Pencurian di Lewoleba Semakin Marak

LEWOLEBA, FBC-Kasus pencurian di Lewoleba, ibukota kabupaten Lembata kembali terjadi, Rabu, (20/5/2015) sekitar pukul 5.30 dini hari.  Kemalingan terjadi di rumah Andreas Kiwan warga Eropaun, Kelurahan Lewoleba. Tiga buah HP dan sebuah tas berisi surat-suat penting raib digondol maling.

Akri Wutun, anak perempuan Andreas Kiwan kepada FBC menjelaskan, tiga HP dan satu buah tas berisi surat penting digondol maling sekitar pukul 4.30 dini hari.

Setelah mengangkut barang-barang miliknya, pelaku melarikan diri melalui pintu belakang rumah. Kendati mengaku tidak melihat jelas pelaku, namun dia menduga, kalau pelaku adalah dua orang pria mudah.

“Saat itu saya nyenyak. Pintu depan terkunci, sehingga kami duga mereka masuk dari pintu belakang, setelah itu masuk kamar saya yang memang tidak ada pintu. Saya baru sadar kalau kecurian saat mereka sudah keluar, jadi saya teriak dan tidak lama kami dengar bunyi sepeda motor di jalan, tetapi kami keluar mereka sudah lari,” jelasnya.

Sebagaimana pantauan FBC, atas laporan korban pencurian, sekitar pukul 9.00 wita Polisi turun untuk memeriksa TKP. Wilson, saksi yang dikonfirmasi FBC di TKP menyebutkan, kalau dia sempat melihat dua orang pria keluar dan melarikan diri dengan sepeda motor. Sayang, saksi mengaku tak melihat wajah pelaku secara jelas.

“Kami pulang pesta sekitar jam 4, tidak lama setelah itu kami dengar bunyi sepeda motor jadi saya intip dari jendela, saya intip dari jendela, ada dua orang jalan dari rumah sini, terus langsung star sepeda motor Yamaha RX King dan langsung ngebut ke arah jalan atas itu,” jelas remaja itu.

Sementara itu, informasi lain yang disampaikan salah satu anggota Polres Lembata yang ikut dalam pemeriksaan TKP di rumah Andreas Kiwan menjelaskan, kalau hari sebelum Selasa (19/5/2015) juga terjadi peristiwa pencurian di SD Inrpres Loang, Kecamatan Nagawutung.

Barang milik sekolah yang berhasil digondol maling adalah, uang sejumlah Rp. 500 ribu yang disimpan bendahara dalam laci meja, juga spiker aktif dan beberapa peralatan elektonik lain. Atas peristiwa itu, SD Inpres Loang, ditaksir menderita kerugian sekitar 6 sampai 7 juta rupiah.

Lebih jauh dalam penelusuran FBC,  menyebutkan, aksi pencurian di Lewoleba dilakukan secara bergerombol. Pelaku bahkan tak sungkan menyewa mobil pic up untuk mengangkut hasil kejahatan mereka. Bahkan, dalam melakukan aksinya, pelaku juga tak sungkan membawa senjata tajam berupa parang.

 Akri Wutun, Korban Pencurian sedang memberi keterangan kepada Polisi. (Foto : FBC/Yogi Making)

Akri Wutun, Korban Pencurian sedang memberi keterangan kepada Polisi. (Foto : FBC/Yogi Making)

Terkait pencurian ini, Kapolres Lembata AKBP. Wresni H. S Nugroho melalui Kasubag Humasnya Yusuf Dharmawan dalam keterangannya sebagaimana berita yang dirilis FBC beberapa waktu lalu mengakui kalau Lembata, kian rawan dengan kasus pencurian.

Atas laporan warga korban pencurian, polisi terus berupaya untuk menangkap pelaku, disamping itu untuk meminimalisir tindak kejahatan pencurian, polisi juga meningkatkan patroli pada malam hari, terutama di jam-jam tertentu yang dianggap rawan.

“Sudah kita petakan titik rawan pencurian dan daerah persembunyian pelaku pencurian. Titik-titik ini menjadi incaran polisi, disamping itu kami terus melakukan patroli setiap malam terutama pada jam tertentu. Kami juga menghimbau agar warga jangan membeli barang yang dicurigai sebagai hasil pencurian, jika ada yang menemukan hal seperti itu, tolong sampaikan kepada polisi,” kata Yusuf, sebagaimana berita yang dirilis media ini Senin, 27/4/2015 lalu. (Yogi Making)

Merasa Diperlakukan Tidak Adil Oleh Bupati, Rofin Kopong Mengadu ke DPRD

Next Story »

Para Jurnalis Diminta Tetap Independen

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *