GMNI Desak Polres Manggarai Usut Mafia Anggaran di DPRD

RUTENG,FBC-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai mendesak Polres Manggarai untuk mengusut tuntas dugaan mafia anggaran yang terjadi di DPRD Manggarai. GMNI menilai lembaga DPRD Manggarai memiliki fungsi pengawasan. Karena itu, kita desak Polres Manggarai untuk mengusut tuntas dugaan mafia anggaran 2015 oleh oknum anggota DPRD Manggarai.

Demikian ditegaskan Ketua GMNI Cabang Manggarai, Fabianus Apul kepada FBC di sela-sela aksi GMNI di Kantor DPRD Manggarai, Senin (25/5/2015). Menurut Apul, apa yang terjadi di lembaga DPRD Manggarai mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan DPRD terhadap setiap kebijakan pembangunan di Manggarai.

Sementara itu, dalam orasi sejumlah aktivis GMNI Manggarai mendesak Polres Manggarai untuk mengusut tuntas dugaan permainan proyek 2015. GMNI juga mendesak DPRD Manggarai untuk membentuk panita khusus (Pansus) dan menyikapi laporan anggota DPRD Manggarai, Marsel Ahang yang melapor Wakil Ketua DPRD Manggarai Simprosa R. Gandut ke Polres Manggarai atas dugaan keterlibatannya dalam permainan anggaran 2015.

GMNI menilai lembaga DPRD adalah lembaga yang terhormat, yang salah satu tugasnya melakukan pengaswasan terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan pembangunan di Manggarai. Karena itu, sejatinya lembaga DPRD sebagai wakil rakyat untuk mengawasi seluruh proyek yang ada di Manggarai sehingga hasilnya berkualitas. Namun hal ini bisa terwujud manakala seluruh anggota DPRD lebih mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi dan keluarga.

Selanjutnya, Ketua DPRD Manggarai, Kornelis Madur, menyampikan apresiasi atas proaktif dan aspirasi GMNI terhadap situasi yang terjadi di Manggarai. “Lembaga ini (DPRD ) mempunyai mekanisme dalam menyelesaikan masalah internal anggota DPRD. Misalnya, melalui Badan Kehormtatan (BK) DPRD Manggarai. Tetapi yang terjadi adalah anggota DPRD Marsel Ahang langsung melapor ibu Simprosa R. Gandut ke Polisi. Jadi ini mengangkangi mekanisme yang terjadi di DPRD,”ungkap Ketua DPRD Manggarai Kornelis Madur saat berdialog dengan belasan aktivis GMNI di Kantor DPRD Manggarai.

Di hadapan para aktivis GMNI Cabang Manggarai itu. Kornelis Madru yang didampingi oleh Ketua Badan Kehormatan DPRD Rafael Nanggur, anggota BK Rikard Madu, Yoakim Jehati dan Sekwan Ansel Asfal mengatakan, DPRD akan menyelidiki apa betul ibu Simprosa R. Gandut melakukan hal seperti yang dilaporkan oleh saudara Marsel Ahang. Selain itu, kita juga akan panggil ibu Osi untuk mengklarfikasi laporan Marsel Ahang sehingga betul betul menghasilkan kesimpulan, apakah ada pelanggaran atau tidak. “Kita tidak tinggal diam untuk menyikapi hal ini,”terang Madur.

BK Tidak Tinggal Diam

Sementara Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Manggarai, Rafael Nanggur menjelaskan, BK akan tetap akan meminta klarifikasi baik dari Marsel Ahang maupun ibu Simprosa R. Gandut untuk menyelesaikan masalah ini. “Saya perlu tegaskan bahwa tidak ada permainan anggaran di DPRD Manggarai. DPRD bersama pemerintah membahasa anggaran secara transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi. Dan, BK tidak tinggal diam untuk menyikapi kasus ini,”kata Nanggur.

Selanjutnya, Rikard Madu, Sekretaris BK DPRD Manggarai mengatakan, idealnya kalau ada masalah anggota DPRD harus menyampaikan dulu ke Badan Kehormatan. Karena itu, tata cara yang ada di DPRD. “BK sudah panggil kedua belah pihak tetapi belum ada titik terang. Soal ada penyimpangan itu silahkan saja, asal ada bukti dan laporan ke Polisi maka itu bukan porsinya DPRD,”ujar Madu.

Aktivis GMNI Cabang Manggarai saat berdialog dengan Ketua DPRD Manggarai Kornelis Madur, didampingi Ketua BK Rafael Nanggur, dan anggota DPRD lainnya Rikard Madu, Yoakim Jehati dan Sekwan Ansel Asfal, di Kantor DPRD Manggarai, Senin (25/5/2015). (Foto/FBC/Sidus Madi)

Aktivis GMNI Cabang Manggarai saat berdialog dengan Ketua DPRD Manggarai Kornelis Madur, didampingi Ketua BK Rafael Nanggur, dan anggota DPRD lainnya Rikard Madu, Yoakim Jehati dan Sekwan Ansel Asfal, di Kantor DPRD Manggarai, Senin (25/5/2015). (Foto/FBC/Sidus Madi)

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Manggarai Simprosa R. Gandut dilaporkan ke Polres Manggarai oleh anggota DPRD Manggarai Marsel Ahang atas dugaan keterlibatan permaianan anggaran tahun 2015.

Anggota DPRD Marsel Ahang, kepada FBC mengatakan, bahwa ada isu ditengah masyarakat yang menyebutkan oknum anggota DPRD Manggarai terlibat permainan anggaran 2015. Dan, secara pribadi saya melakukan investigasi di Dinas PU Manggarai.

Dari hasil investigasi dilapangan ada dugaan Wakil Ketua DPRD Manggarai Simprosa R. Gandut terlibat dalam permainan anggaran 2015, dimana ada belasan paket proyek jalan dan irigasi yang diduga dikerjakan Ibu Simprora R. Gandut. “Saya tidak ingin lembaga DPRD Manggarai tercoreng oleh mafia anggaran. Saya ingin lembaga DPRD Manggarai bekerja secara transparan,”tegas Ahang.

Sementara Wakil Ketua DPRD Manggarai, Simprosa R. Gandut yang dikonfirmasi terpisah, dirinya enggan mengomentari laporan anggoat DPRD Marsel Ahang. “Maaf, saya tidak mau berkomentar,”ujar Gandut singakt.(Dus)

Lewonara-Lewobunga Nyaris Bentrok Lagi

Next Story »

Studi Kelayakan Bandara Adonara, Pemprov NTT Alokasikan Rp. 1.1 Miliar

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *