Pelajar SMAN IX Rana Mese Tewas Gantung Diri

BORONG, FBC–-Entah apa yang terbersit dalam hati dan pikiran, Adrianus Maja seorang siswa kelas II di SMAN IX, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur nekat mengakhiri hidupnya secara tragis dengan cara gantung diri. Siswa Kelas II Jurusan IPS asal Sita, Desa Sita ini ditemukan tak bernyawa lagi di rumah kontrakan di Sita, Rabu (20/502015) malam sekitar pukul 20.30 Wita.

Kanisius Jehot, kakak korban, Rabu (20/5,2015) menceritakan kejadian tersebut begitu cepat ketika kondisi rumah yang ditempatinya itu dalam keadaan kosong. Kuat dugaan korban nekat mengakihri hidupnya sekitar pukul 20.30 Wita.

Sebelum korban melakukan niat mengakhiri hidupnya sempat datang ke asrama putri. Bahkan warga berangkat ke rumah tetangga untuk berdoa Rosario sempat melihat korban sedang berada di luar rumah kontrakannya tersebut.

Warga sempat mengajak korban untuk mengikuti doa Rosario dan korban mengaku akan menyusul warga lain ke rumah yang mendapat giliran doa rasario. Kegiatan doa rasario berlangsung mulai pukul 20.00 -21.30.

Diperkirakan korban nekat gantung diri sekitar pukul 20.00 Wita sampai Pukul 22.30 Wita, atau saat umat sedang menjalankan ibadat rasario. Sebab setelah doa rasario selesai pihaknya pulang ke rumah dan mendapatkan korban tergantung menggunakan seutas tali di dalam kamar.

“Ketika masuk rumah saya menemukan korban gantung diri pada tiang rumah di tengah dengan menggunakan tali pramuka”katanya. Kanisius mengaku mendapatkan korban seperti itu pihaknya tidak sanggup melihat korban yang adalah adiknya itu gantung diri. Ia hanya sanggup beteriak dan minta pertolongan warga sekitar.

Atas kejadian tersebut warga dramai-ramai datang dan melihat korban. Beberapa warga menghubungi pihak kepolisian dan kerabat dekat korban. Jajaran Kapolsek Borong mendatangai lokasi sekitar pukul 22.30 Wita dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Borong, Brigpol Edi Sumirat dan tiga anggota polisi lainnya.

Setibanya di lokasi kejadian polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.. Dari pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi belum menemukan motif tindakan nekat dari siswa SMA itu namun terus melakukan tindakan dengan menjaring informasi dan penyelidikan lebih lanjut.

“Sampai saat ini kami belum mengetahui motif pelajar kelas II SMA Negeri IX gantung diri,” katanya.

Sedangkan terhadap korban polisi langsung mengambil tindakan membawa korban ke puskesmas Sita untuk divisum. Dari hasil visum tidak ada benturan benda tajam yang mengakibatkan korban meninggal dan murni gantung diri.

Kepala Puskesmas Sita, Jamiludin Mutalib mengatakan hasil pemeriksaan tenaga medis Puskesmas Sita hanya menemukan bekas lilitan tali sedalam 1 cm di leher korban. Mata korban melolot dan ada bekas air kencing di celana. Tanda memar lain tidak. Ini menandakan korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri.

Wakil Kepala Sekolah SMAN IX Borong, Paulus Jehudu mengungkapkan Adrianus Maja merupakan siswa yang paling pintar terutama dalam mata pelajaran Matematika. Korban dikenal anak yang rajin ke sekolah.

Pantuan wartawan, Rabu (20/5/2015 ) setelah diperiksa tenaga medis di Puskesmas Sita, guru-guru menghantar korban ke rumah orang tuanya di Baga, Kelurahan Tanah Rata. Sedangkan pada dinding rumah terdapat catatan “Hidup dan Mati ada di tangan Tuhan dan tangan diri sendiri” Selain itu tulisan tangan berupa salib dan rasario.

“Kuat dugaan korban sebelum gantung diri membuat tulisan tersebut. Sebab sebelumnya tidak ada coret pada dinding kamar,” jelas beberapa warga dekat.

Laporan Kanis Lina Bana
Kontributir FBC Borong.

Polda NTT Simpulkan Tolis Ruing dan Bence Terlibat Dalam Kasus Laurens Wadu

Next Story »

55 Anggota PPK Kabupaten Manggarai Dilantik

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *