Pemimpin Flotim Mendatang Harus Lebih Inovatif

Warga Flotim Diaspora aktif mengikuti seminar bertajuk " Pemimpin Baru, Harapan Masyarakat Flotim," Sabtu 16 Mei 2015. (Foto : FBC/Ben)

Warga Flotim Diaspora aktif mengikuti seminar bertajuk ” Pemimpin Baru, Harapan Masyarakat Flotim,” Sabtu 16 Mei 2015. (Foto : FBC/Ben)

JAKARTA, FBC- Kepemimpinan Flores Timur  (Flotim) dalam hal ini Bupati dan wakil Bupati mendatang harus dapat bekerja lebih giat dan inovatif mewujudkan kemandirian kabupaten. Jika bertahan dengan cara-cara lama maka tidak ada kemajuan berarti yang dirasakan masyarakat Flores Timur.

Pendapat ini mengemuka dalam seminar bertajuk “Pemimpin Baru, Harapan Masyarakat Flores Timur”, di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu 16 Mei 2015.

Seminar yang digagas Angkatan Muda Adonara (Ama) Jakarta ini, selain diikuti mahasiswa Flotim-Jakarta, warga Flotim diaspora, juga dihadiri para utusan mahasiswa Flotim dari Jogja, Bandung, Surabaya dan Malang. Hadir sebagai narasumber Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, dan Mantan Bupati Flores Timur Feliks Fernandez.

Seminar yang dipandu Simon Lamakadu ini juga menghadirkan sesepuh masyarakat Flores Timur diantaranya, Sahar L. Hasan, Anton Semara Duran, Max Boli Sabon, dan Umar Uli. Ikut hadir tokoh muda Flores Timur  Anton Doni, Donatus Gede Sabon, dr. Stef Eke, dan Sarly Lewar.

Penggiat Ekonomi Kreatif Donatus Gede Sabon dalam kesempatan itu mengatakan, merujuk pada tema pemimpin baru, harapan masyarakat Flores Timur, maka pemimpin yang diperlukan kedepan adalah pemimpin dengan konsepsi pembangunan daerah.

“Kita tidak pernah membahas konsep pembangunan sampai akar rumput. Pertanian jika bertahan dengan cara lama maka tidak ada kemajuan. Harus ada inovasi. Yang terjadi tidak ada inovasi yang signifikan di bidang pertanian,” kata Donatus.

Menurut Donatus, setiap daerah termasuk Flores Timur, harus punya kreativitas dan kemandirian. Kemandirian yang dimaksud tidak lain, apa yang dikonsumsi masyarakat mestinya diproduksi oleh masyarakat itu sendiri.

Donatus mengharapkan agar pemerintah di Flores-Lembata bisa menjalin kerja sama antar daerah untuk mendukung setiap usaha dan inovasi yang dikembangkan masing-masing daerah.

Seminar Bertajuk : "Pemimpin Baru : Harapan Masyarakat Flotim". Tampak Feliks Fernandez, Anton Semara Duran, Umar Duli dan Bupati Flotim Yoseph Lagadoni Herin. (Foto : FBC/Ben)

Seminar Bertajuk : “Pemimpin Baru : Harapan Masyarakat Flotim”. Tampak Feliks Fernandez, Anton Semara Duran, Umar Duli dan Bupati Flotim Yoseph Lagadoni Herin. (Foto : FBC/Ben)

“Setiap daerah harus punya kreativitas dan kemandirian di daerah masing-masing dengan pemikiran yang lebih efektif dan punya skala prioritas,”ujar Donatus.

Perlu Pemimpin Baru

Anton Doni mengatakan, perkembangan dan perubahan yang begitu cepat pada lingkungan baik ke dalam maupun ke luar membutuhkan pemimpin yang memiliki visi yang jelas. Namun menurut mantan ketua PP PMKRI ini, visi politik pemimpin harus disertai dengan ketekunan mengelola visi itu sendiri. Perlu ada pemimpin baru yang memiliki visi perubahan masyarakat dengan tambahan pada ketekunan untuk melakukan inovasi.

“Saya kira kita butuh pemimpin yang lebih dari itu. Saya kira, untuk visi, seorang intelektual seperti pak Yosni bisa mengerjakan itu. Tapi menurut saya diperlukan juga adalah ketekunan untuk menjalankan visi itu. Ketekunan disini termasuk bagaimana mengatasi persoalan birokrasi,” kata Anton Doni.

Terhadap kondisi sumber daya manusia Flores Timur saat ini, Anton Doni optimis bahwa sumber daya yang ada sangat didukung oleh etos kerja masyarakat Lamaholot.  Hanya saja  menurut Anton Doni, standart mutu manusia semakin hari perlu ditingkatkan termasuk menetapkan standart yang tinggi pada mutu pendidikan.

“Etos kerja dimiliki masyarakat Lamaholot yaitu kerja keras dan jujur,” kata Anton Doni.

Senada dengan Anton Doni, sesepuh masyarakat Flotim Sahar L. Hasan mengatakan pemimpin perlu menemukan cara baru untuk menyelesaikan masalah. Sahar menyebutkan cara baru yang perlu dilakukan diantaranya membuka lapangan pekerjaan, masalah tanah di Flotim, serta masalah ekonomi masyarakat.

Mantan bupati Flores Timur Feliks Fernandez menekankan perlunya pemimpin yang rendah hati dan mencintai masyarakatnya. Pemimpin yang dimaksudkan Feliks, adalah pemimpin yang cepat memahami masalah yang terjadi di daerahnya dan dapat mencari solusi.

Bupati Flores Timur dalam kesempatan itu memaparkan keberhasilan kabupaten Flores Timur dalam empat tahun terakhir. Bupati menguraikan perkembangan pembangunan Flores Timur dari segi ekonomi, akses terhadap pasar dan modal,  serta peningkatan pendapatan per-kapita dan pendapatan daerah. “Banyak hal yang telah kami lakukan, namun itu tidak terekspos,” kata Bupati Yosni. (Ben)

Pedagang Minta Pemerintah Jangan Berlama-Lama, Segera Rehab Pasar

Next Story »

PNS Kumpul Dana Dukung Azizah, Tidak Termasuk Gratifikasi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *