Dukung Azizah, Ribuan Warga Maumere Padati Lapangan Kota Baru

anak dan balita juga ikut diajak orang tuanya menyaksikan nonton bareng dukung Azizah di lapangan Kota Baru Maumere. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

anak dan balita juga ikut diajak orang tuanya menyaksikan nonton bareng dukung Azizah di lapangan Kota Baru Maumere. ( Foto : FBC/ Ebed de Rosary )

MAUMERE, FBC – Sekitar lima ribu warga kota Maumere kabupaten Sikka, Senin (11/05/2015) memadati lapangan umum Kota Baru di jalan Achmad Yani Maumere guna memberi dukungan bagi Azizah, putri Maumere yang mengikuti kontes dangdut Indonesia (KDI ). Ratusan warga bersepeda motor dan berjalan kaki sekitar pukul 19.30 wita berbondong-bondong memasuki lapangan tempat digelarnya acara nonton bareng yang dilaksanakan panitia sukses Azizah.

Tonce Fernandez, ketua panitia sukses Azizah yang mengadakan acara nonton bareng sejak awal Azizah tampil di KDI kepada FBC yang menemuinya di sela-sela acara nonton bareng, Senin (11/05/2015 ) malam mengatakan, acara nonton bareng yang diadakan malam ini merupakan acara nonton bareng yang paling banyak dihadiri penonton. Selain itu, dukungan dana untuk kirim sms (short message service) juga terus berdatangan dari pihak sponsor.

“ Meski kami semua bekerja bermodalkan nekat dan tanpa ada dana memadai, dalam perjalanan banyak dermawan dan pihak sponsor yang selalu membantu serta teman-teman semua yang mau berpartisipasi tanpa dibayar. Kalau Indonesia punya Bhineka Tunggal Ika, kami di Sikka juga bersatu dalam Bhineka Tunggal Sikka,“ ujarnya.

Ditambahkan Tonce, antusias masyarakat kabupaten Sikka dalam memberi dukungan bagi Azizah semakin hari semakin luar biasa. Acara nonton bareng yang awalnya digelar panitia sukses Azizah dan beberapa tempat di kampung Beru dan Wuring, beber Tonce, kini sudah dilakukan di mana-mana. Selain nonton bareng besar-besaran di lapangan Kota Baru tambahnya, nonton bareng serupa yang tak kalah besar dan ramai juga diselenggarakan di Geliting.

Bersama Ikut Promosikan Daerah

Markus Meha atau akrab disapa Pak Uban yang didaulat memberikan sepata kata oleh Lucky selaku MC (master ceremony) pada kesempatan tersebut menjelaskan, Azizah sudah dipantau olehnya saat kelas tiga sekolah dasar saat menyanyi mendampingi orang tuanya. Pak Uban berapi-api menuturkan, dirinya sering disebut orang gila karena mau mencurahkan segala dana, perhatian dan pengorbanan untuk mengorbitkan seseorang hingga terkenal.

“ Jadi apa yang dikatakan Bung Lucky saya orang gila memang benar saya gila. Kalau saya tidak gila Azizah tidak bisa seperti sekarang, sebab yang bisa mengangkat orang sukses itu orang gila, tapi jangan ikut gila seperti pak Uban “ tegasnya mengundang tawa penonton.

Ditambahkan pak Uban,  Azizah dilatih olehnya sejak kelas 3 Sekolah Dasar terkait teknik pernapasan. Baru latih pertama saja sambung pak Uban, Azizah sudah sakit 3 hari dan tidak masuk sekolah tapi Azizah sebutnya tidak patah semangat dan terus berlatih.

Tekad untuk membangun daerah dan mengangkat budaya kabupaten Sikka tegas pak Uban muncul saat dirinya berada di tanah rantau. Diceritakan pak Uban, saat dirinya bertemu teman  selalu tanya dari mana dirinya berasal. Saat dijawab olehnya dari Flores teman tersebut tanya, Flores itu dimana? Di Papua atau Ambon. Orang luar ucapnya tidakmengenal pulau Flores apalagi bicara kota Maumere. Ini yang membuat dirinya menjadi promotor tinju tetapi beberapa atlet yang baru diorbitkan baru seperempat perjalanan sudah tenggelam.

“ Makanya sekarang ini saya coba angkat promosi budaya lewat penyanyi Azizah ini. Kebetulan ada bupati Sikka disini, saya berharap mari kita kerja sama yang baik untuk mempromosikan budaya atau bibit-bibit di seni budaya untuk ke depannya dipromosikan “ katanya berharap.

Pak Uban menyatakan, dirinya berjuang demi kabupaten Sikka, Flores dan propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) agar bisa lebih dikenal khalayak ramai. Di Jakarta bebernya dirinya sudah mempunyai fasilitas, sekolah vokal dan sekolah musik sehingga siapapun putra daerah bisa memanfaatkanya secara gratis. Semua biaya sambung pak Uban ditanggung Nusa Bunga Muda Production dimana para penyanyi nantinya dididik dan digembleng selama 4 sampai 5 bulan dan didampingi hingga menjadi artis.

“ Saya sangat harapkan bapak bupati tolong bantu saya agar anak-anak muda yang punya bakat dan talenta kita orbitkan sehingga di Maumere ini ke depannya bisa ada banyak artis yang bisa mempromosikan kabupaten Sikka supaya bisa dilirik investor “ pintanya.

Jangan Terpengaruh

Indah dari management Azizah di Jakarta dan Rudi selaku guru vokal Azizah ikut hadir di panggung memberikan sepata kata memotivasi penonton guna memberikan dukungan sms buat Azizah. Keduanya pun ikut memainkan alat musik mengiringi artis-artis Maumere bernyanyi. Keduanya mengaku terharu menyaksikan dukungan dari warga Maumere ditandai dengan membludaknya lapangan tempat acara nonton bareng digelar. Rudi bahkan menjawab pertanyaan penonton yang gemas dan marah melihat komentar Bertha selaku juri yang selalu memojokan Azizah usai tampil.

“ Itu cuma setingan saja sebab di bisnis hiburan harus ada orang yang seperti itu. Tapi kalian semua jangan terpengaruh dan tetap memberi dukungan lewat mengirimkan sms. Saya sebelumnya sudah berpengalaman mengorbitkan Regina hingga meraih juara satu di Indanesia Idol,“ papar Rudi.

Disaksikan FBC, penonton tidak bergeming dan tetap menanti saat Azizah tampil. Giliran Azizah bernyanyi, ribuan penonton merengsek maju mendekati panggung dan dengan sebuah tangan, serentak handphone yang dinyalakan diangkat setinggi mungkin sesuai permintaan MC dan membuat lapangan Kota Baru dipenuhi kerlap – kerlip cahaya dari lampu handphone. Bahkan saat Azizah tampil hingga usai dan mengucapkan permintaan dukungan seraya makanan lokal Sikka, Lepa dan Lawar ditawarkan ke juri untuk dicicipi sampai nama Azizah diumumkan berada di peringkat satu polling sms, semua penonton tetap berteriak histeris penuh semangat.

MC Lucky tak henti-henti memacu semangat penonton dengan selalu meneriakan yel “ Maumere Ita Di “ yang disambut penonton dengan teriakan “ Newan “ artinya “ Maumere, kami juga mampu atau bisa “. Selain itu turut diputar lagu berjudul Kuat Kita Bersama yang diciptakan spesial oleh Alfred Gare penyanyi asal Maumere guna mengajak semua lapisan masyarakat mendukung Azizah. Acara dimeriahkan dengan penampilan Alfred Gare dan kawan-kawan musisi yang tergabung dalam Maumere All Stardan Aldios Voice.

Tampak hadir bupati Sikka,Drs. Yoseph Ansar Rera, kadis pariwisata Sikka, Wilhelmus Sirilus dua srikandi DPRD Sikka, Maria Angelorum Mayestati dan Paskalia Laban. Terlihat juga beberapa warga perantau asal Jawa dan Sulawesi duduk berkelompok dan ikut menikmati suguhan musik di panggung dan menyaksikan penampilan Azizah dari dua layar berukuran panjang sekitar 3 meter dan lebar 2 meter yang dipasang di kiri kanan bagian depan panggung.

Tak lupa pula Lucky beberapa kali membacakan ucapan terima kasih kepada panitia sukses Azizah, SMK Yohanes XXIII, Ikatan Jurnalis Sikka, seniman dari Maumere All Star, para musisi, penata musik, Flores Bangkit, radio Rogate FM, Suara Sikka dan Sonia FM, IniMaumere.com, Flobamora.net, Maumere Entertaint, keluara besar Azizah,para sponsor dan donatur yang mendukung suksesnya acara nonton bareng.

Selama acara nonton bareng berlangsung, terdapat 3 orang siswa SMK Yohanes XXIII berkeliling lapangan seraya membawa kotak sumbangan guna meminta sumbangan uang dari penonton yang nantinya akan dipergunakan untuk mengirimkan sms dukungan buat Azizah. Acara yang berakhir sekitar pukul 00.30 Wita ini menarik minat penonton dan membuat mereka bertahan hingga Azizah usai tampil. Ada juga para ibu yang turut membawa balita dan anak-anak. Banyak penonton yang memilih menyaksikan acara sambil duduk di atas jok sepeda motor dikarenakan lapangan Kota Baru berupa tanah kering dan tidak memilik rumput. (ebd)

Ego Sektor dan Pelaporan Tidak Transparan, Halangi Tugas Pengawasan Wakil Bupati Lembata

Next Story »

Nasdem Desak Kejati Usut Dugaan Proyek Siluman di Dinas PU NTT

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *