Gaji Guru Tidak Tetap di NTT Hanya Rp. 50.000

KUPANG. FBC – Besaran gaji guru komite di NTT atau Guru Tidak Tetap yang diangkat oleh komite atau kepala sekolah yang dibiayai oleh komite atau dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 500.000 per bulan. Kondisi ini masih terus berlangsung hingga saat ini dan perlu ada perubahan secepatnya.

Kadis P dan K NTT, Sinun Manuk Petrus

Kadis P dan K NTT, Sinun Manuk Petrus

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Piter Sinun Manuk kepada wartawan di Kupang, Senin (4/5/2015) menjelaskan, selain guru komite, terdapat juga guru tidak tetap provinsi dan kabupaten/kota, guru bantu pusat, dan guru tetap yayasan.

Untuk guru tidak tetap kabupaten/kota, pengangkatannya oleh pemerintah kabupaten/kota yang dibiayai dengan APBD kabupaten/kota yang berkisar antara Rp 500. 000 sampai Rp 1, 1 juta per bulan. Sementara guru yayasan adalah guru yang diangkat oleh yayasan dan dibiayai oleh keuangan yayasan dan besarannya tentu sesuai kemampuan keuangan Yayasan tersebut.

Lebih lanjut Piter menyampaikan, guru tidak tetap provinsi adalah guru yang diangkat oleh pemerintah provinsi dan digaji dengan APBD provinsi, dimana besar honornya Rp 1, 250 juta per bulan. Mereka ditempatkan di 17 kabupaten/kota. Dan kabupaten yang tidak ditempati guru kontrak provinsi yakni Sikka, Lembata, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Malaka. Bagi mereka yang telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS), tidak bisa diganti oleh orang lain.

“Sehingga jumlah tenaga honor provinsi ada yang tinggal dua orang di Kabupaten Sumba Barat, lima orang di Kabupaten Manggarai, dan enam orang di Ngada,” kata Piter.

Ia menjelaskan, ada sejumlah formulasi yang disiapkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan guru, yakni insentif guru tidak tetap di daerah terpencil dan perbatasan. Insentif guru tidak tetap yang diangkat oleh komite sekolah yang berjumlah 28. 660 orang melalui BOS daerah provinsi. Uang transportasi guru tidak tetap yang diangkat oleh komite sekolah. uang transportasi guru tidak tetap di daerah terpencil dan perbatasan.

Pada kesempatan itu Piter menjelaskan, sedangkan fokus pembangunan pendidikan dan kebudayaan NTT antara lain, pencepatan peningkatan akses dan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD). Peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan. Peningkatan daya saing lulusan. Penguatan manajemen berbasis sekolah. Peningkatan pemanfaatan kekayaan budaya dalam pembentukan karakter. Pemberdayaan program pendidikan non formal. (Oni)

DPRD Manggarai Barat Soroti Ketidakhadiran Bupati Dula

Next Story »

Sekolah Wajib Membuat Kriteria Kelulusan Anak Didik

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *