Kontes Dangdut Indonesia (KDI)

Orangtua Azizah Sampaikan Terima Kasih Bagi Warga Flobamora

MAUMERE, FBC - Orangtua Azizah,  Sadarudin Daeng Sira dan Mariona menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat kabupaten Sikka dan Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor) atau Nusa Tenggara Timur (NTT) dimanapun berada yang sudah memberikan dukungan SMS (short message service) buat Azizah sehingga bisa masuk ke-10 besar Kontes Dangdut Indonesia (KDI) yang disirakan MNC TV.

Selain itu,  ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Uskup Maumere, Mgr, Kherubim Pareira, SVD, SMK Yohanes XXIII Maumere, pemerintah kabupaten Sikka dan para kepala daerah di NTT beserta gubernur dan wakil gubernur.

Mariona ibunda Azizah saat berada di rumahnya di kelurahan Beru kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Mariona ibunda Azizah saat berada di rumahnya di kelurahan Beru kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

Mariona, ibunda Azizah kepada FBC yang menemuinya di kediamannya, Jumat (15/05/2015), mengatakan  Azizah bisa sukses dan terkenal berkat dukungan semuanya terutama management Azizah yang sudah menggembleng Azizah lewat latihan vokal dan musuik selama berada di Jakarta.

Dia berharap, mudah-mudahan Azizah  bisa memberikan yang terbaik dan meraih juara satu sehingga membuat nama Sikka dan NTT bisa dikenal.

“ Saya merasa bangga sebab sampai hari ini Azizah masih bertahan di panggung KDI dan semakin baik, semua ini berkat dukungan seluruh masyarakat Sikka dan Flobamora,“ ujarnya.

Tetap di Maumere

Perkembangan vokal Azizah beber Mariona, semakin baik berkat latihan selama di karantina. Semua masyarakat Sikka yang menonton langsung di studio MNC  merasa bangga dan selalu memberi semangat guna mendukung Azizah.

Saat ditanya FBC, apakah Azizah akan tetap bersekolah di Maumere ataukah di Jakarta bila selesai mengikuti kontes KDI, Mariona menyebutkan,Azizah akan tetap di Maumere menyelesaikan sekolahnya sebab dia baru kelas 2 SMK. Setelah tamat SMK lanjutnya, Azizah bebas memilih mau kuliah di Maumere atau di Jakarta.

“ Saya lebih suka dia tetap di Maumere sebab jadi bintang juga dia berangkat dari kabupaten Sikka. Aziziah juga lebih suka tinggal disini dan menghibur masyarakat di Sikka dan NTT,“ bebernya.

Ketika ditanyai kapan ke Jakarta dan menyaksikan Azizah tampil di studio MNC TV, Mariona mengatakan, jika Azizah masuk ke 5 besar dirinya akan mendampingi Azizah di Jakarta.

Kemarin, Kamis (14/05/2015) kata Mariona, Azizah menelepon dirinya seraya menangis sebab saat penjemputan peserta semuanya didampingi kedua orang tua sementara Azizah hanya bapaknya saja yang mendampingi. Azizah meminta supaya saya cepat ke Jakarta, tutur Mariona penuh berkaca-kaca.

Masyarakat Antusias

Kepala sekolah SMK Yohanes XXIII, Marselus Moa Ito sebelum pengumuman kelulusan di aula SMK Yohanes XXIII juga meminta dukungan dari para orang tua murid yang hadir guna mendukung Aziziah lewat sumbangan dana maupun pengiriman sms dukungan.

Pada kesempatan tersebut, Moa Ito juga menjelaskan tentang proses penggalangan dana dari masyarakat, pengiriman sms dan seleksi yang diikuti Azizah. Moa Ito berharap agar siswa-siswi SMK Yohanes XXIII lainnya bisa sukses seperti Azizah dalam berbagai kegiatan sehingga bisa mengharumkan nama okeluarga, sekolah dan kabupaten Sikka.

“ Kami tetap mendukung Azizah agar bisa meraih hasil maksimal “ tegasnya.

Emil Soge, salah seorang guru SMK Yohanes XXIII kepada FBC yang menghubunginya via telepon menjelaskan, pencarian dana dukungan di masyarakat dengan mengedarkan kotak sumbangan di pasar-pasar tetap dilakukan.

Rumah kediaman Azizah di kampung Beru, Maumere kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Rumah kediaman Azizah di kampung Beru, Maumere kabupaten Sikka. ( Foto : FBC/Ebed de Rosary )

Hari ini, Jumat (15/05/2015) sebut Emil, beberapa siswa bersama dirinya dan rekan guru lainnya sedang mecari dana di pasar Geliting. Dana yang berhasil terkumpul sebesar 1 juta rupiah.

Dominikus Yos (22) warga desa Gera, kecamatan Mego, kabupaten Sikka kepada FBC, Jumat ( 15/05/2015 ) menuturkan, saat kembali ke kampungnya kemarin, Kamis ( 14/05/2015 ) dirinya melihat masyarakat desanya dan desa-desa sekitarnya antusias menonton Azizah. Ketika sudah mendekati senja, masyarakat mulai patungan (mengumpulkan uang ) secara sukarela untuk membeli bensin. Bensin ini dipakai untuk menghidupkan generator saat menonton televisi selama Azizah tampil menyanyi.

“ Kalau Azizah tampil, sore hari orang sudah pulang dari kebun. Jam 7 malam semua orang sudah berkumpul di rumah saya untuk menonton Azizah padahal kadang acaranya saja baru dimulai jam 9 malam, “ sebutnya.

Hal yang sama juga ditemukan FBC saat berkunjung ke desa Iantena kecamatan Kewapante kabupaten Sikka, Kamis (14/05/2015). Hampir semua obrolan di masyarakat seputar penampilan Azizah. Beberapa kali FBC ditanyai kapan Azizah tampil lagi dan peluangnya meraih juara. Masyarakat juga merasa kesal dengan para juri yang selalu memberikan kritikan pedas buat Azizah.

Hasil pantauan FBC di beberapa lokasi nonton bareng di pasar Geliting, Wuring dan lapangan Kota Baru Maumere, Jumat (15/05/2015 ) malam, sejak pukul 20.00 wita, masyarakat sudah membanjiri arena nonton bareng. Jumlah penonton semakin bertambah banyak dikarenakan keesokan harinya merupakan hari libur dan kantor-kantor pemerintah di kabupaten Sikka sejak kemarin, Kamis sudah libur. (ebd)

Misionaris SVD Sumbang Gedung untuk Pesantren Walisongo

Next Story »

Maksimus Gasa : Mabar Butuh Pembangunan Infrastruktur Jalan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *