Ciptakan Lingkungan yang Sehat, Guru Dinilai Punya Peran Strategis

BORONG, FBC Menyadari pentingnya kesehatan bagi kehidupan masyarakat maka Plan Indonesia wilayah Borong mengadakan pelatihan  tentang manajemen pengelolaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) bagi sejumlah guru di wilayah setempat. Diharapkan dengan menajemen STBM yang memadai maka kebersihan lingkungan sosial menjadi tanggung jawab bersama.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Manggarai Timur, Yoseph Durahi dalam sambutan pembukaan kegiatan pelatihan di Hotel Sama Jaya Borong, Senin (11/5/2015) menjelaskan, kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi perhatian orang tua dan anak-anak tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh mssyarakat.

Karena itu perlu dibangun kesadaran bersama agar kebersihan menjadi milik bersama. Untuk mencapai pemahan tersebut perlu dibangun keadaan dan persepsi yang sama sehingga dalam implementasinya dapat dilaksanakan dalam kesadaran.

Menurutnya, pelatihan bagi para guru di lingkup guru lantaran peran guru itu sendiri. Dalam peran strategisnya guru diharapkan dapat memberikan contoh dan teladan hidup dalam bidang kesehatan masyarakat. Peran strategis yang paling utama adalah memicu kesadaran bagi generasi muda di sekolah dengan menciptakan iklim kesehatan lingkungan yang indah, asri dan sehat.

Lingkungan yang sehat, jelas mantan Camat Elar menjadi aset bagi kehidupan manusia sehingga butuh pengetahuan dan pemahaman yang baik. Sebab pemahaman tentang pentingnya kesehatan akan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak dalam mengelola kebersihan lingkungannya.

“Pelatihan ini menjadi medium pembelajaran bagaimana menitik-beratkan masyarakat dalam menjaga dan menciptakan iklim kesehatan yang memadai,” katanya.

Sedangkan Supervisor Plan Indonesia Manggarai Timur, Robertus Rio Putra menegaskan, Plan Indonesia Manggarai Timur memberikan pelatihan kepada para kepala sekolah, guru dan komite untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.

Dia mengatakan, banyak orang punya ide atau gagasan, tapi pelit membagikan kepada orang lain dan sesamanya. Karena itu kehadiran di tempat ini selama tiga hari bertujuan membangun persepsi bersama sekaligus gerakkan bersama dalam rangka menciptakan iklim kesehatan lingkungan.

Kehadiran para peserta, menurutnya untuk  saling membagi ide dan pengalaman dalam mengelola kebersihan dan kesehatam lingkungan. Ide dan gagasan serta pengalaman selama berada di tempat ini akan dikawinkan dengan program STBM.

Dia mengatakan, target lain dari kegiatan pelatihan itu mau merubah prilaku anak-anak dengan memicu program STBM. Tujuan akhirnya bisa menata lingkungan yang sehat yang mulai dari lingkungan sekolah. Program STBM masuk ke sekolah, karena disadari anak-anak itu sebagai agen perubahan dan peniru yang hebat terhadap sesuatu apa yang dikerjakan.

Rio mengatakan anak-anak adalah peniru yang hebat. Setiap yang mereka lihat, pasti langsung ditiru. Apalagi itu kegiatan positif yang bisa merubah prilaku. Pilar STBM termasuk di sekolah, yakni stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air bersih, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. sejumlah kepala sekolah (Kepsek), guru UKS, dan ketua komite, dari 15 lembaga sekolah dasar (SD) di tiga kecamatan diberi pelatihan Lima program sanitasi berbasis masyarakat (STBM) agar bisa dilakukan disekolah.

Kegiatan pelatihan manajemen pengelolaan sanitasi total berbasis masyarakat bagi sejumlah guru di  Borong, Senin (11/5/2015)  (Foto : FBC/Kanis Lina Bana)

Kegiatan pelatihan manajemen pengelolaan sanitasi total berbasis masyarakat bagi sejumlah guru di Borong, Senin (11/5/2015) (Foto : FBC/Kanis Lina Bana)

Rio mengatakan Jumlah peserta dalam kegiatan pelatihan STBM itu sebanyak 45 orang. Peserta diharapkan bisa merekam, menggali dan belajar terkait bagaimana cara memicu STBM di sekolah. Para guru juga bisa menciptakan rasa malu, jijik dan takut kepada anak-anak, dengan merasuki program STBM, sehingga semua orang bisa sehat.

” Ada 15 sekolah yang dipilih dengan salah satu kriteria, sekolah itu telah memiliki fasilitas terkait memicu 5 pilar STBM. Peserta kembali dari pelatihan ini bisa menjadi corong di lingkungan sekolah dan sekitarnya,” katanya

Rio mengungkapkan dalam waktu dekat Deklarasi Desa STBM tahap I untuk 12 desa akan diselenggarakan di Kota Komba dan berharap kegiatan bisa berjalan lancar.
Laporan Kanis Lina Bana
Kontributor FBC Manggarai Timur

Nasdem Desak Kejati Usut Dugaan Proyek Siluman di Dinas PU NTT

Next Story »

Anak Muda Peduli Lingkungan, Berwisata Sambil Tanam Bambu di TWA Golo Lusang

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *