Manggarai Timur Kembangkan 1000 Hektar Padi Sawah

BORONG, FBC—Wilayah Kabupaten Manggarai Timur memiliki potensi pertanian sangat tinggi. Hampir semua wilayah memiliki potensi tersebut dan belum dikelola secara baik.

Servas Ledo, Kepala Bidang Produksi Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Manggarai Timur

Servas Ledo, Kepala Bidang Produksi Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Manggarai Timur

Karena itu pada musim tanam 2015/2016 pemerintah setempat mengalokasi anggaran untuk pengadaan benih pengembangan lahan sawah seluas 1000 hektar dan tanaman jagung seluas 3000 hektar. Lahan sawah tersebar di sembilan kecamatan, sedangkan jagung difokuskan bagi 40 kelompok tani.

Kepala Bidang Produksi Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Manggarai Timur, Servas Lado menyampaikan hal itu menjawab Wartawan di Borong, Selasa (19/5/2015). Dia diminta keterangan terkait antisipasi pemerintah daerah terkait target menjadikan Manggarai Timur sebagai lumbung pangan di Nusa Tenggara Timur.

Optimalisasi bidang pertanian dan pengembangan pangan merupakan salah satu langkah strategis di bidang persediaan pangan. Mekanisme yang dikembangkan adalah distribusi benih padi sawah untuk 1000 hektar dan 4000 hektar jagung. Jatah lahan seluas itu sesuai potensi yang dimiliki, namun tetap diupayakan agar potensi lahan sawah yang bertebaran di semua kecamatan dapat dioptimalisasikan.

Pada musim tanam 2015/2016 pemerintah mendistribusikan benih tersebut dan dikembangkan dengan pola gerakkan penerapan pengelolaan tanaman terpadu (GPTT). Sedangkan mekanisme tanaman jagung dilakukan berupa gerakan tanaman jajar legowo. Artinya setiap empat baris jagung di setiap lahan dibiarkan satu baru kosong. Tujuanya menjamin sirkulasi udara dan sinar matahari.

“Pola inilah yang kita kembangkan gunan meningkatkan produksi pertanian. Sistem ini sangat efektif,” katanya.

Dia menambahkan, distribusi benih dan pupuk dilakukan pemerintah dan diserahkan kepada kelompok sasaran secara cuma-cuma, petani hanya menyiapkan lahan. Tetapi seluruh operasional kegiatan mulai bersih lahan, tanam dan perawatan diperhitungan dalam rupiah. Artinya petani sendiri bekerja di kebun sendiri tetapi semua jasa diperhitungkan atau dikompensasi dengan uang oleh pemerintah.

Dikatakan, fokus pengembangan tanaman padi dan jagung dengan sasaran menjadikan Manggarai TImur sebagai lumbung pangan di NTT.Menyinggung, pemasaran produksi jagung, Servas Ledo enggan menjawabnya. Sebab pihaknya hanyalah tenaga teknis yang berhubungan langsung dengan pengelolaan tanaman padi dan jagung petani. “Tentu pemerintah pikirkan hal itu,” katanya.

Laporan Kanis Lina Bana, Kontributor FBC Manggarai Timur

Alokasi Dana Tidak Sesuai, Pemkab Sikka Tolak Rencana Peningkatan Fasilitas RSUD TC Hillers

Next Story »

Merasa Diperlakukan Tidak Adil Oleh Bupati, Rofin Kopong Mengadu ke DPRD

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *