Penumpang Kapal Ina Maria Kecewa Tidak Dijenguk Pemilik Kapal

LARANTUKA, FBC – Para penumpang kapal cepat Ina Maria yang terbakar dalam perjalanan Larantuka -Lewoleba, Kamis, (30/04/2015), merasa kecewa sebab pihak Keuskupan Larantuka dalam hal ini pengelola kapal belum menemui para penumpang yang berada di markas kepolisian resort ( Mapolres ) Flores Timur (Flotim ).

Sejak para penumpang dibawa ke dermaga dan beristirahat di kantor perusahaan mutiara di desa Samasoge kecamatan Wotan Ulu Mado, Adonara hingga dievakuasi dan mengalami pemeriksaan di Polres Flotim, Romo Yansen Raring, Pr selaku pengelola belum menjenguk atau menemui para penumpang.

IL Lewar (duduk kiri) dan Leny Niron penumpang KM. Ina Maria saat berdialog bersama Kapolres Flotim dan Vigis ( baju putih ) kapten kapal  di Mapolres Flotim. (Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

IL Lewar (duduk kiri) dan Leny Niron penumpang KM. Ina Maria saat berdialog bersama Kapolres Flotim dan Vigis ( baju putih ) kapten kapal di Mapolres Flotim. (Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Keluhan ini disampaikan Leny Niron dan IL Lewar bersama para suaminya saat ditemui FBC di Mapolres Flotim, Kamis (30/04/2015) Dikatakan IL, pihak penumpang menginginkan kejelasan dari pemilik kapal terkait kerugian materil yang dialami para penumpang seperti barang bawaan dan sepeda motor milik penumpang apakah akan diganti. Para penumpang juga sebut IL menginginkan agar Romo Yansen Raring, Pr datang dan memberikan peneguhan kepada para penumpang.

“ Kami ini korban, kami tidak menuntut, hanya kami minta pihak pengelola memberikan penjelasan dan peneguhan kepada kami. Kami tentunya trauma apalagi saya dan ibu Leny juga membawa anak-anak kecil,“ ujar IL yang menetap di desa Lamawalang kecamatan Larantuka.

Dijelaskan IL setelah ada kejadian, karyawan di perusahaan mutiara yang berada di dekat lokasi kebakaran meluncur ke tempat kejadian dan membantu mengevakuasi para korban ke perusahaan mereka.

IL juga memberi apresiasi kepada Vigis selaku kapten kapal yang tetap bersikap tenang dan mengikuti permintaan penumpang agar kapal dikemudikan ke tepi pantai. Para penumpang sangat berterima kasih atas hal ini namun sangat disesalkan sambung IL pihak Keuskupan Larantuka selaku pemilik kapal belum menemui para penumpang yang notabene merupakan korban.

Belum Dipastikan

Hal senada juga disampaikan Leny Niron seorang penumpang asal Sandominggo kelurahan Larantuka kecamatan Larantuka. Dijelaskan Leny, setelah para penumpang berada di kantor perusahaan mutiara, pihaknya dijemput Kapolres Flotim beserta aparatnya dan diavakusi ke Larantuka untuk dimintai keterangan di Mapolres Flotim. Dirinya beserta keluarga hendak ke Lewoleba hendak menghadiri pemakaman anggota keluarganya siang itu. Sejauh ini tambah Leny, belum ada kejelasan dari agen dan pihak pemilik kapal.

Disaksikan FBC di depan kantor Mapolres Flotim, para penumpang sedang berdialog bersama Kapolres dan Vigis selaku kapten kapal. Pada kesempatan tersebut, Vigis menjelaskan bahwa jika penumpang dan barang bawaan ada asuransi yang menanggungnya sementara sepeda motor belum dipastikan apakah akan mendapat ganti rugi. Domi, suami IL menyebutkan, kapten juga merupakan korban seperti halnya para penumpang.

“ Bersyukur tidak ada korban jiwa, jika ada korban jiwa tentu kaptennya bisa masuk penjara. Kami hanya minta agar pihak pengelola mau memberikan kejelasan bagi kami selaku korban “ tutur Domi.

Usai berdialog bersama, para penumpang dipersilahkan masuk dan beristirahat di ruang tunggu Mapolres Flotim. Terlihat para penumpang berbincang-bincang bersama Vigis sementara beberapa anak kecil duduk di lantai keramik bahkan ada seorang bayi yang menangis seraya berguling-guling di lantai. Hingga pukul 19.00 wita, pihak pengelola terlihat belum mendatangi para korban.

Untuk diketahui, kapal penumpang KM.Ina Maria milik Keuskupan Larantuka, Kamis ( 30/04/2015 ) terbakar di perairan selepas Tanjung Gemuk ujung barat pulau Adonara dan pulau Solor tepatnya di depan perairan yang masuk desa Sama Soge kecamaatan Wotan Ulu Mado.

Kapal cepat tersebut mengangkut 44 penumpang yang terdiri dari 36 penumpang dewasa, 5 anak – anak dan 3 orang anak buah kapal. Saat diketahui ada terjadi kebakaran, kapten kapal, Vigis mengemudikan kapal ke hutan bakau di pinggir pantai terdekat di desa Samasoge pulau Adonara.

Kapal yang bertolak dari dermaga Larantuka kabupaten Flores Timur dengan tujuan Leweoleba, kabupaten Lembata berangkat sekitar pukul 08.00 wita ini juga mengangkut 5 sepeda motor. Terdapat juga dua orang laki-laki warga negara Australia. Para penumpang di dibawa ke Mapolres Flotim untuk didata dan dimintai keterangan dan diperbolehkan pulang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini hanya seorang biarawati yang mengalami cedera di kaki. ( ebd )

Kapal Ina Maria Terbakar, Diduga Karena Korsleting

Next Story »

Syahbandar Larantuka Tak Bisa Larang Kapal yang Tidak Menerapkan Aturan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *