Jaksa P21 Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen

LEWOLEBA-FBC-Kejaksaan Negeri Lembata akhirnya mem-P21 kasus dugaan pemalsuan dokumen dengan tersangka dua anggota DPRD Lembata masing-masing, Bediona Philipus dan Fransiskus Limawai. Kini kejaksaan masih menunggu pelimpahan berkas dan tersangka dari pihak penyidik Polres Lembata.

Kepala Kejaksaan Negeri Lembata, Didi Haryono. (Foto : FBC/Yogi Making)

Kepala Kejaksaan Negeri Lembata, Didi Haryono. (Foto : FBC/Yogi Making)

Demikian keterangan Kepala Kejaksaan Negeri Lembata, Didi Haryono di ruang kerjanya Rabu (6/5/215).

Dijelaskannya, kejaksaan masih menanti pelimpahan berkas dan tersangkanya. “Hasil expose perkara di Kejaksaan Tinggi Selasa 29 April 2015 seperti itu (berkas lengkap dan P.21), pastinya kita segera limpahkan ke pengadilan untuk di sidangkan,” kata Kajari Lembata.

Kasus dugaan pemalsuan dokumen yang melibatkan dua anggota DPRD Lembata bergulir sejak tahun 2014, dua tersangka masing-masing Bediona Philipus dan Fransiskus Limaway sempat mendekam dalam tahanan Polres Lembata, namun dilepas dengan status penangguhan penahanan. Setelah menggantung lama, tiba-tiba tersiar kabar kalau berkas perkara dalam kasus ini sudah dinyatakan lengkap dan siap untuk sidangkan.

Terhadap kasus ini banyak kalangan menilai perbuatan memfinalisasi berkas permohonan uji pendapat DPRD ke MA atas perintah Ketua DPRD Lembata yang kala itu di jabat Yohanes Derosari oleh Bediona Philipus dan Fransiskus Limai dalam kapasitas sebagai anggota DPRD semestinya tidak di proses hukum, karenanya P. 21 kasus dugaan pemalsuan dokumen itu terkesan di paksakan.

“Oh…kita disini profesional, nda ada itu pemaksaan. Perkara itu sudah kita gelar disini berulang kali dan di Kejati dua kali kita gelar. Memang ini kasus unik dan bakal seruh nanti di persidangan, nanti ikuti saja di sidang yah..? Kasusnya tergantunglama karena jaksa tunggu proses pengembalian dari polisi. Jadi nda ada itu namanya pemaksaan,” jawab Didi Haryono.

Di tanya apakah nanti setelah pelimpahan berkas dari pihak kepolisian pihak kejaksaan akan menahan Bediona dan Limaway, Didi Haryono mengatakan dia tak mau berandai-andai. Menurutnya tidak semua kasus tersangkanya harus di tahan selama proses hukum.

Di jelaskan lagi, awal pemberkasan kasus ini terlihat aneh, keterangan para saksi terkesan berdiri sendiri. Setelah berulangkali menyatakan P 19, polisi akhirnya melengkapi seluruh tuntan jaksa sehingga bisa dinyatakan P. 21. Menurutnya, mengamati keterangan para saksi sebagaimana di terangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan yang dikirim Polres Lembata, perbuatan merubah dokumen oleh Bediona dan Limaway dianggap sebagai perbuatan pribadi dan bukan masalah institusi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tersangka dugaan pemalsuan dokumen di ganjar dengan pasal 263 ayat (1) dan ayat (2) KHUP dengan ancaman 6 tahun penjara. (Yogi Making)

Banyak Perda di Manggarai Barat Tidak Berjalan

Next Story »

Dugaan Korupsi Dana Gereja, Jaksa Masih Tunggu Pemeriksaan BPK

One Comment

  1. david making
    May 7, 2015

    praperadilkan saja polisinya bossss….biar ketahuan mana yang hitam dan mana yang putih .

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *