Gerakan Seribu Rupiah, Warga Matim Diminta Berpartisipasi Dukung Provinsi Kepulauan Flores

BORONG, FBC- Warga Manggarai Timur (Matim) diminta berpartisipasi dalam gerakan seribu rupiah (Geser) yang akan ditampung atau dikirim melalui rekening umum Pemda Matim untuk digunakan dalam mendukung proses pembentukan provinsi Kepulauan Flores.

Boni Sai Kabag Humas Matim. (Foto : FBC/Hironimus Dale)

Boni Sai Kabag Humas Matim. (Foto : FBC/Hironimus Dale)

Hal ini dikatakan Kabag Setda Matim Boni Sai saat berdiskusi bersama FBC di Ruang Kabag Humas belum lama ini. Boni mengatakan pegawai lingkup Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Matim akan dibebankan biaya Rp 50.000 hingga Rp.100.000, sementara masyarakat umum dan anak sekolah tergantung partisipasi mereka untuk menyumbangkan dana tersebut kepada panitia ‘’ Panitia Geser akan dibentuk dalam waktu dekat, “kata Boni.

Terkait penggunaan dana Geser tersebut selain disumbangkan untuk panitia peembentukan Provinsi Kepulauan Flores juga akan digunakan bagi tim independen untuk melakukan survei di Borong ibu kota kabupaten Matim ‘’Dana tersebut nanti juga digunakan bagi tim survei calon ibu kota Provinsi di Borong,’’katanya.

Dikatakanya, dalam waktu dekat akan dibuka rekening umum bagi masyrakat yang hendak menyumbangkan dana Geser kepada panitia baik itu masyarakat Matim yang berada di wilayah Matim ataupun di luar Matim dan dibuka juga peluang bagi masyarkat luas. “Rekening umum Geser provinsi kepulauan Flores nanti akan diumumkan kepada masyarkat luas,’’katanya

Dia berharap dana Geser tersebut dapat terkumpul pada tahun 2015 ini sehingga dana dari masayarkat dan Pemerintah tersebut dapat digunakan untuk mendukung proses pembentukan provinsi kepulauan Flores “kita berharap dana Geser dapat berjalan pada tahun 2015 ini,‘’ujarnya.

Borong Salah Satu Calon Ibukota

Menyinggung sejauh mana persiapan Pemda Matim merespon Borong sebagai salah satu calon ibu kota dari 5 kota lainya di daratan pulau Flores, dia menyampaikan selain gerakan seribu rupiah, pihaknya sudah menyampaikan beberapa argumen terkait persiapan ibukota tersebut.

Menurutnya, Pemda Matim sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat pemilik lahan di kecamatan Kota Komba bahwa kesediaan masyarakat adat sudah sepakat menyerahkan lahan 100 Hekatar untuk ibu kota Provinsi kepulauan Flores. “Lahan 100 Ha ini persisnya di bagian timur Tanjung Bendera sebagai salah satu wilayah yang layak dibangun bandara udara di Matim,’’katanya

Dia menuturkan, jika Borong terpilih menjadi ibu kota kabupaten, Pemda siap menyerahkan pusat Pemerintahan Matim di Lehong dimana wilayah ini merupakan lokasi kantor Bupati, Setda dan SKPD Matim untuk kegiatan pemerintah provinsi Kepulauan Flores sementara sambil menunggu Kantor Gubernur dan SKPD provinsi dibangun dan ditata di lahan 100 Ha yang sudah disiapkan. ‘’ Pemda Matim siap kembali ke Kantor Bupati lama di Toka dan Kantor SKPD untuk sementara kembali lagi kontrak di rumah warga di kota Borong,’’katanya

Menurutnya, lahan 100 Ha yang disiapkan untuk pembangunan pemerintah terebut letaknya sangat strategis dimana tidak jauh dari pelabuhan Laut Wae Wole Matim dan Aimere Kabupaten Ngada. “Letak wilayah tersebut tidak jauh dari Dermaga Wae Wole dan Aimere,”katanya

Dia menambahkan, wilayah 100 Ha tersebut merupakan hamparan daratan datar yang berpeluang untuk dibangun gedung baru apalagi tidak jauh dari lahan tersebut adalah Tanjung Bendera merupakan wilayah di Matim yang layak untuk dibangun pelabuhan udara. “Dua posisi pelabuhan laut dan udara ini sangat strategis’’ujarnya. (Hironimus Dale)

Forum Perempuan Datangi DPRD Ende

Next Story »

Antara Fakta dan Kejanggalan Dalam Surat Polda NTT

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *