Peringatan Hardiknas di Labuan Bajo:

Pagelaran Seni Busana Sampah Daur Ulang

Siswa/i sedang menggelar atraksi busana daur ulang dari sampah pada HUT Hardiknas di Labuan Bajo. (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

Siswa/i sedang menggelar atraksi busana daur ulang dari sampah pada HUT Hardiknas di Labuan Bajo. (Foto : FBC/Kornelius Rahalaka)

LABUAN BAJO,FBC-Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kabupaten Manggarai Barat (2/5/2015) yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat diwarnai berbagai pagelaran seni dan budaya.

Pagelaran busana sampah daur ulang adalah salah satu atraksi yang mendapat apresiasi dari pemerintah dan masyarakat setempat. Atraksi seni yang ditampilkan oleh siswa-siswa se- kota Labuan Bajo ini berupa pakaian berbahan dasar sampah daur ulang, asesoris alat musik dari bekas peralatan rumah tangga.

Pagelaran busana pakaian dari daur ulang sampah ini selain bersifat menghibur juga bertujuan untuk membangun kesadaran sekaligus pendidikan pada masyarakat agar senantiasa menjaga lingkungan tetap bersih, indah dan nyaman.

Pementasan seni busana daur ulang juga sebagai ajakan untuk mencintai kebersihan dan perilaku hidup sehat baik di rumah, kantor maupun di tempat-tempat umum atau ruang publik.

Selain itu, masyarakat juga perlu memahami bahwa sampah tidak hanya dilihat sebagai sumber penyakit tetapi sampah dapat dikelola atau dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pemahaman bahwa sampah bisa mendatangkan keuntungan juga dapat menghilangkan kebiasaan membakar sampah karena membakar sampah dapat menimbulkan polusi dan sumber berbagai penyakit. Untuk itu warga masyarakat diharapkan untuk selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih antara lain dengan membuang sampah pada tempatnya.

Selain atraksi pagelaran busana sampah daur ulang, Hardiknas kali ini dimeriahkan pula dengan menampilkan atraksi drum band dari beberapa sekolah baik Taman Kanak-Kanan hingga SMA. Seperti drum band oleh TKK Ade Irma, SMU Negeri I Komodo, SMP St. Ignatius Loyola, SMUK St. Ignatius Loyola dan atraksi olahraga bela diri seperti kempo dan karate.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anis Baswedan dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dula menyatakan bahwa asset terbesar bangsa ini bukan pertambangan, niberal, hutan, tanah dan air serta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya saja melainkan asset terbesar bangsa ini adalah manusia Indonesia. Lebih lanjut Menteri Baswedan menegaskan pentingnya pendidikan bagi kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa.

Dikatakan, secara konstitusi memang pendidikan menjadi tanggung jawab negara, tetapi secara moral dan social, pendidikan adalah tanggung jawab semua elemen bangsa. Karena itu, partisipasi masyarakat seperti membayar iuran sekolah merupakan bentuk partisipasi dan kontribusi nyata masyarakat dalam mendukung dan ikut memajukan pendidikan di negeri ini. (Kornelius Rahalaka)

Terbakarnya Kapal Ina Maria, Keuskupan Terima Sebagai Musibah

Next Story »

Buruh Pelabuhan Minta Perhatian Pemerintah Dan DPRD Lembata

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *