah mulai memenuhi pesisir dan sebagian pantai di pulau Konga tepatnya di daerah yang dipenuhi pohon bakau di sebelah selatan hingga ke arah barat pulau Konga.

Tumpukan sampah ini bukan hanya didominasi ranting dan batang pohon namun didominasi sampah plastik. Sampah ini juga memenuhi dasar laut di pesisir pantai pulau Konga dan membuat air sekitarnya terlihat keruh.

Saat menyambangi pulau eksotik ini Minggu (24/05/2015), FBC menemukan, bagian pesisir pantai sebelah utara pulau Konga tumpukan sampah memenuhi lahan yang berjarak sekitar 3 meter dari bibir pantai. Batang kayu dan sampah plastik seperti botol air mineral juga sandal bekas tergeletak di daerah yang datarannya lebih rata.

Ali Usman Wahar salah seorang nahkoda dan pemilik kapal ikan yang mengantar FBC dan beberapa teman ke pulau Konga mengatakan, hampir semua wilayah pantai di pulau Konga dipenuhi sampah. Sampah-sampah tersebut kemungkinan terbawa arus dan gelombang sehingga terdampar di pesisir pantai pulau Konga. Hanya wilayah di bagian timur sebut Ali, yang terbebas dari sampah sebab terdapat perusahaan budidaya mutiara.

“ Wilayah pulau Konga lainnya tidak dihuni dan perahu nelayan pun jarang bersandar di wilayah ini. Paling-paling kalau ada nelayan yang cari kayu bakar di pesisir pantai saja baru mereka mampir, “ katanya.

Sampah yang memenuhi areal utara pulau Konga dan mengancam kehidupan biota laut dan kerap mengendap di dasar laut perairan pulau Konga. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Sampah yang memenuhi areal utara pulau Konga dan mengancam kehidupan biota laut dan kerap mengendap di dasar laut perairan pulau Konga. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Hal senada juga disampaikan Simon Lamakadu,  seorang teman yang menetap di Jakarta yang bersama FBC ke pulau tersebut. Saat snorkling di sekitar pantai berpasir putih yang dipenuhi bakau di bagian utara pulau Konga dirinya menyebutkan di bagian dasar laut terdapat banyak sampah sisa makanan dan lainnya di dasar laut. Tak ada ikan di daerah tersebut ujar Simon yang meminta agar dibawa ke arah barat pulau.

“ Banyak sekali sampah yang menumpuk di dasar lautterlebuh sisa makanan. Mungkin dibuang perahu nelayan yang berlabuh di sekitar sini ataukan limbah dari perusahaan mutiara di sisi timur pulau ataukan terbawa arus dan gelombang,“ tuturnya.

Saat melakukan snrokling sekitar dua ratus meter ke arah barat pulau yang dipenuhi tebing, Simon mengangkat tangan seraya mengacungkan jempol. Menurutnya perairannya relatif lebih bersih bila agak sedikit ke tengah. Banyak karang dan ada yang berukuran besar. Tapi bila bergeser mendekati pantai terlihat banyak karang yang mati dan rusak.

“ Mungkin terkena bom sehingga karangnya jadi hancur. Ataukah memang akibat terkena jangkar kapal atau jaring,“ ujar Simon.

Jarang Disinggahi

Disaksikan FBC di daerah pesisir pulau Konga yang dipenuhi bakau banyak sampah khususnya kantong plastik yang tersangkut di beberapa ranting dan batang bakau yang terendam air saat laut pasang. Beberapa tumpukan sampah di darat yang berjarak sekitar dua meter dari bibir patai terlihat menumpuk. Kemingkinan tumpukan sampah ini terdorong ke daratan akibat hempasan gelombang.

Untuk diketahui, pulau Konga berada di desa Konga kecamatan Tite Hena kabupaten Flores Timur. Desa yang berjarak sekitar 42 kilometer arah timur kota Larantuka ini terkenal sebagai lumbung beras di kabupaten Flores Timur. Luas areal sawahnya menurut penuturan kepala desa Konga, Gregorius Mulo Witin saat berbincang dengan FBC di rumahnya usai mendaki pulau Konga, mengatakan, luas arela persawahan Konga berjumlah 280 hektar.

Pulau Konga sebut Goris sapaan akrabnya, hampir tidak pernah disinggahi warga ataupun nelayan. Masyarakat sambungnya takut karena kerap diusir dan dimarahi anggota polisi yang berjaga di sekitar lokasi areal budidaya mutiara.Hal ini disebabkan ulah beberapa orang yang sering mencuri mutiara di tempat tersebut.

“ Paling kalau ada hajatan di desa, kami ke pulau tersebut guna menangkap kambing liar disana dan disembeli untuk konsumsi masyarakat,“ tuturnya.

Jika dilihat, pulau eksotik yang berbentuk seperti tempurung kelapa ini cuma berjarak sekitar 400 meter arah selatan dermaga Waidoko. Untuk sampai di pulau ini ada beberapa perahu nelayan yang bersandar di sekitar dermaga Waidoko yang bersedia mengantar dengan memberikan ongkos sewajarnya. ( ebd )

Bupati Ende : “Kinerja Turun, Jabatan Juga Turun”

Next Story »

Warga Maumere Gembira Sambut Azizah

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *