Harkitnas, Menteri Puan Usulkan Ende Sebagai Kota Soekarno

Puan Maharani sedang menari tarian Gawi bersama pelajar Ende di Lapangan Pancasila usai Upacara memperingati Harkitnas pada Rabu, 20/5/2015. (Foto : FBC/Ian Bala)

Puan Maharani sedang menari tarian Gawi bersama pelajar Ende di Lapangan Pancasila usai Upacara memperingati Harkitnas pada Rabu, 20/5/2015. (Foto : FBC/Ian Bala)

ENDE, FBC- Kota Ende berperan penting dalam pejalanan bangsa dan negara, khususnya bagi bapak pendiri bangsa Soekarno. Dari Ende dibawah pohon sukun, Soekarno mencetuskan butir-butir Pancasila pada masa pembuangan di Ende oleh penjajahan Hindia Belanda. Karena itu Ende layak diusulkan sebagai kota Soekarno.

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia (Menko PMK) Puan Maharani di hadapan ribuan masyarakat Ende, saat upacara Hari Kebangkitan Nasional, di Lapangan Pancasila- Ende, Rabu (20/5/2015). Menteri Puan berkunjung ke Ende bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, Danjen Kopasus Mayjen Doni Monardo selaku Komandan Ekspedisi NKRI dan Pangdam IX Mayjen Tori Tjohar.

Ikut menjemput dan mendampingi rombongan, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, Kapolda NTT, Bupati dan Wakil Bupati Ende, Para Rohaniwan/Rohaniwati, tokoh politik, tokoh masyarakat, pegawai negeri sipil, mahasiswa, pelajar serta undangan lainnya dan masyarakat.

Puan menyatakan kebanggaannya melihat antusias masyarakat akan sosok Soekarno sebagai sang Proklamator sehingga muncul dari benaknya wacana menjadikan Ende sebagai Kota Soekarno.

“Sekarang saya tanya bapak-bapak dan ibu-ibu setuju tidak, Ende akan dijadikan Kota Soekarno?Setuju?” tanya Puan Maharani kemudian disambung masyarakat bersorak sorai “setuju”.

Puan berjanji akan memperjuang hal tersebut pada Pemerintah Pusat dan ia berharap masyarakat Ende, Flores secara umumnya sebagai pilar utama mendukung deklarasi Ende sebagai Kota Soekarno.

Setelah memimpin Upacara Pengibaran Bendera Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Puan Maharani bersama undangan menyaksikan beberapa atraksi baik dari pelajar maupun dari kelompok Prajurit TNI. Ia mengikuti tarian “Gawi” bersama yang dibawakan oleh pelajar Ende.

Puan Maharani bersama rombongan bernapak tilas ke Taman Permenungan Bung Karno dan Rumah Pengasingan Bung Karno di Jalan Perwira. Selama perjalanan, cucu Soekarno ini dikawal ketat oleh Prajurit TNI. Meskipun demikian, Puan berjalan pelan sambil bersalaman dengan masyarakat.

Di atas tribun pohon Sukun,  Puan yang mengenakan kameja putih dan celana hitam itu tampak senyum serta melambaikan tangan kepada masyarakat.

Tidak lama di tribun itu, Puan turun dan menuju patung Bung Karno yang sedang duduk berpangku kaki menghadap laut Sawu itu. Dari patung Bung Karno, Puan menuju tribun hiburan dan meninjau beberapa hasil penelitian dari Tim Ekspedisi NKRI, hasil pangan lokal dan sempat mencicipi kripik ubi Nuabosi yang dihidangkan ibu-ibu asal Ende.

Beberapa menit kemudian,Puan bersama rombongan menuju ke rumah pengasingan Bung Karno di jalan Perwira. Di sana ia mengamati satu persatu peninggalan Bung Karnoi yang dipandu oleh Syarifudin Pua Itha.

Usai makan siang bersama di Rumah Jabatan Bupati dan dilanjutkan kunjungan ke Masjid Arabitta Ende. (Ian Bala)

Para Jurnalis Diminta Tetap Independen

Next Story »

Pemkab Sikka Mulai Wujudkan Tekad Bangun “Sikka Innovation Center”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *