Pemerintah Targetkan Tahun 2018 Sudah Tercipta 273 Desa Wisata di NTT

KUPANG. FBC- Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu mengatakan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan 273 desa wisata sudah harus dicapai hingga 2018.

Kadis Parekraf NTT, Marius Ardu Jelamu

Kadis Parekraf NTT, Marius Ardu Jelamu

“Target dan menjadi tekad kita itu harus terwujud untuk merealisasikan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya yang ada di pedesaan. Sektor pariwisata ini harus didorong untuk menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan ekonomi di desa-desa yang memiliki obyek wisata,” kata Marius yang dihubungi di Kupang, Jumat, 08 Mei 2015.

Marius mengakui, upaya untuk membangun desa wisata itu sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu namun belum cukup menunjukkan hasil yang signifikan. Pasalnya, hingga 2014 lalu jumlah desa wisata di daerah ini baru mencapai 73 desa wisata. Jumlah ini harus ditambah dan diurus dengan serius.

Jebolan STFK Ledalero ini mengatakan, penambahan jumlah desa wisata tersebut, merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT, khususnya yang ada di pedesaan. Karena perhatian pemerintah sata ini adalah membangun dari desa, karena itu desa harus diperkuat dengan berbagai upaya antara lain sector pariwsatanya.

“Kita memang berkeyakinan kuat bahwa  desa wisata yang dibangun itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Secara otomatis, langkah ini akan menjadi lokomotif untuk menggerakkan sektor lainnya dan ini yang harus menjadi perhatian serius dan dukungan sektor-sektor lainnya untuk secara keroyokan membangun desa wisata tersebut,” kata Marius.

Sementara Kepala Bidang Destinasi Dinas Prekraf NTT, Thomas Lelan yang ditemui terpisah mengatakan, pemerintah memang berkomitmen sangat kuat untuk membangun sektor pariwsata itu. Ada obyek wisata andalan yang sudah sangat terkenal, namun ada juga obyek-obyek wisata yang belum cukup dikenal dan masih “tersembunyi” di desa-desa. Karena itu harus dimulai dari desa untuk memperkenalkannnya ke kota.

Data yang ada di dinas Parekraf NTT kata Thomas, ada banyak sekali desa di NTT yang memiliki obyek wisata yang indah dan menarik untuk dijual ke manca negara. Karena itu, kini saatnya untuk memulainya.

Data yang disampaikan Thomas terkait desa-desa wisata yang memiliki obyek wisata yang menarik antara lain di Kabupaten Mangarai yakni desa wisata Wae Sano, Cunca Lolos, dan Liang Dara di Kecamatan Sano Nggoang serta desa Satarlenda, Kecamatan Satarmese. Di Mangarai Barat antara lain, desa wisata Labuan Bajo, Komodo, Pasir Panjang, Desa Batu Cermin di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat dan di Manggarai Timur ada desa Nangalabang, Kecamatan Borong.

Kemudian ke Ngada ada desa wisata perkampungan tradisional Bena, Di Kabupaten Timur Tengah Selatan ada perkampungan tradisional Boti, selanjutnya  Desa Oebelo dengan obyek wisata pembuatan alat musik tradisional Sasando dan Oelnasi dengan obyek wisata agro dan pemancingan serta Desa Manusak dengan obyek wisata agro dan wisata alam di Kabupaten Kupang.

Di Kabupaten Sabu Raijua ada desa Lede Unu dengan obyek wisata perkampungan adat dan Desa Kujiratu dengan obyek wisata situs Kujiratu. Kabupaten Alor ada desa Maritaing dengan wisata alam dan bahari serta Desa Marisa dengan obyek wisata bahari.

Di kabupaten Lembata ada Desa Atawai di Kecamatan Nagawutung dengan obyek wisata air terjun Lodowawo, Desa Atakore dengan dapur alam budaya, Desa Lamalera dengan obyek wisata penangkapan ikan paus secara tradisional dan Desa Laranwutun dengan wisata bahari.

“Kita memang berkoimtmen untuk terus membangun desa-desa wisata di NTT dengan target yang harus dicapau pada tajun 2018 jumlah desa wisata yang sudah harus dibangun sebanyak 273 desa wisata di seluruh NTT,” kata Thomas Lelan. (Oni)

Kepsek SMP Negeri Nubatukan Bantah Ada Kebocoran Soal

Next Story »

Kadis PPO Lembata Yakin UN SMP Tidak Bermasalah

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *