Tes Kompetensi Eselon IIB dan IIIA Kabupaten Ende

Bupati Ende : “Kinerja Turun, Jabatan Juga Turun”

Para Pegawai Daerah Kabupaten Ende sedang mengikuti tes kompitensi dasar di Aula SMKN 2 Ende (Foto : FBC/Ian Bala)

Para Pegawai Daerah Kabupaten Ende sedang mengikuti tes kompitensi dasar di Aula SMKN 2 Ende (Foto : FBC/Ian Bala)

ENDE, FBC-Seratus pejabat eselon IIB dan IIIA mengikuti tes kompetensi dasar yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Ende bekerja sama dengan Tim Penilai Kompetensi dari Badan Kepegawaian Negara Jakarta dan Badan Kepegawaian Negara Regional X Denpasar. Tes tersebut berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Ende pada Jumat, (22/5/2015).

Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu kepada Wartawan di Aula SMKN 2 Ende mengatakan tes kompetensi tersebut berdasarkan regulasi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pasal 118 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah serta Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2014 bahwa bagi Pejabat Pemerintah perlu dilakukan seleksi penilaian kinerja melalui tes kompetensi dasar dimana Pemerintah berupaya menciptakan aparatur Sipil Negara yang dapat menghasilkan pejabat yang handal dan berkompeten, memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan jabatan yang memberikan pelayanan dan kinerja yang baik bagi organisasi dan masyarakat.

Bupati menjelaskan tes kompetensi tersebut sangat penting untuk mengetahui kamampuan kompetensi pegawai daerah. Hasil tes, lanjut Bupati, sangat mempengaruhi jabatan yang akan disandingkan dengan kinerja para pegawai.

Aris Widiyanto, Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) BKN saat ditemui FBC di Aula SMKN 2 Ende Ende (Foto : FBC/Ian Bala)

Aris Widiyanto, Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) BKN saat ditemui FBC di Aula SMKN 2 Ende Ende (Foto : FBC/Ian Bala)

“Jika kinerja turun dan hasil tes tinggi maka kita akan pacuh kinerjanya. Jika kinerja naik dan kompetensi rendah maka kompetensi akan kita dorong. Tes dan kinerja turun maka jabatan juga turun,”kata Bupati Marsel

Bupati Marsel menuturkan tes kompetensi tersebut bukan perlombahan antar pegawai. Jika ada pegawai yang meraih nilai tinggi dalam tes itu merupakan kemampuan yang ia miliki. Untuk menempatkan pegawai pada sebuah jabatan tetap ditentukan Bupati selaku Pejabat Pembina Pegawai dan tetap meninjau indikator-indikator itu.

“Kita memperhatikan dan membina terus sehingga antara kinerja dan kompetensi dapat berimbang,”ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Ende, Kosmas Nyo kepada FBC menuturkan terkait soal yang diberikan oleh Tim Penilai mengenai strata umum, kebijakan-kebijakan Pemerintah setara Nasional dan Regional, kebijakan publik dan Bahasa Inggris.

“Soal tesnya secara umum. Ada tentang kebijakan pemerintah dan kebijakan publik, bahasa inggris dan lainnya. Ya, saya bekerja dengan baik,”Ujar mantan Kadis Perhubungan itu.

Sementara itu, Aris Windiyanto, Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara, kepada wartawan di sela-sela itu menuturkan soal yang diberikan berjumlah seratus nomor. Sementara waktu yang diberikan selama 90 menit.

“Alat dan sistem tesnya sama dengan tes CPNS tetapi materi tesnya berbeda. Materi tesnya tentang kebijakan-kebijakan Pemerintah, kebijakan publik. Ini penting untuk para pegawai,”Kata Windiyanto kepada wartawan. (Ian Bala)

Antara Fakta dan Kejanggalan Dalam Surat Polda NTT

Next Story »

Pesisir Pantai Pulau Konga Dipenuhi Sampah Plastik

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *