Buka Porseni Guru PAUD, Wakil Bupati Lembata Terima Keluhan Belasan Guru Kontrak

Wabub Lembata, Vitor Mado Wathun saat menanggapi keluhan guru PAUD usai membuka acara Porseni Jumad (22/5/2015) di aula Dekenat Lembata. (Foto : FBC/Yogi Making)

Wabub Lembata, Vitor Mado Wathun saat menanggapi keluhan guru PAUD usai membuka acara Porseni Jumad (22/5/2015) di aula Dekenat Lembata. (Foto : FBC/Yogi Making)

LEWOLEBA, FBC-Wakil Bupati Lembata Viktor Mado Wathun dijumpai belasan perempuan yang tak lain adalah guru kontrak pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Nubatukan. Seakan memanfaatkan moment langka, belasan guru itu mengeluh, karena belum diangkat menjadi PNS, padahal sudah mengabdi belasan tahun.

Aksi spontan belasan perempuan pengajar itu terjadi selepas Wakil Bupati Lembata membuka acara Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) guru PAUD se Kabupaten Lembata, Jumad (22/5/2015) di aula Dekenat Lembata. Seperti disaksikan, usai menyampaikan sambutan dan membuka kegiatan, Wakil Bupati terlihat keluar menuju mobil dinas, saat kembali ke aula untuk menyaksikan lomba, tiba-tiba langkah Wabub dihentikan sekelompok guru perempuan.

Pertemuan secara tak sengaja itu persis di pintu masuk aula, kala belasan perempuan berkostum hijau dipadu sal dan rok warna hitam itu keluar menuju ruang antri. Sadar sedang berpapasan dengan orang nomor dua Lembata, spontan mereka menghentikan langkah dan berusaha untuk menyalami Wabub Viktor. Moment singkat itu dimanfaatkan untuk mengeluh.

“Bapak, kami punya nasib bagaimana ini, masa sudah belasan tahun mengabdi belum juga diangkat jadi PNS?,” kata seorang guru, yang diamini juga rekan-rekannya. “iya bapak, kami bagaimana?,” sambung lainnya. Pernyataan itu mereka sampaikan dengan nada ramah.

Sebelum menjawab keluhan, Viktor sempat memuji kostum yang dikenakan belasan guru PAUD Nubatukan itu. “Kamu punya seragam bagus sekali e..? warnanya cerah dan terlihat mencolok saat di ruangan tadi,” puji Viktor dengan senyum sumringah. Tentu saja, pujian orang nomor dua lembata itu disambut tawa ceria para guru.

Sementara terkait keluhan para guru, Wakil Bupati Lembata mengatakan, “Ya..tadi saya sudah omong di sambutan itu, kalau mau jadi PNS, kamu harus jujur sampaikan data. Isi data itu sesuai kenyataan, jangan karang-karang, lalu ada waktu luang itu ikut kuliah di PGSD atau PGTK, karena syarat untuk menjadi guru PNS itu adalah harus berijasah sarjana,” sambung Wabub lagi.

“Iya bapak, tapi pemerintah juga jangan lupa bantu kami,” balas para guru sembari berlalu menuju ruang antri dan bersiap untuk pentas.

Seperti yang di sampaikan kepada guru PAUD Nubatukan, sebelumnya dalam sambutan di pembukaan acara Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang di hadiri oleh ratusan guru PAUD se Kabupaten Lembata, Wabub Viktor meminta guru untuk jujur mengisi data diri, juga mendorong pengelola PAUD untuk menyampaikan laporan secara berkala ke Pemerintah melalui Dinas PPO. Menurutnya, pemerintah menyadari kalau intervensi anggaran untuk PAUD belum maksimal.

Sementara itu, ketua panitia Porseni Guru PAUD se Kabupaten Lembata, Anastasya Gunu dalam sambutannya mengatakan, guru Paud adalah pribadi yang diharapkan mampu mendorong anak usia dini untuk bisa bersosialisasi diri, guru PAUD juga dituntut untuk menjembatani pribadi anak yang sudah terbentuk dari rumah dengan kehidupan yang akan di hadapi anak dilingkungan yang lebih luas.

“Menyadari beratnya peran guru PAUD dalam menjalankan tugasnya, maka perlu senantiasa ditingkatkan kompetensi seorang guru PAUD yang profesional,” kata Anas.

Menurut ketua panitia itu, Porseni guru PAUD tingkat kabupaten lembata diselenggarakan sebagai ajang adu keterampilan dan kreatifitas. Dia mengatakan, Porseni bukan sekedar ajang lomba tetapi lebih dari itu sebagai kesempatan untuk belajar dan mengevaluasi diri guru dalam pelaksanaan tugas dan pegabdiannya.

Sebagai gambaran, kegiatan Porseni kabupaten lembata tahun 2015 ini melibatkan 319 guru PAUD yang tersebar di delapan dari sembilan kecamatan di Kabupaten Lembata. Sementara kegiatan yang dilombahkan adalah, permainan anak ciptaan guru, senam fantasi berdasarkan ceritera, senam irama dengan alat, dan kegiatan seni meliputi, sandiwara boneka, paduan suara, menyanyi duet, tarian kreasi baru, ceritera bergambar, pembuatan alat peraga, serta mencipta dan menyanyi lagu anak. Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 1 hari. (Yogi Making)

Dukung Pembangunan Desa, Pemda Matim Alokasi Dana Rp. 100 Miliar

Next Story »

Lewonara-Lewobunga Nyaris Bentrok Lagi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *